Mendadak Jadi Istri Sultan

Mendadak Jadi Istri Sultan
Drama saat menghadiri acara


__ADS_3

Malam telah tiba Putri juga sudah siap memakai gaun cantik dandan tipis ala Putri dan sedikit memasang senyum di wajahnya. Ia berdiri di depan cermin sambil memutar-mutar badannya melihat penampilannya yang sudah maksimal menurutnya.


Putri rada aneh malam ini ia tampak gugup dan grogi gitu karena disaat Putri selesai memakai gaun yang di pesan Pak Dewa untuknya tadi, Sultan menyenggol bahunya dan menyatakan kalau ia terlihat cantik malam itu. Mungkin saja Sultan ingin menggoda Putri atau sedang merayu Putri agar tidak ngambek lagi. Dari tadi Putri cuma diam di kamar belum berani untuk keluar Bibik sudah menggedor pintu kamar tapi Putri masih enggan untuk keluar. Sedangkan Sultan sudah lama keluar dari kamarnya. Pak Dewa juga heran kenapa Sultan keluar tanpa Putri biasanya juga sama-sama ia pun menyuruh Bibik lagi untuk menemui Putri agar segera keluar karna acara sebentar lagi akan di mulai.


Satu persatu tamu berdatangan sebentar saja ruangan yang cukup besar itu tampak penuh dengan orang-orang masing-masing setiap mereka membawa kado di tangan mereka dan mereka juga tampak memakai topeng, itu semua ide Pak Dewa agar mereka tidak saling mengenali satu sama lain topeng akan di buka saat acara puncak yaitu acara dansa dengan pasangan masing-masing. Bagi yang belum berpasangan di wajibkan akan mencari pasangan di tempat itu dan harus berdansa tidak ada yang tidak berpasangan.


Bibik menggedor pintu kamar untuk yang kesekian kalinya sambil berteriak ia memanggil nama Putri.


Akhirnya Putri keluar karna tidak tega mendengar Bibik berteriak suaranya sampai kedengaran serak begitu. Putri membuka pintu kamar itu memasang raut aneh.


"Non Putri ngapain aja di dalam? tamu sudah pada datang Non dan Non di suruh Pak Dewa untuk segera keluar menghadiri pesta yang sebentar lagi akan di mulai," ujar Bibik.


"Kenapa juga mereka menunggu Putri Bik, Putri memang sengaja menunggu acaranya di mulai baru Putri akan keluar, karna Putri malu di liatin semua orang di sana," sahutnya.


"Malu apa sih Non, itukan acaranya Non juga.


Pak Dewa akan memperkenalkan Nona ke seluruh kerabatnya dan teman-temannya malam ini."


"Yang benar saja Bik?" Putri semakin panik.


"Menurut ucapan Pak Dewa yang barusan Bibik denger sih iya Non. Makanya Bibik di suruh menemui Non Putri."


"Duh, Putri jadi semakin malu Bik,"

__ADS_1


"Malu? ngapain harus malu Non, harus nya Non bangga malam ini akan jadi orang spesial di acara ultahnya Den Sultan."


"Oya Bik, Sultan kemana aja? apa dia juga sudah ada di ruangan sana?"


"Hem, Bibik belum lihat dia dari tadi Non, sudah pasti dia ada disana. Bibik juga belum lama tadi sih, di sana. Keburu di suruh Tuan jemput Non Putri."


"Oh gitu ya, maaf deh Bik, Putri udah buat Bibik sibuk." Putri tertawa.


"Gak apa-apa kok, acaranya juga belum mulai.


Ayo kita buruan ke sana ntar Tuan Dewa lagi yang susulin kita di sini," ajak Bibik pada Putri yang asyik ajak ngobrol dari tadi.


"Oh iya ya Bik, bikin repot orang aja," Putri tertawa lagi.


"Yuk ajak Putri." ajak Putri.


Akhirnya mereka keluar dari kamar. Bibik menggandeng tangan Putri, Putri tampak berjalan pelan sedikit demi sedikit sudah mendekati kerumunan tamu. Saat Putri tiba di ruangan itu semua mata tertuju ke arah Putri hal itu membuat langkah Putri semakin pelan dan kaku.


"Bik, kok mereka pada liatin kita sih emang ada yang aneh dari penampilan kita?" tanya Putri berbisik.


"Orang-orang itu mah gak liatin kita Non, tapi mereka liatin Non," jawab Bibik berbisik sambil tersenyum.


"Ah Bibik, ada-ada saja emang ada apa dengan Putri Bik? kenapa mereka melihatnya gitu amat seperti orang-orang itu aneh banget deh. Putri jadi risih di pandangi begini," ucap Putri gugup.

__ADS_1


"Slow aja Non, rileks jangan grogi gitu Non biasa aja yah."


"Hem Putri gak bisa jalan Bik."


"Waduh! kenapa emangnya?"


"Putri gak PD Bik."


"Ya ampun Non santai aja kali, itu orang-orang terpesona dengan penampilan Non bukan apa. Non tenang aja penampilan Non gak ada yang janggal kok, menurut Bibik malah cantik banget."


"Hem! awas ya kalau Bibik bohong! Putri takut kalau mereka memandang Putri gitu karna melihat Putri jelek dan norak Bik."


"Gak ada gitu Non. Tarik napas dalam-dalam dan keluarkan perlahan-lahan. Oke!" Bibik mengajari Putri untuk tenang dan lebih rileks.


"Ya ampun Bik, Putri gemetaran nih, bagaimana ni Bin Putri mau jatuh," lirih Putri.


"Yaellah Non. Non, aneh banget sih? gak biasa di tempat ramai ya?" tanya Bibik merasa lucu melihat reaksi Putri.


"Iya Bik ini pertama kalinya."


"Hem ... pantas aja," Bibik memukul jidatnya dan mencoba bersabar mengiring langkah Putri agar segera sampai di ruangan.


Non Putri ada-ada saja deh masa mau menghadiri acara gini pake drama? Hah, Bibik menghela napas panjang karna Putri semakin lama semakin pelan jalannya dan semakin kaku dan gugup bahkan kakinya gak melangkah dia diam saja Bibik jadi sudah membujuknya agar mau jalan.

__ADS_1


__ADS_2