Mendadak Jadi Istri Sultan

Mendadak Jadi Istri Sultan
Putri di fitnah


__ADS_3

Putri belum menemukan siapa pelaku yang telah menganiaya Arjuna. Ia sudah berusaha mencari bukti sampai ia pergi ke tempat dimana Arjuna disekap tapi ia tidak menemukan bukti apapun Akhirnya ia pasrah dengan keadaan membiarkan semuanya berlalu begitu saja. Karena Arjuna juga terus melarangnya untuk tidak memperpanjang masalah itu lagi. Arjuna sengaja tidak mau memberitahu Putri siapa yang telah menganiaya.


Namun, di dalam hatinya masih menyimpan dendam ia tidak terima perlakuan Sultan padanya suatu saat ia akan membalaskan semuanya pada Sultan untuk sementara waktu ia akan menunggu waktu yang tepat untuk membalaskan dendamnya itu.


"Tidak semudah itu aku akan membiarkan kamu lolos Sultan. Tunggu saja tanggal mainnya kamu akan menerima semua ganjarannya!" ancam Arjuna dalam hatinya.


Putri jadi heran kenapa Arjuna begitu saja merelakan dirinya dianiaya seperti itu. Ia merasa ada yang tidak beres dengan Arjuna ia pun bertekad akan menyelidikinya.


Putri telah tiba di tempat kerjanya ia langsung di tanyai oleh semua orang tentang perihal Arjuna yang tidak masuk karna di sekap seseorang. Putri dianggap orang-orang sebagai penyebab itu semua Putri kaget ia tidak terima dengan tuduhan tersebut. Semua orang membicarakan hal tersebut membuat Putri risih malah beredar sebab Arjuna di sekap karena Putri. Kabar itu sampai di telinga Raja. Raja ikut mencela Putri dan menyalahkan Putri. Sepertinya ia ingin balas dendam karena Putri tidak mau merespon dia lagi. Raja ingin balikan tapi Putri selalu menolaknya.


Raja mencari celah untuk menfitnah antara Arjuna dan Putri agar mereka saling menyalahkan satu sama lain. Tia yang belum tau masalah sebenarnya jadi penasaran apa yang terjadi antara Arjuna dan Putri kenapa ia di bicarakan semua orang hari itu.


Hari itu Putri tidak berani keluar lestoran ia berdiam diri di dapur semua mata tertuju padanya ia telah di fitnah oleh Raja entah apa yang di bicarakan Raja pada semua orang.


"Putri sini aku mau bicara!" ujar Tia mendatangi Putri ia langsung menarik tangannya membuat Putri kaget melihat Tia datang.


"Ada apa Tia?" tanya Putri kaget.


"Apa benar yang dibicarakan orang-orang tentang kamu dan Arjuna?" tanyanya.


"Emang mereka bicarakan aku apa?" Putri bingung.


"Jujur aku sebagai teman dekatmu ikut malu Put, kok bisa-bisanya kalian berbuat begitu!" Tia tidak habis pikir.


"Apa maksudmu?" Putri masih bingung sebenarnya apa yang dimaksud Tia.


"Jangan pura-pura bego deh Put, kamu ketahuan mesum di gudang kan? itu sebabnya Arjuna di gebukin oleh Sultan." Jelas Tia langsung mengatakan hal tersebut langsung pada Putri.

__ADS_1


"Apa? siapa yang mengatakan begitu? aku tidak berbuat apa-apa dengan Kak Juna," tolak Putri pada tuduhan yang di lontarkan padanya.


"Yang benar saja Put, jangan menyangkal gitu!" ujar Tia.


"Apa sih yang kamu bicarakan aku benar-benar tidak melakukan hal tersebut," ucap Putri bersikeras tidak mengakui perbuatan yang tidak ia lakukan itu.


Tia jadi meragukan kebenaran gosip yang baru saja didengarnya dari orang-orang ia menanyakan kebenarannya pada Putri sebenarnya apa yang telah terjadi.


"Sebenarnya apa yang telah terjadi antara kamu dan Sultan?" tanya Tia penasaran.


Aku tidak melakukan semua itu Tia. Aku juga tidak tau penyebab kenapa Kak Juna di sekap," jelas Putri berkata jujur karena memang sebenarnya ia tidak tau apa sebabnya.


