Mendadak Jadi Istri Sultan

Mendadak Jadi Istri Sultan
Kejadian yang tidak terduga


__ADS_3

Sepanjang hari itu Putri mogok bicara dengan siapa pun juga, termasuk dengan Tia teman kerjanya itu. Padahal Tia selalu mengajaknya ngobrol namun Putri tetap tidak tertarik untuk mengobrol ia hanya bicara seperlunya saja tidak seperti biasanya yang selalu banyak bicara dan suka bercanda. Tia jadi heran melihat gerak-gerik Putri yang tampak murung padahal pertama datang tadi baik-baik saja hanya ada gangguan kecil dari sang Mantannya Raja.


Kali ini Tia selalu dicuekin di ajak ngobrol pun responnya singkat tidak ada percakapan atau pun candaan. Ternyata Putri lagi sakit patah hati ia sedih mendengar kata-kata Arjuna yang amat kasar menurutnya, padahal Arjuna tidak berniat untuk menyakiti hati Putri. Ia hanya berusaha untuk menghilangkan fitnah di antara mereka. Selama Arjuna bekerja ia tidak pernah berbuat kesalahan atau ganggu sesama karyawan lain. Arjuna termasuk karyawan yang kinerjanya baik dan selalu menghargai sesama teman apalagi perempuan.


Kali itu ia bukan cuma di fitnah berbuat yang tidak senonoh dengan Putri tapi ia juga di sebut sebagai perusak rumah tangga Putri, yang isunya sudah tersebar kalau Sultan dan Putri akan bercerai dalam waktu dekat itu. Ia dianggap sebagai orang ketiga perusak rumah tangga Putri dan Sultan.


Arjuna duduk bersimpuh sambil bertopang dagu tidak tau akan berbuat apa. Seluruh karyawan sudah mengetahui isu tidak sedap itu. Arjuna merasa serba salah untung saja fitnah itu belum sampai di telinga pamannya kalau tidak, pasti Arjuna akan merasa malu dan lebih fatalnya lagi di pecat oleh paman sekaligus Bosnya itu.


Jangan sampai Om Agung mendengar gosip itu aku tidak mau di pecat, aku masih ingin bekerja. Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan? batin Arjuna yang merasa tidak tenang.


Pagi itu seperti biasa tugasnya adalah menyiapkan beberapa menu makanan untuk tamu. Ia yang sibuk dengan pikiran-pikirannya menjadi tidak pokus membuat menu masakan karena sibuk bergelut dengan berbagai pikiran-pikiran yang tidak karuan.


Aku harus segera melakukan tindakan lebih baik aku ceritakan saja semuanya saja pada Om Agung dari pada dia yang mendengar dari mulut orang-orang. Aku tidak mau hal ini membuat posisiku terancam. Batin Arjuna yang saat itu mulai bergegas ingin menemui pamannya.


Tiba-tiba seorang wanita mendatanginya ia memprotes kalau makanan yang di buat Arjuna tidak enak, tidak seperti biasanya. Bukan cuma satu orang tapi ada banyak tamu yang komplen tentang masakan yang di buatannya hari itu. Rasanya kurang pas bahkan dianggap tidak sedap alias hambar. Karyawan lain melapor pada Pak Agung, akhirnya Arjuna pun di panggil menghadap Bos mereka itu.


Arjuna tidak bisa mengelak lagi memang ia yang membuat makanan-makanan tersebut, ia pun pergi menemui pamannya, untuk mempertanggungjawabkan semuanya di depan Bos.

__ADS_1


"Om kecewa padamu Juna, ada apa dengan mu kenapa semua masakan yang kau masak hari ini semuanya berantakan. Rasa dan bentuknya pun berbeda tidak seperti yang biasa kau buat!" ujar Pak Agung? kesal.


"Maaf Om, saya kurang fit hari ini," ucap Arjuna beralasan.


"Om lihat kamu baik-baik saja, tidak seperti orang sakit. Ayo katakan sejujurnya ada apa sebenarnya, apa ada masalah yang membuat kamu tidak pokus begini?"


