Mendadak Jadi Istri Sultan

Mendadak Jadi Istri Sultan
Putri mengatakan semuanya pada Pak Dewa


__ADS_3

Mereka masih di dalam perjalanan menuju rumah Pak Dewa. Putri tampak dalam keadaan lusuh dengan rambut acak-acakan habis di tarik-tarik Sultan. Hari itu adalah hari yang sangat menyedihkan buat Putri. Bukan cuma semua karyawan yang mengetahui hal tersebut, tapi di luar pun semua mengetahui karna di liput oleh beberapa wartawan dan seketika kabar tidak baik itu tersebar dimana-mana sampai pada orang tuanya yang saat itu sedang menonton.


Kedua orang tua Putri kaget melihat Putri masuk di salah satu Chanel TV dengan topik berita panas hari itu. Sontak keduanya menjerit melihat Putri yang di seret Sultan dan di maki-maki tentu saja mereka tidak terima anak mereka di perlakuan seperti itu. Mereka berniat saat itu juga akan mendatangi rumah Sultan.


Pak Dewa juga yang saat itu tengah menonton langsung histeris berteriak. Matanya melotot melihat ada Sultan dan Putri masuk berita terpanas hari itu. Emosinya tiba-tiba memuncak memaki Sultan dengan kasarnya.


"Dasar anak tidak tau malu! bisa rusak reputasi ku seperti ini kelakuannya sungguh di luar nalar kenapa mereka bisa bertengkar di depan publik seperti ini?" ujar Pak Dewa memanas.


Sultan dan Putri saat itu masih dalam perjalanan menuju rumah Pak Dewa. Mereka saling membuang muka sejak dilestoran tadi. Putri masih dengan raut wajah yang memerah begitu pula dengan Sultan. Sultan semakin merasa emosi saat mendapat telepon dari menejernya yang menanyakan hal yang baru saja terjadi di Lestoran.


"Kurang ajar! ini semua karna kamu Putri, hancur karirku karena ulah mu!" cetus Sultan membanting ponselnya.


"Enak saja kamu bilang karna aku. Bukannya kamu sendiri yang sudah berulah kamu kan yang memulai duluan?" sahut Putri dengan wajah sinis.


"Kalau tidak kamu berbuat mesum dengan Arjuna aku tidak akan mendatangimu. Dimana harga diriku sebagai Suami. Hah!"


"Semua itu tidak benar Sultan! ada orang yang sudah menfitnah aku. Kamu terlalu mempercayai omongan orang tanpa menayakan kepastian dulu padaku."


"Jangan beralasan. Berlagak sok suci gitu menuduh orang memfitnah mana mungkin orang tau jika hal itu tidak kamu lakukan!"


"Terserah kamu saja, mau percaya atau tidak tapi aku berani bersumpah di depan nama Tuhanku kalau aku tidak melakukan hal keji itu. Aku sama Arjuna hanya hubungan persahabatan mana mungkin aku berbuat yang tidak senonoh begitu, aku masih waras kali?"


"Persahabatan Pret ... persahabatan seperti apa itu dari dulu juga orang pada tau Put, kalau Arjuna menyukai kamu. Aku tidak percaya hal tersebut."


"Terserah kamu saja, aku pusing cepatan nyetirnya aku pengen cepat-cepat turun. Semenjak kenal kamu hidupku menderita Sultan aku mau hubungan ini segera berakhir!" Putri memanas.


"Oke kalau itu maumu kita bicarakan hal ini dengan Papa."


"Aku lihat keberanian mu jangan cuma omongan doang, ucap Putri menantang.

__ADS_1


"Kali ini aku serius, dan aku sudah tidak betah dengan pernikahan ini."


Sultan menambah kecepatan mobilnya hingga mereka hampir sampai di rumah Pak Dewa saat mereka memasuki halaman rumah Pak Dewa di depan pintu Pak Dewa sudah berdiri berkacak pinggang sepertinya raut wajah Pak Dewa tidak sedang bahagia seperti hari-hari sebelumnya yang selalu tersenyum bahagia saat mereka datang. Wajah itu penuh dengan amarah dan tampak garang.


Darah Putri berdesir saat turun dari mobil, langkah kakinya mulai kaku Putri gemetaran. Tidak pernah ia merasakan sensasi yang aneh seperti itu saat berhadapan dengan Pak Dewa.


"Siang Pa," ucap Sultan rada ketakutan dengan senyum yang di buat-buat.


Sultan bersalaman dengan Pak Dewa begitu pula dengan Putri juga ikut menyapa dan bersalaman.


