Mendadak Jadi Istri Sultan

Mendadak Jadi Istri Sultan
Putri terpaksa memenuhi permintaan Pak Dewa


__ADS_3

Putri bergegas pergi ke dapur melihat apa yang dimasak mamanya hari itu. Saat membuka tudung saji sontak ia merasa senang karna mamanya memasak makanan kesukaannya hari itu, Rendang jengkol dan ikan pindang. Ia pun langsung mengambil piring dan menikmati makanan yang ada dengan semangat.


Mamanya pergi menghampiri Putri karna baru saja Pak Dewa menelponnya menyuruh Putri segera pulang ia akan menyampaikan pesan Pak Dewa pada Putri.


"Putri suamimu sedang sakit tuh, kamu di suruh pulang malam ini juga," ujar Mamanya.


"Hah, Sultan sakit? yang benar saja bisa sakit juga anak itu?" Putri terkekeh.


"Lho kamu kok malah tertawa sih Put, bukannya iba," ucap Mamanya bingung melihat perangai anaknya yang aneh.


"Ngapain harus iba? dia kan sudah nyumpahin Mama. Sekarang dia yang merasakan akibatnya," ucap Putri tampak senang.


"Hem, bukannya sedih suami sakit, malah girang gitu gimana sih kamu! dasar istri aneh kamu Put," cibir Mamanya.


"Biarin saja aku gak peduli dia mau sakit kek, apa kek aku tetap gak mau pulang Ma," ucap Putri.


"Jangan begitu Put, bagaimana pun Sultan suami kamu, kamu harus ada saat dia membutuhkanmu merawat dan menyayangi dia."


"Iya Ma, tapi aku masih mau tidur di rumah beberapa hari lagi Pliss ...," Putri mengiyakan saja ucapan mamanya karna malas berdebat padahal belum tentu Sultan mau di rawatnya.


"Bukannya Mama melarang kamu untuk tinggal di sini Put, tapi ingat status kamu sudah jadi istri orang kamu harus tau diri dong, jangan egois gini Mama gak suka. Mama gak pernah ajarin kami jadi orang cuek apalagi sama suami sendiri. Harus kamu perhatian dan sayangi dia. Agar kamu juga dapat kasih sayang dari suami. Mama bingung deh, sebenarnya, kamu bertengkar ya sama Sultan?"

__ADS_1


"Gak kok lagi malas aja ketemu dia Ma."


Mama menghela napas panjang bingung melihat sikap Putri yang keterlaluan tidak bisa menjadi istri yang baik buat Sultan. Mama ya menasihati Putri panjang lebar tapi ia biasa saja tidak mengindahkan kata-kata mamanya bahkan ia masih tidak mau pulang ke rumah Sultan. Mamanya pun pasrah tidak mau memaksa Putri lagi.


"Semua terserah kamu Put, tapi Mama berharap kamu tidak keras kepala begitu," ucap Mamanya pergi meninggalkan dia sendiri di kamar.


Tidak lupa Mama Putri menelpon kembali Pak Dewa mengabarkan kalau Putri akan pulang besok. Mama Putri terpaksa mengatakannya karna tidak mau Pak Pak Dewa kecewa ia pun langsung mengiyakannya.


Sultan yang saat itu benar-benar sakit menggigil kedinginan. Pak Dewa jadi panik ia menyuruh dokter pribadinya untuk datang kerumah memeriksa Sultan.


Tidak lama kemudian, Dokternya pun datang.


"Selamat malam Pak," ucap Dokter Herman selaku dokter pribadi keluarga mereka itu.


Dokter langsung memeriksa Sultan. Ternyata Sultan mengalami demam tinggi mungkin karena kecapean kurang istirahat dan banyak pikiran juga membuat sistem imunnya lemah.


Pak Dewa memperhatikan kondisi tubuh Putranya itu ia mengira kalau Sultan sakit akibat Putri yang tidak ada di sampingnya, ia pun menelpon Putri dan mengabarkan kalau Sultan sedang sakit ia sangat perlu rawatan darinya.


"Putri sudah tau kok Pak, kalau Sultan sakit."


"Kamu sudah tau, tapi kenapa kamu tidak pulang Put?" tanya Pak Dewa tak habis pikir.

__ADS_1


"A-Aku barusan mengetahuinya dari Mama Pak," ucap Putri mengulangi ucapannya.


"Oh, kirain udah tau dari kemarin. Ya sudah, besok pagi kamu harus pulang ya. Kasian Sultan gak ada yang jagain."


"Iya Pak, besok Putri pulang," jawab Putri langsung mengiyakan dan menutup Ponselnya.


"Kenapa aku bilang gitu tadi sih, aku kan masih mau disini," ucap Putri menggerutu.


Ia menghela napas panjang dengan terpaksa ia pun akan pulang besok kerumah orang tua Sultan.


Sementara di tempat lain Arjuna masih mengalami trauma atas perlakuan Sultan dan anak buahnya ia belum berani untuk keluar rumah walaupun Ratu sudah menjamin keselamatannya. Ratu telah menyiapkan beberapa anak buahnya jika sesuatu terjadi pada Arjuna ia sudah siap menggerakkan para anak buahnya untuk membantu Arjuna kapanpun ia memerlukan bantuan.


Ratu mendapat kabar kalau Sultan sedang sakit besar niatnya untuk pergi menemui Sultan namun ia masih ragu apakah Pak Dewa mau mengijinkan dia untuk menjenguk Sultan. Ia menelpon Sultan menayakan hal itu saat itu Sultan melarang Ratu karena takut Papanya tidak menerima Ratu di rumah itu. Ratu jadi kesal ia pun membatalkan niatnya.


Sultan jadi serba salah tidak enak pada Ratu karena sudah melarangnya untuk menemuinya.


Maafkan aku Ratu bukan aku tidak mau kamu jenguk tapi aku tidak mau akan sakit hati karena Papa pasti masih marah dan belum bisa memaafkanmu, batin Sultan.


Putri juga saat itu sedang berpikir bahwa ia terpaksa harus pulang sebenarnya ia tidak mau ketemu Sultan tapi ia memikirkan Pak Dewa yang selalu baik padanya.


"Kalau bukan karna Pak Dewa, sampai kapanpun aku gak mau pulang ke rumah itu lagi. Tapi, aku jadi serba salah dan tidak punya pilihan lain selain itu."

__ADS_1


Putri mencoba menenangkan pikiran ia berusaha memejamkan matanya besok pagi ia harus bangun pagi-pagi memenuhi permintaan Pak Dewa ia harus pulang ke rumah suaminya.


__ADS_2