Mendadak Jadi Istri Sultan

Mendadak Jadi Istri Sultan
Sultan memergoki Raja yang mengikuti Putri


__ADS_3

Prokk ... prokk ... prokk ....! terdengar seseorang bertepuk tangan. Putri menoleh dan langsung kaget Ia masih berdiri di samping lestoran tempatnya bekerja. mendengar suara tepuk tangan Putri mencari arah sumber bunyi. Seseorang berdiri di samping mobil dengan pandangan ya yang tajam ke arahnya dia adalah Sultan. Yang ternyata mengintai dari jauh.


"Ternyata ada orang yang tidak tau diri ya di sini. Sudah jadi mantan masih saja godain istri orang!" ucap Sultan sambil melayangkan senyuman sinis kearah Raja yang mengikuti Putri dari belakang.


Brengsek lupaya mobil nya yang mengikutiku tadi. Batin Raja merasa kesal.


Sultan sengaja membututi mereka dari tadi karna ingin tau apa yang akan dilakukannya Raja pada Putri. Raja terdiam sambil melirik ke arah Putri.


"Kamu ngapain pergi kesini? bukannya kamu mau jalan sama Ratu?" tanya Putri mendelik ke arah Sultan.


"Tuh dia ada di mobil, bentar lagi kami mau pergi kok. Aku cuma mamastikan aja apa kamu benar-benar bekerja atau kelayapan."


Putri terdiam sambil melayangkan pandangan ke dalam mobil memang benar ada Ratu di dalam menatapnya dengan senyuman sinis.


"Wanita tidak tau malu, seenaknya saja jalan sama suami orang. Dasar genit! mungkin gak ada yang mau sama dia lagi, itu sebabnya ia terus mengincar Sultan, Seharusnya aku yang duduk di situ bukan kamu dasar tidak tau diri, batin Putri geregetan melihat Ratu dengan nyamannya duduk di dalam mobil suaminya itu.


Putri mengalihkan pandangannya ke arah dua orang pria yang masih berdebat itu.


"Apa mau mu? berani sekali mengikuti istri orang!" cetus Sultan turun dari mobil ia mendatangi Raja di mobilnya.


"Maaf aku tidak mengikuti dia, tapi aku juga bekerja di sini. Sebenarnya aku cuma menawarinya naik mobil tadi gak bermaksud ganggu dia kok," ucap Raja gugup.


"Jangan banyak alasan kamu, kamu kira aku tidak melihat kalau kamu tadi memaksa Putri naik mobil mu, apa maksud kamu memaksa dia?"


"Oh itu, aku gak maksa dia kok Bang, aku cuma menawari baik-baik kok tidak lebih," ucap Raja berkilah.


"Apa itu benar Put?"


"Iya benar kok, lagian kamu kenapa sih nyusulin aku ke sini ada keperluan apa, bukannya kamu tadi buru-buru?" ucap Putri balik bertanya ia mengaku saja padahal jelas-jelas Raja memaksa dan membuat ia terganggu karena ia tidak mau melihat mereka berantem akhirnya mengiyakan saja.


"Awas saja kamu berani bohongi aku! ucap Sultan pada Putri.


"Dasar suami tidak tau diri, egois giliran dia bebas pergi kemana pun tak ada yang melarang.


"Sudah, sana pergi aku mau kerja!" Putri ingin beranjak.

__ADS_1


"Ya sudah, aku pacaran dulu ya! kerja yang benar jangan macam-macam, telpon aku kalau sudah selesai kerjanya biar aku jemput."


"Iya pergi sana! banyak bacot kamu!" usir Putri ia benar-benar tidak tahan harus melihat Sultan dan Ratu jalan berdua. Walau ia benci dengan Sultan tapi entah kenapa saat melihat Sultan dengan kekasihnya itu timbul rasa yang aneh di hatinya ia merasakan sakit hati sepertinya ia cemburu melihat mereka berdua.


"Tidak, tidak mungkin aku cemburu. Putri ingat Sultan bukan siapa-siapa mu, aku harus tenang tidak boleh mikirin mereka," ucapnya menenangkan diri. Putri tampak murung matanya memerah menahan air matanya yang sebenarnya sudah tidak mampu di bendung nya lagi.