"Duduk!" bentak Pak Dewa membuat keduanya kaget. Mereka saling berpandangan dan duduk pada posisi masing-masing.


Ada apa ini? jangan-jangan Pak Dewa sudah mengetahui semua kejadian hari ini, batin Putri gemetaran sambil menggigit bibirnya merasa cemas Pak Dewa akan marah.


"Sebagai orang tua aku sangat malu punya anak seperti kalian! tidak punya etika sama sekali!" ujar Pak Dewa langsung melontarkan kata-kata yang kasar. Apa yang dikuatirkan Putri terjadi. Pak Dewa marah besar pada mereka berdua.


Plak ...! "Salah paham kamu bilang?"


"Maafkan Sultan Pa, Sultan emosi saat mendengar info kalau Putri sudah berselingkuh dengan Arjuna." akhrinya Sultan membicarakan alasannya mengapa ia berbuat kasar pada Putri saat di lestoran tadi.


Putri Shok saat mendengar ucapan Sultan.


"Selingkuh?" ucap Pak Dewa menatap tajam ke arah Putri.


"Iya Pa, Putri sudah mengkhianati Sultan, dan saat ini Sultan mau menceraikan dia!" tunjuk Sultan pada Putri, Putri ternganga tidak percaya pada hal yang di ucapkan Sultan begitu lantang di denger olehnya.


Dasar pria egois, dengus Putri memanas.


"Itu semua tidak benar Pak, Putri tidak selingkuh itu semua fitnah!" seru Putri membela dirinya di depan Pak Dewa.

__ADS_1


Putri menatap tajam ke arah Sultan, diikuti tatapan Pak Dewa yang searah menatap tajam pada Sultan dan dirinya.


"Yang mana yang benar!" ucap Pak Dewa jadi bingung keduanya saling membela diri masing-masing.


Mereka pun jadi bertengkar di depan Pak Dewa tanpa ada yang mau mengalah.


"Diam semuanya diam!" bentak Pak Dewa memanas melihat keduanya jadi bertengkar hebat sampai mengajak bercerai.


"Sultan apa kamu sadar dengan ucapan mu itu!"


"Sadar Pa, sangat sadar. Keputusan ku sudah bulat aku dan Putri mau bercerai saja!"


Pak Dewa tampak panik itu di luar dugaannya tidak seharusnya Sultan bercerai dengan menantu yang di harapkan nya akan memberikannya keturunan bagi anaknya.


"Tidak Sultan, kalian tidak boleh bercerai!" tolak Pak Dewa tidak setuju dengan keputusan Sultan.


"Sultan tidak mau mempertahan istri yang sudah berkhianat Pa, gara-gara dia hancur reputasi Sultan, selama ini pun Sultan hanya di buat susah olehnya jadi untuk apa menikahi dia. Jalan satu-satunya adalah kami harus segera berpisah," ucap Sultan dengan tegas di depan Papanya.


"Aku juga sudah tidak tahan dengan semua ini. Hari ini juga aku akan keluar dari rumah ini!" Putri bergegas pergi ke kamar mengemasi pakaiannya dalam koper dan ia siap akan pergi.


"Putri ... Put ... Jangan pergi ...!" seru Pak Dewa menghalangi jalan Putri.


"Putri sudah cukup sabar bertahan selama ini Pak, inilah saat nya Putri mengakhiri semuanya. Selesai sudah sandiwara pernikahan ini," ucap Putri sedikit tersenyum namun hati nya sangat sakit saat mengatakan semua itu, seketika itu air matanya mengalir deras, apalagi saat melihat Pak Dewa yang dianggapnya sebagai orang yang sangat menyayangi dia didalam rumah itu.


"Putri apa maksud pembicaraanmu itu?" Pak Dewa kaget saat mendengar ucapan Putri.


"Yah, asal Bapak tau selama ini kami tidak pernah melakukan hal yang seharusnya di lakukan sebagai Pasutri Pak, hubungan pernikahan ini hanya di atas kertas. Sama sekali aku tidak mencintai Sultan begitu juga sebaliknya. Hanya di depan Bapak saja kami berpura-pura jadi suami-istri tapi di luar itu kami tidak punya hubungan apa-apa. Itu semua kesepakatan kita berdua dari pertama menikah." ucap Putri mengakhiri pembicaraan nya ia pun menyeret kopernya dan berlalu dari tempat itu.


Pak Dewa shok mendengar ucapan Putri ia terduduk di kursi merasa kecewa.

__ADS_1


__ADS_2