
Putri pulang kerumah dengan wajah murungnya. Ia mengetuk pintu dan dibukakan Mamanya, setelah itu ia langsung pergi ke kamarnya tanpa banyak bicara tidak seperti biasanya. Mamanya memandang aneh ke arahnya ia bingung bertanya pada Putri tapi tidak dijawabnya. Mamanya semakin penasaran ia mengikuti Putri berjalan menuju kamarnya.
Tiba di ranjangnya ia langsung duduk di ikuti mamanya dengan kagetnya Putri nyaris pingsan melihat mamanya tiba-tiba saja nongol di dekatnya karena pintunya lupa di kuncinya.
"Mama ngagetin aja!" ucap Putri terperanjat.
"Hem, kamu itu kenapa pulang dengan wajah masam seperti itu? apa ada masalah di tempat kerjanya?" tanya Mamanya pemasaran.
"Iya Ma, Putri malu karna di fitnah seseorang."
"Di fitnah? siapa yang memfitnah kamu?"
"Tidak tau Ma," jawab Putri lemah.
"Gimana ceritanya kok kamu bisa di fitnah gitu."
Melihat Mamanya penasaran, Putri pun menceritakan semuanya pada mamanya.
Mama menghela napas panjang, "Ya ampun Put, parah banget orang yang sudah menfitnah kamu jangan biarkan dia. Kamu harus tau siapa orangnya. Bila perlu kita lapor polisi karena itu pencemaran nama baik namanya."
"Iya Ma, Putri akan cari tau siapa orangnya."
"Kasian Arjuna, apa dia tau kalian di tuduh seperti itu?"
__ADS_1
"Belum tau Ma, karna dia belum masuk kerja dia masih belum pulih. Tapi aku heran deh sama Kak Juna, kenapa juga dia tidak mau lapor polisi dia sudah di aniaya habis-habisan sama orang itu. Tapi dia malah santai aja gitu Ma, gak ada pembalasan sama sekali darinya. Aku aja gregetan pengen lapor tapi dia larang sepertinya dia melindungi orang jahat itu deh," ucap Putri bercerita.
"Mungkin dia sudah diancam sama orang yang telah menganiaya dia Put," tebak Mama.
"Sepertinya begitu Ma. Tapi aku gak habis pikir deh Ma, Kak Juna itu orang ya baik, gak pernah bikin masalah sama orang kok masih ada ya, yang jahatin dia sampai menyekapnya gitu. Apa salah ya aku jadi penasaran."
"Namanya orang jahat gak peduli sama siapa saja Put, ia akan berbuat tanpa berpikir lagi."
"Iya Ma kasian Kak Junanya gak ada kesalahan digituin."
"Oya Put, ngomong-ngomong gimana kabar suami kamu apa dia sudah pulang ke luar negeri?" tanya Mama tiba-tiba ingat Sultan.
"Belum Ma, minggu depan mungkin. Kenapa Ma?" tanya Putri.
"Tidak apa-apa kok, Mama cuma bertanya saja. Tapi dia adakan menghubungi kamu?"
"Ada kok Ma. Mama kuatir ya sama Sultan?"
"Iya Put, Mama kuatir dia selingkuh di sana."
"Astaga Mama kok berpikir gitu sih. Gak mungkin Sultan selingkuh."
"Ya ... apa ya yang tidak mungkin si Put, kamu aja jarang telponan sama dia."
__ADS_1
"Ada kok Ma dia telpon aku, dia kan di sana sibuk syuting Ma."
"Lagian kamu kok aneh si Put, kok gak mau di ajak keluar negeri kalau Mama si gak akan nolak apalagi sama suami tampan seperti Sultan. Itung-itung sambil bulan madu gitu. Kalian kan baru saja menikah," cibir Mama.
"Putri gak suka jalan-jalan Ma. Capek."
"Apa ya yang cepek?"
"Ya capek lah Ma, di sana cuma makan tidur saja mending Sultan ada kegiatan lah aku mau ngapain di sana. buang-buang energi saja."
"Dasar aneh kamu Put, dimana-mana istri itu pengennya selalu dekat dengan suami lah kamu malah gak mau di ajak kemana-mana. Mama curiga deh sama kamu jangan-jangan kamu masih ada perasaan ya sama pacar kamu Raja itu."
"Apaan si Ma, gak ada kok. Putri kan udah jadi istri orang mana boleh mikirin mantan lagi."
Baik lah kalau seperti itu jangan sampai mama tau "Kalau kamu masih ada hubungan dengan Raja Mama gak akan ampuni kami Put, lagian apa hebatnya itu pria udah jelek sok kaya lagi, lain dengan Sultan kaya dan baik hati," puji Mamanya.
Tapi nyebelin Mama ... mending Raja selalu ngangenin walaupun aku benci banget sama dia tapi aku sangat merindukan dia. Ya Tuhan kapan aku bisa move-on dari dia. Semakin aku membencinya maka aku semakin tersiksa, batin Putri.
"Udah deh Ma, gak usah bicara mereka lagi aku lagi pusing nih pengen istirahat."
"Ya sudah, kamu mandi dulu habis itu baru istirahat Mama tinggal dulu. Jangan lupa makan Put, Mama masak enak hari ini buat kamu."
"Masak apa Ma?" Putri langsung semangat.
__ADS_1
"Lihat aja sendiri di dapur," ucap Mamanya ia pun pergi dari kamar Putri. Secepatnya Putri bergegas pergi mandi perutnya juga sudah bunyi dari tadi.