Mendadak Jadi Istri Sultan

Mendadak Jadi Istri Sultan
Sultan dan Arjuna mendatangi rumah Putri


__ADS_3

Di luar rumah Putri masih ada Sultan dan Arjuna mereka masih enggan untuk meninggalkan rumah itu sebelum Putri buka pintunya. Putri sudah kembali ke kamar Mamanya mengabaikan dua pria itu ia masih merasakan sakit hati apalagi saat melihat wajah Sultan bawaannya ia ingin marah-marah saja. Putri duduk di samping Mam anya dengan raut wajah datar seolah tidak terjadi apa-apa.


"Putri bagaimana Rentenir apa masih memberi toleransi pada Mama? kamu tidak di apa-apa oleh mereka kan?" tanya Mama Dayang.


"Iya Ma mereka sudah pergi, mereka tidak ngapa-ngapain Putri kok," ucap Putri berbohong.


"Kamu kenapa begitu? ada apa Rentenir itu bicara apa padamu?" tanya Mama lagi.


"Mereka cuma bilang Mama harus segera melunasi hutang Mama. Itu saja," jawab Putri.


"Tapi kok Mama lihat wajah kamu aneh gitu?"


"Biasa saja kok Ma ...!" ucap Putri tanpa ekspresi.


Putri pamit pergi ke kamarnya. Mamanya pun menginjinkan nya karena hari pun sudah malam sudah waktunya tidur. Saat itu mereka cuma berdua dirumah sedangkan Ayahnya pergi cari pinjaman uang ke kekeluargaannya di kota.


Putri duduk di atas kasurnya dengan perasaan gelisah, sayup-sayup ia masih mendengar suara Arjuna memanggilnya. Ia pun mengambil kapas dan menutup kedua kupingnya.


Tiba-tiba saat itu turun hujan dengan derasnya. Terdengar gedoran pintu amat keras dari luar ternyata Sultan dan Arjuna masih berada di depan rumah Putri.


"Waduh, bagaimana ini aku kedinginan banget," ucap Sultan meringis.


Melihat wajah pucat Sultan Arjuna jadi panik ia menelpon Putri beberapa kali memohon dengan sangat, ia juga mengirimkan foto Sultan yang sudah menggigil kedinginan. Putri terpaksa membuka pintu rumahnya karena tidak tega melihat Sultan yang sudah menggigil di foto tersebut.


"Makasih Put, akhirnya kamu buka pintu juga," ucap Arjuna merasa lega.

__ADS_1


Setelah Arjuna bicara begitu tiba-tiba Sultan langsung lemah dan jatuh di tanah, sontak Arjuna kaget. "Astaga Sultan...!" teriak Arjuna.


Putri ikut kaget dan merasa bersalah karena sudah membiarkan Sultan kehujanan. Ia terdiam tidak bicara apa-apa sibuk dengan pikirannya.


Arjuna mengangkat tubuh Sultan. Namun, ia tidak mampu ia pun meminta bantuan pada Putri.


"Kamu sih Put, keterlaluan banget kan Sultan jadi begini!" cetus Arjuna menyalahkan Putri.


"Kok aku yang disalahin sih, lagian siapa suruh kalian kesini sampai hujan-hujanan gini. Tak penting banget, sudah tau mau hujan kenapa tidak cepat-cepat pulang? nyusahin saja," dengus Putri pura-pura marah padahal ia merasa ketar-ketir sebab Sultan sudah tidak sadarkan diri.


Duh, gawat ini kalau Sultan mati gimana? aku mau bilang apaan sama Pak Dewa. Pasti dia menyangka kalau aku yang bunuh dia, batin Putri tampak panik namun ia menyembunyikan wajahnya dari Arjuna.


"Tampang aja jagoan tapi fisik seperti Bayi lemah ... kena hujan aja udah pingsan," cibir Arjuna sambil memopong tubuh Sultan yang besar dan tinggi.


"Duh berat badannya bantuin Put," pinta Arjuna hampir terjatuh memopong tubuh Sultan.


"Kamu tega banget sama suami sendiri," ucap Arjuna kesal.


"Siapa bilang dia suami aku?"


"Kalian kan belum cerai, jadi status kalian masih suami istri lah."


Putri terdiam sambil melirik wajah Sultan yang tanpa dosa itu. Sultan terdiam membisu sebab ia pingsan coba aja dia sadar ia pasti akan memarahi Arjuna yang hampir menjatuhkan tubuhnya di tanah wkwkwkwk 🤭. Sedangkan Arjuna berusaha mengumpulkan tenaga untuk memindahkan Sultan ke kursi.


Arjuna berusaha sekuat tenaga di bantu Putri juga akhirnya tubuh Sultan berhasil diangkat dan di letakkan di kursi panjang.

__ADS_1


Hugh ...! napas Arjuna terengah-engah merasa lelah kehabisan tenaga mengangkat badan berat Sultan ia duduk di samping Sultan yang terbaring.


Sedangkan Putri mengambil minyak kayu putih dan Ari hangat untuk mengompres Sultan di dapur.


"Aku harus bilang apa sama Mama? kalau dia tau Sultan ada di sini pasti Mama marah-marah. Ada-ada saja Kak Juna pake bawa-bawa Sultan ke sini segala.," ucap Putri sibuk dengan gumamannya ia lupa kalau Mamanya belum tidur.


"Put, siapa diluar?" tanya Mama Arum hampir melihat ke arah depan.


"Mama? Aduh gawat ini Mama tidak boleh tau keberadaan mereka."


"Gak ada siapa-siapa Ma!" seru Putri bergegas pergi menemui Arjuna di ruang tamu untuk memberitahu kalau mereka harus bersembunyi.


"Ya ampun kok jadi repot begini yah," cap Putri mengeluh ia merasa serba salah, tidak tau bagaimana. Entah bagaimana reaksi mamanya nanti setelah tau kalau ada Sultan di rumahnya pasti Mama Dayang akan marah besar pada Putri karna sudah menerima Sultan di rumahnya. Sejak Sultan KDRT hari itu Mama Dayang benci pada Sultan bahkan ia berniat akan melaporkan Sultan ke polisi. Tapi karena ia sakit niatnya itu pun jadi tertunda.


Putri membawa baskom berisi kain kompres dan sebotol minyak kayu putih untuk Sultan.


Lupanya saat mendengar suara ribut, Mamanya berusaha bangun untuk memastikan siapa yang ribut-ribut di luar. Tapi, untung saja Putri keburu memanggil Mamanya dan mengalihkannya dengan hal lain agar ia tidak melihat ke ruang tamu.


Putri mengajak Mamanya kembali ke kamarnya dan menyuruh Mamanya segera tidur ia mengunci mamanya dari luar.


"Maaf Ma, ini demi keamanan. Putri terpaksa melakukannya," ucap Putri sambil mengunci kamar Mamanya setelah itu ia menemui Arjuna dan Sultan di ruang tamu.


Entah apa yang akan di lakukan Putri agar Mamanya tidak mengetahui kalau ada Arjuna dan Sultan di rumah itu.


"Untung saja Mama sakit, jadi ada alasan aku menyuruhnya tidur lebih awal kalau tidak, pasti Mama sudah memeriksa seluruh ruangan seperti biasa sebelum tidur." ucap Putri sedikit tersenyum.

__ADS_1


Putri bernapas lega ia mulai mengompres Sultan dengan air hangat sambil mencium-ciumkan minyak kayu putih ke hidung Sultan.


Tidak lama kemudian Sultan pun sadar, Arjuna sudah terlelap di kursi entah sejak kapan ia tertidur di sana.


__ADS_2