Mendadak Jadi Istri Sultan

Mendadak Jadi Istri Sultan
Sultan bertemu Arjuna


__ADS_3

Sultan pergi tanpa arah dan tujuan ia benar-benar tidak tau mau kemana lagi, uang juga tidak ada. Saat itu sudah menjelang sore ia pun berniat akan pergi ke tempat kerjanya sekalian ia akan menginap di sana. Tapi setelah ia sampai di sana tiada orang yang mau menegurnya tidak seperti biasanya teman-temannya selalu semangat menyambutnya saat ia datang ke lokasi syuting. Bahkan ada yang berbisik-bisik tidak jelas sambil melirik dengan sinisnya.


Ada apa dengan orang-orang di sini, kenapa mereka memandangi ku dengan tatapan tajam seolah aku punya salah. Apa salahku pada mereka? batin Sultan merasa kesal. Ia pun pergi ke ruangan menejernya untuk meminta ijin akan menginap beberapa hari di tempat itu. Namun nasib berkata lain Menejernya tidak mau memberi dia tumpangan karna ia merasa kecewa pada Sultan semua berita tidak bagus di tujukan padanya hari itu membuat Menejernya ilfil terhadapnya bahkan ia membenci Sultan.


Semua hatersnya menghujat Sultan dan fans mereka kecewa akan tindakannya yang kasar terhadap wanita yang sudah berstatus istrinya itu. Tiada pilihan lain lagi selain pergi dari tempat itu dan ia berjanji tidak akan pernah datang ke tempat itu lagi. Dengan senang hati Menejernya menerima semua keputusan Sultan. Sultan pun memanas.


"Dasar bajingan kamu! dulu aku selalu di sanjung-sanjung tapi setelah aku dapat masalah seperti ini kalian menjauhiku bahkan memperlakukan aku dengan tidak hormat aku akan menggagalkan semua kontrak kerja, saat ini juga aku resign," ucap Sultan penuh amarah bicara pada Menejernya.


"Oke dengan senang hati kami mempersilahkan kamu resign Sultan. Maafkan kami tidak bisa memperkejakan kamu lagi di sini. Pihak kami sangat kecewa padamu karena ulahmu itu, nama besar kita tercemar. Kami di soroti di berbagai media," cetus Menejernya dengan wajah yang memerah tidak terima tindakan Sultan yang di luar dugaan.


Sultan pun pergi dari tempat itu ia semakin tambah bingung harus pergi kemana untuk bermalam.


"Aku harus kemana? gak mungkin juga aku ke rumah Putri pasti mereka tidak mau menerima aku," lirih Sultan berkali-kali mengeluh dan menarik napas panjang. Sepanjang jalan ia merenungi nasibnya yang tiba-tiba tragis itu.


"Kenapa Papa begitu tega padaku, apa aku ini seorang anak pungut kenapa dengan mudahnya Papa mengusir aku tanpa bekas kasian semua fasilitas juga di ambilnya ini tidak adil bagiku. Kalau begini aku bisa jadi gembel di jalan," desahnya sambil menendang apapun yang ada di depannya saat itu.


Saat yang bersamaan Arjuna juga keluar saat itu sedang mengendarai sepeda motor dengan kagetnya ia menghentikan motornya dan memperhatikan dari jauh ia memastikan siapa yang di lihatnya itu benar-benar Sultan atau bukan. Dengan kagetnya ia melihat memang benar itu Sultan yang berjalan kaki sambil menyerat Koper.


"Apa aku gak salah lihat itu benaran Sultan, kenapa juga dia menyeret Koper malam-malam begini dari mana dia? ada apa dengannya kok jalan kaki gitu?" ucap Arjuna penuh dengan tanda tanya.

__ADS_1


Arjuna berniat akan menemui Sultan ia juga akan minta maaf pada Sultan dan menjelaskan semuanya kalau isu yang sedang beredar itu bukan yang Sebenernya tetapi hanya sebuah fitnah dari orang yang tidak menyukai Arjuna.


"Arjuna?" ucap Sultan setengah menunduk karna malu ketahuan jalan kaki sambil menyeret koper lagi persis seperti orang yang susah.


Kamu kenapa malam-malam begini di luar Arjuna memandangi keadaan Sultan yang sudah tampak lusuh.


"A-Em ... ak-aku di usir dari rumah Papa, ini semua karna kamu Arjuna!" seketika itu Sultan memanas sontak ia melayangkan tangannya hendak menghantamkan tinjuannya ke bagian perut Arjuna tapi secepat kilat Arjuna menangkis tangan Sultan dan berhasil meraih tangannya agar ia menghentikan aksinya.


"Kamu jangan main kasar dulu Sultan, kamu sudah salah paham aku sama Putri tidak melakukan apapun yang di tuduhkan padaku, ada orang yang sengaja memfitnah aku dan ku pastikan orang itu adalah Raja," terang Arjuna penuh dengan keyakinan.


"Raja?" Sultan terbelalak.


"Raja mantan Putri?"


"Bukannya dia sudah menikah?"


"Kabarnya mereka akan segera bercerai karna mereka tidak saling mencintai, aku mohon sama kamu Sultan maafkan Putri, Putri tidak bersalah bukan aku membela diriku aku juga tidak bersalah semuanya fitnah."


Sultan terdiam ia berpikir sejenak antara percaya dan tidak pada ucapan Sultan.

__ADS_1


"Aku tidak bodoh Arjuna! bisa saja kamu bohong kan? menurut pengamatan ku kamu kan juga suka sama Putri?" ucap Sultan bicara langsung tanpa ditutupi lagi ia mengatakan pada Arjuna kalau ia sebenarnya cemburu dan marah besar saat mereka dekat.


"Aku memang cinta sama Putri, tapi tidak untuk melecehkan seperti yang mereka tuduhkan padaku. Cintaku tulus padanya aku tidak pernah bertindak tidak sopan dengan Putri aku sangat menghormati dia. Percayalah ...!"


"Aku perlu bukti kalau kamu benar-benar tidak melakukan semua itu."


"Baiklah bukti apa yang kamu minta?" tantang Arjuna.


"Telpon Putri sekarang dan aku mau kita bicara secara terbuka."


"Oke, Tunggu sebentar!" Arjuna pun menelpon Putri dan secepatnya Putri merespon dan berbicara dengan Arjuna.


Arjuna mengajak Putri keluar tapi Putri menolak karna hari sudah hampir malam ia tidak berani apalagi ia benar-benar tidak mood mau keluar rumah keadaannya menyedihkan karna seharian hanya mengurung diri saja di kamar.


"Putri tidak bisa datang, karena hari hampir malam," jelas Arjuna.


"Ya sudah kita pergi saja di rumahnya!" ajak Sultan.


"Oke, siapa takut!" Arjuna setuju dengan ajakan Sultan.

__ADS_1


Mereka pun pergi Arjuna mengajak Sultan bocengan dan hari itulah hari pertama Sultan naik motor ia begitu takut dan gemetaran. Arjuna menertawakan keadaan Sultan melihat di spion tampak pucat dan menggigil.


Wkwkwkwk


__ADS_2