"Put ... Putri ...itu suaminya kok jalan dengan perempuan lain? apa kamu tidak merasa cemburu?" ejek Raja yang masih memandangi kepergian Sultan ia sengaja buat Putri semakin dongkol.


"Buat apa aku cemburu dia kan sekretaris nya rekan kerja dia," jelas Putri.


"Ah yang benar saja? kok sepertinya mereka mesra banget ya? Aku tidak percaya itu rekan kerja. Karena aku dulu seingat aku, aku pernah melihat mereka jalan berdua mesra lagi. Apa bagitu rekan kerja?" Raja terus membuat Putri emosi.


"Terserah kamu, mau percaya atau gak!" cetus Putri.


"Aku kasian saja melihat kamu Put, dipermainkan oleh Sultan. Lebih baik kamu ceraikan saja dia buat apa suami seperti itu bikin sakit hati saja."


Putri diam tidak mau mendengar ocehan Raja yang terus mengusik ketenangannya ia sengaja membuatnya emosi. Tapi, Putri tidak bodoh ia membiarkan Raja bicara apa saja sedangkan ia sudah mulai sibuk bekerja.


Raja merasa kesal melihat Putri tidak meresponnya lagi ia pun pergi dengan kesal.


Putri merasa lega karena Raja sudah menjauh.


"Sama Sultan,"


"Oh sama Pak su, sudah baikan?"


"Iya sudah."


Tia mengikuti kemanapun Putri pergi sambil memperhatikan raut wajah Putih yang tampak tidak bahagia.


"Put, ada apa sih kamu ada masalah?"


"Tidak kok Tia. Hari ini kita antar makanan kemana aja?" ucap Putri pura-pura bertanya.


"Aku gak yakin kamu baik-baik saja, aku melihat ada kesedihan di matamu."

__ADS_1


"Sok tau banget sih kamu Tia, aku cuma kelilipan tadi ada sampah masuk mata aku," ucap Putri berbohong sambil menyembuyikan wajahnya dari Tia.


"Oh gitu ya, yakin ...?" Tia menatap wajah Putri yang memerah.


Seketika itu pula air mata Putri tumpah sudah tidak mampu di bendung nya lagi.


"Putri kok jadi menangis gitu?"


Sontak Putri memeluk Tia tangisannya pecah saat ia merangkul pundak Tia.


Tia merasa heran ia pun bertanya kenapa Putri tiba-tiba menangis.


"Aku tidak sanggup melihat Sultan jalan dengan Ratu Tia, hati aku sakit melihat mereka berduaan."


"Kok bisa gitu, gimana ceritanya? bukannya kamu bilang tadi kamu pergi sama Sultan? Cup ...cup ... jangan menangis cerita yang jelas biar aku bisa tau bagaimana ceritanya kok bisa Sultan berduaan dengan wanita itu lagi." hibur Tia sambil mengelus rambut Putri.


Putri pun mulai menceritakan semua kejadian yang baru saja dialaminya Sultan sudah lancang membawa Ratu jalan berdua di depan Putri bahkan mereka tampak mesra tidak seperti dia yang selalu bermusuhan dengan Sultan.


"Aku tidak sanggup lagi Tia aku ingin mengakhiri pernikahan ini," ucap Putri sugukan.


"Sabar Put, jangan ambik keputusan di saat hati sedang panas. Tapi, bukannya kamu tidak mencintai Sultan? jadi buat apa kamu pikirkan hal itu?"


Putri terdiam ia menepis air matanya.


"Bukannya kamu cinta sama Arjuna?" tanya Tia tiba-tiba.


"What! siapa bilang aku cinta sama kak Juna?"


"Juna yang bilang sendiri ke aku Put,"


"Astaga Kak Juna! kok bisa bilang gitu sih. Itu tidak benar Tia." Putri meluruskan.


"Tapi aku melihat sudah jelas Arjuna mencintai kamu Put, malah aku sudah tau sejak kamu pacaran sama Raja." ucap Tia akhrinya membocorkan rahasia yang telah lama ia sembunyikan dari Putri.


Seketika itu juga Putri pergi meninggalkan Tia.

__ADS_1


"Put mau kemana?" seru Tia.


"Mau cari Kak Juna!" teriak Putri sambil terus berjalan mencari Arjuna yang mungkin ada di ruangannya.


__ADS_2