Mendadak Jadi Istri Sultan

Mendadak Jadi Istri Sultan
Di cintai dua pria


__ADS_3

Bapak-bapak itu memaksa Putri untuk membayar ongkos sewa sesuai yang Tia janjikan pada mereka Putri kebingungan karena saat itu ia tidak punya uang. Untuk pengobatan Sultan saja ia tidak punya apalagi harus bayar ongkos mobil itu.


Akhirnya ia menelpon Arjuna untuk meminta bantuan padanya beruntung Arjuna segera mengangkat ponselnya. Putri menceritakan semuanya pada Arjuna, ia juga menyalahkan Arjuna karna dia Sultan jatuh sakit. Tentu saja Arjuna tidak terima di salahkan semuanya itu karna Sultan sendiri yang keras kepala tidak mendengar apa yang Arjuna katakan. Keduanya sempat perang mulut di telpon Putri memaksa Arjuna bertanggungjawab untuk segera membayar biaya pengobatan Sultan.


Tidak lama kemudian, Arjuna datang ke puskesmas itu atas suruhan Putri awalnya ia enggan untuk pergi namun karena kasian pada Putri dan tidak tega mendengar Sultan yang sakit akhirnya ia datang juga.


"Put, dimana ruangan Sultan? aku harus bicara sama dia enak saja kalian bawa-bawa aku dalam masalah."


"Siapa lagi coba, yang mengajak Sultan ke rumahku sampai hujan-hujanan gini deh jadinya dia sakit."


Arjuna tidak mau mendengar ocehan Putri yang masih menyalahkannya, ia langsung pergi mencari ruangan Sultan sendiri. Arjuna bertanya pada petugas di mana ruangan Sultan di rawat, petugas memberitahu dan Arjuna pun langsung pergi menemui Sultan.


Kak Juna dia sudah pergi lagi bagaimana caranya aku dapat duit buat bayar Bapak-bapak ini? batin Putri tampak tidak tenang.


"Maaf Bapak-bapak hari ini saya gak bawa uang, tapi besok saja janji akan bayar semuanya oke!" ucap Putri mencoba memberanikan diri untuk bicara terus terang.


"Tidak bisa begitu dong, kami tidak kenal Anda bagaimana kalau Anda bohongi kami. Asal kamu tau ya! kami sudah rugi wktu dan tenaga buat datang kesini antarin suami kamu tau," ucap salah satu Bapak-bapak itu.


"Maaf ya Pak, saya mohon pengertiannya. Bagaimana kalau HP saya sebagai jaminannya jika saya bohong, kalian boleh jual Hp itu besok sebagai ganti rugi ongkos ke sini," jelas Putri.

__ADS_1


"HP ini HP murahan, mana cukup buat kami bertiga belum lagi mau banyar sewa mobil dan bensin," ucap salah satu dari mereka sambil melihat-lihat ponsel Putri.


Aduh Bapak-bapak ini perhitungan banget sih bikin pusing aja.


"Terus bagaimana dong, cuma itu barang aku punya!" ucap Putri memanas.


"Itu cincin kamu emas atau palsu?" tanyanya lagi.


"Gak tau bukan aku yang beli," Putri melepaskan cincin dari jari manisnya itu adalah cincin kawin yang pernah Sultan beri saat menikah dulu. Putri memberikan cincin tersebut pada Bapak-bapak itu.


Seseorang dari Bapak-bapak itu mengambilnya dari Putri dan langsung menggosokkan nya ke dinding semen, cincin itu tidak luntur menandakan kalau itu emas asli. Putri kebingungan melihat aksi Bapak-bapak itu namun tidak mau banyak tanya.


"Astaga semuanya di bawa!" cetus Putri.


"Pak- Bapak ponsel saya jangan di bawa cukup cincin itu saja!" teriak Putri, mereka tidak mau mengabaikan Putri lagi berjalan dengan cepat menuju keluar.


"Dasar Bapak-bapak matre!" seru Putri marah. Bantu orang gak iklas banget. Ini tu kesalahan Tia kenapa juga dia pake janji-janji segala pada Bapak-bapak mata duitan itu. Kalau gak ada ponsel gimana dong aku hubungi orang-orang, ini benar-benar kacau semuanya gara-gara Tia dan Sultan. Pria brengsek! tidak tau diri nyusahin saja!" dengus Putri memaki Sultan ia pun pergi keruangan Sultan ingin melihat keadaannya.


Ternyata Sultan sudah sadar ia sedang mengobrol dengan Arjuna, mereka tampak membicarakan sesuatu yang serius tapi mereka bicara pelan hingga Putri tidak mendengar obrolan mereka.

__ADS_1


Hemm...! Putri berdehem mengejutkan keduanya. "Lagi omongin aku ya?"


"PD amat kamu. Kita gak omongin kamu kok," ucap Ajuna melayangkan pandangan sinisnya kearah Putri di balas Putri dengan tatapan tajam.


Dibalik raut sinis Arjuna, ia tampak menyembunyikan sesuatu dari Putri. Terlintas di penglihatan Putri sebelumnya mereka memasang wajah sedih sepertinya telah terjadi sesuatu tapi di luar pengetahuan Putri.


Putri bertanya-tanya ada apa dengan kedua pria itu. Keduanya tidak berkata apa-apa hanya diam saja saat Putri masuk sambil mengalihkan pembicaraan lain. Putri mendekati mereka ia langsung memeriksa suhu tubuh Sultan masih terasa panas wajahnya juga tampak pucat.


Tidak lama kemudian Dokter datang ia meminta Putri ke ruangannya. Putri pun segera pergi bersama Dokter.


Saat di ruangan Dokter, dengan kagetnya Putri tidak menduga kalau Sultan punya penyakit lain selain masuk angin biasa. Penyakit itu sudah lama di idapnya tapi jarang kambuh sudah satu minggu itu dia tidak minum obat akhirnya sakit itu pun kambuh apalagi Sultan jarang cek selama itu.


Putri sangat kuatir ia pun menelpon Pak Dewa untuk agar segera datang ke rumah sakit menjenguk Sultan. Tanpa menunggu lama lagi Pak Dewa lansung pergi karena ia tidak mau membebani Putri.


Di ruangan Sultan dan Arjuna masih mengobrol. Sultan meminta maaf pada Arjuna karna selama itu sudah banyak melakukan kesalahan termasuk menyekapnya di gudang waktu itu. Saat mereka saling meminta maaf Putri mendengar semua pembicaraan mereka. Putri meremas mengepalkan tangannya merasa dongkol ternyata antara Sultan dan Arjuna pernah ada masalah pribadi dan penyebabnya cemburu buta padanya.


Antara terharu dan dongkol pada Sultan membuat Putri jadi serba salah harus bahagia atau marah. Dari semua pembicaraan mereka Putri mengetahui kalau kedua pria itu punya rasa suka pada dirinya. Sultan yang dianggapnya cuek ternyata diam-diam sudah menaruh rasa suka pada Putri, begitu juga dengan Arjuna yang sudah lama menyimpan rasa cinta padanya sejak di bangku sekolah.


Di depan pintu Putri merasa ragu mau masuk karena ia malu harus bicara apa kepada dua pria yang ternyata mencintainya itu. Ia berdiri mematung sambil mengingat semua hal tentang kedua pria itu ia pun jadi bingung akan pilih siapa. Arjuna pria yang ia kagumi itu ternyata mencintai dirinya dan Sultan suami diadakan itu juga tiba-tiba saja mulai menaruh rasa suka padanya.

__ADS_1


__ADS_2