"Maaf Om, sekali lagi maaf. Jujur aku memang ada masalah hal itulah membuat aku tidak pokus Om," jelas Arjuna.


Aku rasa lebih baik aku bercerita saja pada Om Agung, dari pada aku yang menanggung malu dan beban tindakan yang sama sekali tidak aku lakukan itu, ucapnya membatin.


Arjuna pun mulai menceritakan semua fitnah tentangnya yang sudah tersebar kemana-mana kalau ia dan Putri di tuduh yang bukan-bukan. Sontak Pak Agung menyebut, ia tidak menyangka ada orang yang tega menfitnah melakukan hal yang tidak dilakukannya itu.


Arjuna berterimakasih pada Pak Agung sebab ia tidak mempercayai semua isu miring tentangnya itu. Namun, isu tersebut beredar sangat cepat hingga sampai ke telinga Sultan. Ia pun mempercayai hal tersebut. Setelah mengantar Ratu pulang ia langsung mendatangi Putri ke tempat kerjanya dan mengajak Putri pulang dengan cara kasar bahkan mempermalukan Putri di depan semua orang yang ada di lestoran saat itu.


Malu bukan main yang dirasakan oleh Putri karena Sultan datang-datang langsung menarik tangannya memperlakukan dia secara kasar, Sultan juga menarik rambut Putri dan? menyeretnya keluar. Putri yang masih sibuk berkerja tentu saja langsung kaget melihat sikap Sultan yang tiba-tiba kasar bagitu.


Semua orang juga kaget melihat perlakuan Sultan yang tiba-tiba begitu, sehingga dalam waktu sekejap saja ruangan itu sudah penuh dengan para karyawan dan tamu-tamu semua mengelilingi Sultan dan Putri.

__ADS_1


Putri menarik tangan Sultan dan membawanya menuju mobil.


"Apa-apaan ini, kenapa kamu berbuat seperti ini Sultan? hilang harga diriku di depan semua orang karena kamu sudah memperlakukan aku secara kasar. Apa salahku? apa kamu tidak bisa menyuruh aku pulang secara baik-baik?" ujar Putri merasa dongkol.


"Jangan banyak bicara kamu! Apa lagi membicarakan masalah harga diri. Kamu kira perbuatanmu itu terpuji, masih merasa punya harga diri?" cetus Sultan memerah.?


"Apa maksudmu Sultan tolong jangan seperti ini aku malu."


"Saya rasa tamparan ini cukup membuatmu sadar Putri, kalau kamu sudah tidak ada harga diri lagi di mataku!" cetus Sultan. Plak ...! satu tamparan yang panas mendarat di pipi Putri.


"Keterlaluan kamu Sultan!"


Plak ...! gantian Putri yang menampar Sultan.


Sultan semakin emosi ia menarik rambut Putri yang kedua kalinya. "Pulang kamu! dasar istri tidak punya rasa malu, sudah berbuat kesalahan tidak sadar diri pula, masih nyolot membela diri," bentak Sultan.


Putri menangis semua karyawan bagaikan sedang menonton film. Tampar menampar sudah terjadi bukan hanya tamparan yang sakit di rasakan Putri namun rasa malunya melebihi rasa tamparan tersebut. Putri terpaksa mengikuti Sultan. Sejumlah karyawan dan para tamu yang menonton adegan panas itu saling berbisik satu sama lain.

__ADS_1


Sultan segera menutup pintu mobil secara kasar. Karna Sultan seorang selebriti yang tentunya banyak di soroti. Seketika itu pula banyak wartawan berdatangan di lestoran tersebut, untuk meminta keterangan pada Sultan dan para saksi apa yang sebenarnya telah terjadi.


Apa benar kabar miring yang di lontarkan pada Putri yang sudah berbuat mesum dengan Arjuna. Mereka berbondong-bondong mendekati mobil Sultan meminta penjelasan. Namun, Sultan tidak memperdulikan hal tersebut ia mengusir para wartawan yang mencoba menghalangi jalannya.


__ADS_2