Mendadak Jadi Istri Sultan

Mendadak Jadi Istri Sultan
Sultan merasa iri


__ADS_3

Putri di ajak Bibik untuk menemui Pak Dewa yang melambai mereka dari tadi agar mendekat tapi Putri merasa malu harus melewati kerumunan para tamu.


Pak Dewa memandangi semua arah mencari keberadaan Sultan. Namun, tidak ia temui. Ternyata Sultan asyik mengobrol dengan Ratu pacarnya itu. Setelah Pak Dewa menoleh ke arah pojokan ia kaget melihat Sultan dan Ratu sedang mengobrol.


"Itukan Ratu, kenapa ada di sini?" ujar Pak Dewa tidak suka saat melihat keberadaan Ratu di tempat itu. Pak Dewa pun pergi menemui mereka. Putri dan Bibik jadi membungkam, tidak berani melanjutkan langkahnya karena melihat ke arah yang sama ada Sultan yang sedang mengobrol dengan Ratu yang akan di datangi Pak Dewa.


Pak Dewa datang menghampiri mereka, ia menegur Sultan, keduanya jadi kaget. Ratu tampak sungkan di dapati tengah mengobrol asyik dengan Sultan.


"Om Dewa? Apa kabar ya? Maaf waktu itu Ratu tidak datang, bukannya disengaja hanya karna Ratu tengah mengahadapi masalah yang mendadak pada saat itu Om, Ayah mengajak aku bersembunyi karna ada dekolektor mengejar-ngejar keberadaan Ayah. Kalau kami tidak lari saat itu mungkin kami sudah mati Om," ujar Ratu menjelaskan.


"Oh begitu, gak apa-apa kok, semua baik-baik saja tanpa kamu pun Sultan juga sudah menikah," sahut Pak Dewa dengan santainya.


"Apa?" Ratu melirik Sultan yang tampak gugup.


"Sayang? apa semua itu benar?" tanya Ratu pada Sultan yang tampak panik tidak bisa berkata apa-apa lagi ia melirik ke arah Putri yang memperhatikannya.

__ADS_1


Pak Dewa menoleh ke arah Putri. Ia memanggil Putri dan memperkenalkannya pada Ratu.


"Kenalkan ini Putri istrinya Sultan.


"Tidak mungkin, Sayang dia kan cewek yang waktu itu. Kamu bilang dia pelayan ternyata istri kamu?" tanyanya pada Sultan. Ratu memandang sinis ke arah Putri.


"A- aku bisa jelasin Ratu, plis dengerin aku dulu. Jangan pergi!" ucap Sultan terbata-bata.


Ratu memerah matanya mulia berkaca-kaca. "Kamu penghianat Sultan, Ratu mengayunkan tangan hendak menampar Sultan. Tapi, tangannya di sambut Pak Dewa. Semua memandang dengan ekspresi kaget, apalagi Putri ia ternganga saat Ratu hendak menampar Sultan saking kagetnya ia kok ada orang berani berbuat bagitu di depan Pak Dewa lagi.


"Papa jangan usir Ratu!" teriak Sultan hendak menyusul Ratu dan memanggilnya.


"Kurang ajar kalian!" bentak Ratu.


"Anak sama bapak sama-sama nyebelin!" ucapnya lancang, ia pun beranjak dari tempat itu. Sultan hendak menyusul tapi di cegah oleh Pak Dewa.

__ADS_1


"Sultan ...! masuk!" bentak Pak Dewa.


"Berani kamu melangkahkan kakimu diluar jangan harap harta warisan jatuh ke tanganmu!" ancam Pak Dewa.


Sultan menghentikan langkahnya dan ia tidak mau hal itu terjadi, ia pun kembali masuk. Masalah dengan Ratu gak apa-apa lah biarlah semua juga sudah terjadi kini, Ratu telah mengetahui kalau dirinya telah menikah ia pun pasrah menerima keadaan. Sultan merasa serba salah karna ia masih mencintai Ratu tapi ia bingung bagaimana dengan ancaman Ayahnya ia takut ayahnya membuktikan semua ucapannya.


Pak Dewa menarik tangan Sultan dan mengajaknya untuk ke depan. Acara akan segera di mulai ia juga mengajak Putri ke depan. Mereka pun pergi menemui para tamu undangan. Pak Dewa memberi kata sambutan untuk para tamu semua agar menikmati acara ultah itu. Teman-teman dan rekan kerja Pak Dewa dan Sultan memberikan selamat ulang tahun sambil memberikan kado masing-masing. Semua tamu di jamu dan di hibur dengan nyanyian dan tarian setelah akhir acara Pak Dewa mengumumkan hadiah untuk Anak dan menantunya.


Putri tidak menyangka ternyata bukan hanya Sultan yang dapat hadiah tapi ia juga dapat sepasang cincin berlian dan mobil baru dari Pak Dewa. Putri jadi tak enak mau menolak pun tidak bisa karena Pak Dewa pasti akan marah jika pemberiannya tolak.


Sultan jadi iri kepada Putri karena ia dapat sebagian dari warisannya juga. "Ini tidak boleh terjadi aku tidak rela berbagi dengan Putri. Gadis kampungan ini gak pantas dapatkan semua itu, sudah dapat hadiah dapat warisan juga. Papa tidak adil sudah keterlaluan enak banget hidupnya baru aja jadi istri sudah mendapatkan semua harta mereka." Sultan melirik dengan tatapan sinisnya ke arah Putri.


Putri melihat dengan heran kenapa Sultan memandangnya begitu. Ia pun menyimpulkan kalau Sultan tidak suka pada keputusan Pak Dewa. Putri merasa risih dengan pandangan Sultan tapi ia berpura-pura biasa saja di depan Pak Dewa.


"Kamu kira aku serakah dengan pemberian itu? aku sadar Sultan dan aku akan mengembalikan semuanya padamu. Karena itu sama sekali bukan hak ku antara kamu dan aku hanya sebatas sandiwara, jadi kamu jangan kuatir aku tidak akan menggunakan sepeserpun dari harta Pak Dewa itu," batin Putri bertekad.

__ADS_1


.


__ADS_2