Mendadak Jadi Istri Sultan

Mendadak Jadi Istri Sultan
Penghianatan Ratu


__ADS_3

Sudah dua hari Putri di rumah orang tuanya Hari-harinya begitu sepi dan hampa saat itu ia sedang merenungi nasib pernikahannya yang sudah di ambang kehancuran. Putri menyeka air matanya yang terus mengalir padahal awalnya ia tidak pernah merasa seperti itu, ia selalu biasa saja jika ada masalah dengan Sultan tapi kali itu ia tidak bisa membohongi rasanya yang tiba-tiba hadir dalam hatinya yang paling dalam. Ia merasa sangat terpukul dengan musibah yang baru saja ia alami saat itu dia dan Sultan akan segera bercarai dalam waktu dekat ia telah kehilangan sosok Sultan yang selama ini selalu menemani hari-harinya.


Tidak ada tempat untuk melampiaskan kemarahannya lagi, hari-hari begitu terasa sepi tidak ada pertengkaran dan maki-makian lagi ia tiba-tiba ia rindu suasana itu. Apalagi saat di rumah Sultan ia rindu pada Pak Dewa yang selalu perhatian padanya dan Sultan yang selalu buat nya emosi setiap saat. Putri seperti orang gila jika ingat hari-harinya bersama Sultan bagai Tom dan Jerry ia pun tertawa sendiri. Tapi setelah tertawa tanpa di sadari air mata telah lolos di pipinya. Ia merindukan saat-saat itu yang kini ia merasa kesepian. Apalagi Mama dan Ayahnya jarang kerumah karena sibuk bekerja hal itu membuatnya bosan harus tinggal di rumah.


Dalam kesendiriannya ia selalu memikirkan kenangan bersama Sultan. "Aku tidak boleh mikirin Sultan, dia sudah punya Ratu dan mungkin saat ini dia bersama kekasihnya itu. Buat apa juga aku mikirin dia. Toh, dia juga gak peduli sama aku. Sudah dua hari ini dia tidak menghubunginya aku. Aku jadi semakin yakin kalau Sultan benar-benar telah membenci aku," ucap Putri sendirinya.


Ia pun mencoba menghibur pikirannya ke hal lain.


Di tempat lain,


Akhirnya Sultan memberanikan dirinya untuk menemui Ratu di rumahnya setelah beberapa kali menelpon meminta untuk bertemu. Ada-ada saja alasan yang di buat Ratu untuk menghindari Sultan.


Maksud kedatangan Sultan ingin meminta bantuan pada Ratu untuk cari kos-kosan untuknya tinggal sementara waktu. Sultan datang dengan membawa kopernya yang berisi pakaiannya ia menyeretnya menuju rumah Ratu.


Setelah sampai di halaman rumah Ratu, ia mengetuk pintu rumahnya sambil mengucap salam. Namun, bukan Ratu yang membukakan nya pintu tapi seorang pria yang bukan bagian dari keluarga Ratu. Dia adalah Gara teman laki-laki Ratu yang sudah jadi kekasihnya beberapa bulan itu. Sultan kaget melihat Gara yang membuka pintu untuknya. Gara juga teman Sultan saat di lokasi syuting. Ia tidak tau kalau antara Gara dan Ratu punya hubungan khusus di belakangnya, mereka telah berselingkuh.


"Gara? kamu ada di sini?" ucap Sultan kaget padahal Gara menurut kabarnya keluar negeri.

__ADS_1


"Iy-iya aku di sini baru saja datang," ucapnya terbata-bata ia merasa panik karna ketahuan berduaan dengan Ratu di rumah itu.


"Sayang ...! siapa yang datang?" teriak Ratu dari dalam hendak keluar mendengar ada yang mengetuk pintu.


Sultan terbelalak mendengar Ratu memanggil Gara dengan sebutan Sayang. Saat Ratu keluar ia kaget ternyata Sultan yang datang.


"Sayang? kamu panggil Gara dengan sebutan Sayang?"


"A- ini tidak seperti yang kau pikirkan. Aku cuma salah panggil saja tadi," ucap Ratu bersikap gugup.


"Sultan tunggu ...!" teriak Ratu.


"Sudahlah Ratu, kita akhiri saja hubungan kita!" ucap Sultan memerah ia tidak menghiraukan semua ucapan Ratu lagi, karena ia sudah tidak percaya lagi apa yang Ratu katakan.


"Kalian berdua penghianat!" teriak Sultan.


Gala menunduk menyadari kesalahannya karena sudah diam-diam menjalin hubungan dengan Ratu tanpa sepengetahuan Sultan ia mencoba mengejar Sultan yang sudah beranjak dari tempat itu menjelaskan semuanya pada Sultan ia pun berterus-terang pada Sultan.

__ADS_1


"Maafkan aku Sultan. Aku mencintai Ratu dan kami sudah lama saling mencintai," ucap Gara sambil memohon agar Sultan mengerti.


"Lanjutkan saja hubungan kalian, biar aku yang mengalah," ujar Sultan pasrah.


"Sultan ... maafkan aku!" ucap Ratu menyambung tampak ia menangisi kepergian Sultan.


"Tidak ada gunanya kamu minta maaf sudah lah, Mulai sekarang aku akan pergi dari kehidupanmu," lirih Sultan tidak kuasa menahan sedihnya ia pun pergi. Sedangkan Ratu menyesali semuanya.


Gara menghampiri Ratu dan menghentikan tangisnya. "Sudahlah, mari kita masuk!" ajaknya pada Ratu.


"Semua ini gara-gara kamu Gara, hubunganku sama Sultan sudah berantakan aku benci kamu!" bentak Ratu memarahi Gara.


"Kenapa kamu menyalahkan aku apa kamu menyesal kalau Sultan telah mengetahui semuanya?"


"Iya, aku menyesal karena kamu tidak ada apa-apanya di bandingkan Sultan," seru Ratu membanding-bandingkan. Ia meninggalkan Gara dan menutup pintu rumahnya sambil mengusir Gara dengan kasar.


"Dasar Perempuan licik sudah banyak aku berkorban untuknya selama ini begini balasannya ke aku. Jadi dia lebih mencintai Sultan! tunggu saja pembalasanku aku tidak akan diam kamu buat begini Ratu," ucapnya Gara penuh dengan amarah ia pun meninggalkan rumah Ratu.

__ADS_1


__ADS_2