"Kamu kira aku bodoh ya? berbuat yang tidak senonoh itu! aku masih waras kali Tia, siapa yang telah menyebarkan gosip itu!" Putri memanas. Ia memaki orang yang sudah membuat informasi palsu itu yang membuat ia malu. Putri menutup mata dan merasa sangat malu dengan fitnah yang di tuduhkan padanya.


"Pantas saja semua orang menatapku dengan tatapan beda ternyata ada orang yang sengaja menfitnah aku. Aku tidak akan tinggal diam karna aku tidak melakukan hal itu aku harus segera bertindak sebelum Arjuana yang mengetahuinya. Kasian dia, sudah dianiaya dituduh pula melakukan hal yang memalukan itu," ucap Putri bertekad.


"Siapa ya lancang sekali ia menyebarkan gosip tersebut!" Tia ikut memanas.


"Aku benar-benar tidak melakukannya Tia, kamu harus percaya padaku," pinta Putri meyakinkan Tia.


"Iya Put, aku juga tidak yakin kalau kamu melakukannya."


"Aku lebih tau semua tentang kamu Put, yang tidak mungkin melakukan hal memalukan seperti itu."


"Makasih Tia karena sudah mempercayai ku," lirih Putri.


"Kita selidiki saja siapa penyebar gosip itu!" ucap Tia.

__ADS_1


"Gosip itu sudah tersebar, bagaimana ini aku malu Tia," lirih Putri sedih.


"Aku takut kalau Sultan mengetahui semua itu. Pasti ia akan dengan mudahnya mempercayai orang-orang Tia, aku harus bagaimana?" tanya Putri panik.


"Kalau kamu tidak melakukannya ngapain harus takut Put, buktikan pada semuanya kalau kamu tidak melakukan semua itu,"


"Tapi, bagaimana aku menjelaskannya pada orang-orang kalau aku tidak melakukannya."


"Kamu tenang aja ya, aku akan membantu mu. Kita akan mencari siapa penyebar gosip itu setelah itu kita paska dia untuk menjelaskan pada orang-orang kalau kamu tidak melakukan semua itu."


Aku setuju ide mu Tia, makasih. Kamu memang sahabat terbaik ku," ujar Putri sambil memeluk Tia.


Sementara di pojokan ada raja yang menguping pembicaraan mereka. Sepertinya ia merasa senang melihat Putri dapat masalah. Ia memasang senyuman liciknya sambil memperhatikan Putri dan Tia dari jauh.


"Putri ... Putri ... emang enak di permalukan begitu. Kini kamu tau kan bagaimana rasanya di permalukan," ucap Raja terseyum penuh kemenangan. Raja masih terus menguping pembicaraan Putri dan Tia.


"Aku tidak menyangka ada orang yang tega memfitnah aku seperti ini. Apa salah dan dosaku padanya Tia? padahal selama bekerja di sini aku tidak pernah berbuat jahat dengan karyawan lain kenapa aku mengalami masalah ini. Aku sangat malu bagaimana caranya aku bisa membuktikan ke orang-orang kalau aku tidak melakukannya Tia?" tanya Putri sambil melirih sedih.


"Entahlah Put, aku juga lagi bingung. Yang harus kita ketahui dulu siapa yang telah memfitnah kamu. Kalau kita sudah mengetahui orangnya baru kita bertindak Put."


"Iya Tia, kamu benar. Makasih sarannya aku benar-benar tidak tau harus berbuat apalagi. Aku mau pulang saja Tia aku malu di pandangi semua orang di sini."


"Ya sudah, biar aku yang mengantikan semua tugasmu. Kamu pulang saja tenangin dirimu di rumah. Kamu jangan terlalu memikirkan masalah ini ya, aku yakin semua akan baik-baik saja," ujar Tia menghibur.


"Iya Tia, makasih banyak ya," ucap Putri akan beranjak pergi.


Tia memandangi kepergian Putri dengan sedihnya. Ia ikut terpukul dengan apa yang sedang di hadapi sahabatnya itu. Ia berjanji akan membantu Putri membuktikan pada orang-orang kalau Putri tidak melakukan semua perbuatan yang di tuduhkan padanya itu.

__ADS_1


__ADS_2