Mendadak Jadi Istri Sultan

Mendadak Jadi Istri Sultan
Raja tidak suka dengan Arjuna


__ADS_3

Putri pergi ke ruangan Juna tapi dia tidak ada di sana. Ia pun pergi ke arah dapur, tampak Arjuna sibuk menyiapkan makanan untuk Pamannya bos mereka. Ternyata di situ juga ada Bos mereka, yang menunggu Arjuna sedang mempersiapkan sarapannya.


Putri mengintip diam-diam mendengarkan mereka mengobrol.


"Juna, masak yang enak nya, Paman keluar sebentar ada yang tertinggal di mobil," ucap lelaki setengah baya Bos mereka yang bernama Pak Agung itu.


"Baik Paman," ucap Arjuna yang masih sibuk mempersiapkan piring untuk pamannya. Pagi itu, sepertinya ia membuat sarapan nasi goreng.


"Hem... hai di sini rupanya?" terdengar suara Putri menyapa.


"Putri?" Arjuna kaget melihat Putri tiba-tiba datang mengejutkannya.


"Kak Juna kok gak bilang-bilang kalau sudah masuk kerja? ngak ada telpon-telpon lagi selama ini," tanya Putri memasang wajah manyun karna kesal Arjuna tidak memberi kabar padanya selama beberapa hari itu.


"Iya, maaf. Baru masuk hari ini kok Put, tadinya mau telpon kamu tapi ...," Juna tidak melanjutkan kata-katanya.


"Tapi apa?" timpal Putri.


"Rasanya tidak pantas seorang pria yang bukan siapa-siapanya telponin istri orang pagi-pagi. Aku tidak mau suami mu salah paham." ujar Arjuna memberikan alasan.


"Oh ya? sejak kapan Kak Juna takut dengan Sultan? bukankah Kak Juna sudah tau bagaimana hubungan aku sama Sultan?"


"Sudahlah Put, mulai saat ini sebaiknya kita jaga jarak saja. Karena aku tidak mau ada yang memfitnah kita macam-macam lagi."


Putri terdiam beberapa saat ia pun menatap tajam mata Arjuna. Arjuna menunduk tidak berani menatap Putri ia berpura-pura sibuk padahal pekerjaannya sudah selesai.

__ADS_1


"Kok kak Juna kok bicara begitu? apa Kak Juna sudah tau kalau kita di fitnah orang-orang?"


"Iya aku sudah tau Put, dan aku sangat malu dengan tuduhan itu."


"Harusnya aku yang lebih malu Kak, aku minta maaf karna aku semua itu terjadi aku sudah membuat Kak Juna malu," Putri lari di hadapan Arjuna membawa hati kesalnya.


"Put, Putri tunggu! aku tidak bermaksud memojokkan mu Put!" teriak Arjuna.


"Tidak perlu minta maaf Kak, aku lah yang salah karna sudah dekat dengan Kak Juna."


Arjuna jadi serba salah ia terduduk menyesali semua ucapannya yang membuat Putri kesal.


"Maafkan aku Put, aku hanya ingin hubungan kamu dan suamimu baik-baik saja, aku juga tidak mau dianggap orang sebagai perusak rumah tangga mu." batin Arjuna.


"Oh iya itu sudah siap di meja Om, permisi ya Juna mau lanjut kerja yang lain."


"Tidak perlu Juna, kamu temani Om makan saja!" pinta Pak Agung.??


"Maaf Om, Juna sudah sarapan tadi dirumah," tolaknya.


"Gak apa-apa, gak makan juga gak apa-apa. Temani Om duduk saja."


Aduh ni Om, gak tau kita lagi sedih. Gimana mau gabut kalau gini pastinya ia akan bertanya-tanya kalau aku murung, batin Arjuna jadi serba salah.


"Juna kok diam? kamu melamun ya?"

__ADS_1


"Gak kok Om, aku cuma lagi liatin makanannya apa sudah pas atau ada yang kurang," ucap Juna beralasan.


"Pas kok Juna, kamu memang Koki handal di lestoran ini masakan kamu top markotop. Tidak sia-sia Om angkat kamu jadi ketua Shep di sini," puji Pak Agung.


Sultan mencoba terseyum walau hatinya tidak baik-baik saja. Ia tidak mau kalau Pak Agung ?pamannya itu mengetahui kesedihannya saat itu.


Saat itu pula diam-diam Raja mengintip dari jauh dengan rasa iri nya ia berkata sinis sambil memperhatikan kedekatan Arjuna dan Pak Agung.?


"Baru aja jadi Koky udah belagu ada-ada saja yang dilakukannya untuk menarik perhatian Pak Agung, dasar pria tukang cari muka bekerja tidak proporsional!" dengusnya merasa iri.


Ternyata Raja tidak tau kalau Arjuna adalah keponakannya Pak Agung Raja pun berencana akan menjatuhkan Arjuna dari posisinya saat itu karna ia merasa iri Pak Agung lebih dekat dengan?nya.


Di lestoran itu Arjuna baru saja diangkat jadi Shep yang awalnya cuma pelayan biasa. Raja yang bertugas sebagai pengawas para karyawan di tempat itu mudah saja baginya untuk menjatuhkan Arjuna dari posisinya.


Aku cuma perlu menunggu saat yang tepat untuk menjalankan rencana, tunggu saja tanggal mainnya Arjuna kamu akan digeser dari posisi yang paling rendah di tempat ini yaitu cleaning servis lebih tepatnya jadi OB atau sebagai tukang cuci piring biar kamu rasa udah berani-berani cari muka di depan Bos, ujar Raja dengan rencana busuknya.


Saat Raja memperhatikan dari jauh ternyata Pak Agung mengetahui keberadaan Raja ia pun memanggil Raja untuk ikut menikmati makanan yang di buat Arjuna.


Raja memandang sinis ke arah Arjuna. Tapi tidak diketahui Pak Agung, s?edangkan Arjuna cuma biasa saja ia tersenyum ramah. Tapi, tidak di balas Raja malah ia membuang muka saat melihat Arjuna.


"Raja kemarilah. Ayo makan dengan kami dari pada kamu makan diluar mending kamu cicipi hasil masakan Shep baru kita ini, di jamin kamu ketagihan. Nasi gorengnya sedap dan gurih sini keburu abis ya," ajak Pak Agung.


"Em ... saya sudah sarapan di rumah Pak," ujar Raja menolak. Ia pun pamit pergi dari tempat itu.


Arjuna hanya memandangi kepergian Raja dengan tatapan heran. Aku bingung deh sama Raja sebenarnya kenapa ya dia begitu benci padaku pandangannya selalu sinis terhadap ku, batin Arjuna merasa tidak nyaman.

__ADS_1


__ADS_2