Mendadak Jadi Istri Sultan

Mendadak Jadi Istri Sultan
Semua orang mencari Arjuna


__ADS_3

Arjuna masih meringis seorang diri menahan rasa sakitnya. Ia berteriak-teriak meminta pertolongan pada warga tapi tidak seorang pun yang mendengar teriakannya hingga ia lelah berteriak.


Setelah menjelang malam hari Arjuna tidak sadarkan diri lagi ia masih berada di tempat itu. Tidak ada seorang pun yang mengetahui keberadaannya di situ ia tergeletak di tanah dengan wajah yang memar.


Putri yang tidak tau hal yang telah menimpa Arjuna saat itu. Ia menghubungi Arjuna sebab ada barang yang tertinggal di motor Arjuna. Putri terus menghubungi nomor Arjuna tapi tidak tersambung. Akhirnya ia pun menghubungi Mama Arjuna.


Putri kaget setelah mendengar jawaban mamanya kalau Arjuna tidak pulang kerumah. Mamanya mengira kalau Arjuna lembur tapi setelah mengetahui kalau Arjuna tidak lembur dan kemarin sudah pulang. Mamanya pun Shok meminta Putri mencarinya Putri pun jadi panik ia langsung menutup ponselnya dan segera mengabari Tia.


Tia ikut panik. Setelah dapat telpon dari Putri. Tia menghubungi semua teman sekerjanya untuk menanyakan keberadaan Arjuna tapi semua mereka tidak tau dimana Arjuna. Tia semakin panik begitu juga Putri.


"Ya ampun, kok Kak Juna tiba-tiba ngilang gini sih?" tanya Putri tampak bingung.


Hari semakin gelap Arjuna belum pulang ke rumah mamanya panik berkali-kali menelpon Putri, Putri tambah panik dan kuatir akan keadaan Arjuna. Apalagi Ponselnya tidak bisa di hubungi.


Saat pikiran Putri tengah kacau Sultan menelponnya menanyakan keberadaannya saat itu. Sultan juga memberitahukan pada Putri kalau ia besok harus ada di rumah sebelum Papanya mengetahui semua kebohongan Sultan yang mengatakan kalau mama Putri sakit.


Tentu saja Putri menolak dan tidak bisa pulang secepatnya apalagi ia harus mencari Arjuna yang tiba-tiba menghilang. Sultan membentak Putri dan mengancamnya tapi Putri tidak peduli ia masih belum mau pulang.


Sultan memanas dan tidak tau akan berbuat apalagi buat beralasan pada Papanya. Sebentar lagi Papa nya akan pulang Sultan semakin panik.

__ADS_1


Tok...


Tok...


Tok...


Bunyi pintu di ketuk seseorang.


"Itu pasti Papa! ya ampun aku harus bilang apa?" tanya Sultan sibuk mondar-mandir di ruang tamu.


Pak Dewa mengetuk pintu lebih keras lagi dan memencet Bel juga.


"Papa?" Sultan terbelalak.


"Lama sekali bukanya Papa sudah capek!" ujar Pak Dewa langsung masuk.


"Maaf Pa," ucap Sultan gugup.


"Kamu ngapain aja di dalam mana Putri?" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Putri belum bisa pulang Pa," jawab Sultan beralasan.


"Lho kenapa? apa Mamanya masih di rumah sakit?"


"Sudah pulang si Pa, cuma Putri masih ingin menemani Mamanya."


"Oh awas saja kamu sampai buat masalah lagi!" ancam Pak Dewa menoleh dengan sinisnya ke arah Sultan. Pak Dewa langsung masuk ke kamarnya.


Sultan jadi semakin takut. Apalagi ia tidak bisa membujuk Putri agar mau pulang besok. Sultan jadi serba salah ia pun teringat apa yang sudah di lakukan nya pada Arjuna.


"Ya ampun apa yang sudah kulakukan pada Arjuna kenapa aku menyiksanya dia kan teman Putri."


Jika Putri tau kalau ia yang sudah menyekap Arjuna pasti ia akan marah besar pada Sultan. Putri pasti tidak mau pulang ke rumah lagi kalau sudah begitu pasti papanya akan marah besar padanya. Sultan pun semakin gusar sepanjang malam itu ia tidak bisa tidur dengan nyenyak.


Keesokan harinya Sultan bangun ia membuka matanya pelan ia melihat hari sudah pagi tampak diventilasi ada cahaya masuk. Ia teringat lagi pada Arjuna. Ia pun segera menelpon anak buahnya untuk mengecek keadaan Arjuna di tempat kemarin.


Para anak buahnya pun pergi. Mereka kaget melihat Arjuna sudah tidak ada di tempat itu. Ikatan tali sudah terlepas ada bekas gunting memotong tali tersebut.


"Siapa yang menolong Arjuna?"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2