Mendadak Jadi Istri Sultan

Mendadak Jadi Istri Sultan
Pak Dewa mengancam Sultan


__ADS_3

Pak Dewa keluar, dengan maksud ingin memberi Sultan peringatan tapi ternyata ia sudah melaju. Pak Dewa melihat di garasi masih ada mobil Putri yang di hadiahkannya semalam. Pak Dewa pun segera menelpon Putri ingin menanyakan kenapa ia tidak memakai mobilnya.


Beberapa kali Pak Dewa menelpon Putri tapi Putri yang saat itu sedang sibuk tidak mengangkat telpon dari Pak Dewa ia pun jadi kesal.


"Sultan memang keterlaluan, bikin emosi saja kerjanya. Kenapa juga dia menuduh Putri yang tidak-tidak bilang Putri mau pamer lagi," Pak Dewa memanas ia langsung menghubungi Sultan.


Sultan langsung mengangkat panggilan dari Papanya.


πŸ“ž"Ada apa Pa?" tanya Sultan.


πŸ“ž"Sultan! cepat susul Putri atau Papa akan mencabut warisan yang sudah Papa beri kekamu itu. kamu tidak pantas dapatkannya karena kamu tidak jadi suami yang baik malah memfitnah istrimu lagi," omel Pak Dewa.


πŸ“ž"Fitnah apa lagi sih Pa? aku capek Papa selalu mencampuri urusan aku sama Putri."


πŸ“ž"Kamu bilang Putri mau pamer dan macam-macam kamu telah memfitnah istrimu sendiri padahal Putri tidak gitu orangnya."


πŸ“ž"Terus aja bela Putri Pa! aku jadi ragu sama Papa sebenarnya anak Papa itu Putri atau aku sih Pa?" ucap Sultan memanas.


πŸ“ž"Kamu benar-benar keterlaluan Sultan! suami macam apa kamu? Papa gak mau tau kamu harus pergi menyusul Putri ke rumah orang tuanya."


Sultan terdiam ia berpikir kalau membantah ia tau akibatnya apa yang akan ia terima Papanya akan mengambil kembali warisan yang sudah di berinya maka ia pun mengiyakan permintaan Papanya.


πŸ“žBaiklah Pa, kalau gitu udah dulu aku akan menyusul Putri ya," ucap Sultan geregetan akhirnya ia terpaksa mengiyakan permintaan Papanya karna takut ancaman.


πŸ“ž"Awas saja kalau kamu sampai bohongi Papa, satu jam dari sekarang Papa telpon lagi."

__ADS_1


"Iya Pa gak akan bohong kok," ucapnya. Sultan memanas ia melempar ponselnya ke kursi mobil.


"Papa selalu bikin repot aja kenapa sih selalu Putri yang di bela nya apa untungnya berbaik hati dengan perempuan aneh itu!" gerutu Sultan emosi.


Di perjalanan tiba-tiba seseorang menyebrang jalan tanpa di sadari Sultan hampir saja menabrak seorang gadis itu. Ia pun berhenti gadis itu terperanjat sambil mengelus dadanya.


"Maaf aku buru-buru," ucap Sultan turun dari mobil melihat keadaan gadis yang barusan hampir di tabrak nya itu. Untung saja tidak apa-apa gadis itu segera menepi kalau tidak pasti ia sudah cedera.


"Punya mata tidak! kamu nyetir ugal-ugalan gitu kalau aku mati mau tanggung jawab?" cetus gadis itu.


Sultan meminta maaf tapi gadis itu tidak merespon ia berlalu begitu saja di hadapan Sultan.


Melihat perangai gadis itu ia teringat Putri yang juga berkelakuan seperti itu. iiih, serem amat jadi cewek judes begitu, belum apa-apa sudah nyolot gitu gimana kalau udah mati pasti lebih seram lagi," ucap Sultan sambil memegang tengkuknya. Bulu kuduk Sultan tiba-tiba berdiri ia masuk kembali ke mobilnya melanjutkan perjalanan nya. Tujuannya saat itu mau menemui Ratu. Sultan telah membohongi papanya ia tidak pergi ke rumah Putri.


Di tempat kerja Putri bekerja. Seperti biasa ia sedang bersama Tia mempaking barang untuk segera di hantarkan ke pemiliknya.


"Ada yang lagi caper nih!" ucap Tia yang meledek Raja berpura-pura membantu menaikkan barang ke motor yang akan di bawa Putri.


Putri melirik Raja dengan tatapan datar.


"Put, nanti siang aku mau ajak kamu makan siang mau nya? ada hal yang ingin aku sampaikan padamu."


"Gak penting banget, urusan kita sudah selesai gak ada yang perlu di bicarakan lagi." Putri tidak mau tau.


"Tapi ini mengenai Sultan, suami dadakan mu itu Put."

__ADS_1


"Maaf Raja aku gak bisa dan tidak mau tau hal apapun itu."


"Pliss Put, kali ini aja. Kalau gak mau makan gapapa kok, 10 menit saja Put."


"Gak!" tolak Putri.


"5 menit boleh?" Raja memohon.


Putri membuang muka ke arah Raja dan mengabaikannya.


"Cepatan Tia kita jalan! di sini suasananya panas benget, bikin gerah," ucap Putri melirik Raja dengan sinisnya.


"Put tunggu! kamu harus dengar apa yang akan ingin aku sampaikan padamu ini sangat penting untuk kamu dengar dan kamu harus tau soal ini."


"Apaan sih! aku gak perlu info apa-apa dari mu!" Putri memerah.


"Raja! apa kamu budek kalau Putri gak mau. kita juga sudah mau jalan nih minggir! kalau gak kita tabrak nih!" ucap Tia memanas melihat Raja menghalangi jalan mereka.


"Lima menit saja Putri ...!" teriak Raja.


"1 detik pun, aku gak akan mau bicara sama kamu!" sahut Putri berteriak.


"Putri sampai kapan aku gak akan rela kalau kamu menikah dengan pria brengsek itu. Ingat itu!" teriak Raja.


Juna yang kebetulan lewat di sekitar situ memandang dengan memincingkan matanya dan tersenyum miring meledek Raja yang diabaikan Putri

__ADS_1


Dasar pria tidak tau malu udah jadi suami orang masih saja ganjen sama mantan. Sungguh memalukan, cibir Arjuna dalam hatinya.


Raja menoleh melihat kearah Juna, ia menggertak Juna. Juna tersenyum sinis ke arahnya. "Kasian banget di cuekin!" ledek Arjuna dengan pelan. Untung saja Raja tidak mendengar kalau tidak pasti mereka sudah adu jotos karena Raja orang nya cepat emosi.


__ADS_2