Menerima Sebuah Takdir

Menerima Sebuah Takdir
15.marah nya fara


__ADS_3

beberapa saat terdiam kemudian mereka mendengar keributan di bawah lapangan serontak mereka pun berjalan menuju tepi rooftop untuk melihat apa yang sedang terjadi.


setelah melihat mereka serontak mengepalkan tangannya kuat mereka gak habis pikir bagaimana bisa anggota world wolf menyerang di situasi seperti ini.


"berengsek"umpat Rayhan dengan mata memerah dan langsung turun dari rooftop menuju ke lapangan di ikuti oleh anggota nya.


saat sampai di lapangan Rayhan dapat melihat anggota drak Deon yang ada sedang melawan world wolf namun kalah jumlah membuat mereka banyak yang terluka dan hal itu membuat anggota drak Deon marah.


"woy setan berhenti"ucap vino marah.


serontak orang yang sedang bertarung itu pun berhenti dan melihat ke sumber suara Mike yang melihat itu tersenyum.


"akhirnya keluar juga Lo kita kira Lo takut jadi suruh anggota gak berguna kaya mereka untuk hadapin kita"ucap Mike dengan senyuman mengejek Rayhan dan anggota yang lain yang mendengar itu pun marah.


"cih,takut Lo bilang kita gak bakal takut Anjing"ucap kenen.


"yang ada kalian kali yang takut berani nya keroyokan"ucap Kellen tersenyum.


"berengsek"umpat Mike.


"knp siap menerima kekalahan yang kesekian kali nya"ucap Arya santai.


"cih kali ini kalian yang akan kalah"ucap Rio tegas.


"gak yakin sih"ucap key yang di angguki oleh yang lain nya sedangkan Rayhan iya mencoba menahan amarahnya.


"alah berengsek kita buktikan sekarang"ucap Mike lagi.


"semua nya serang"ucap Mike dan terjadi lah baku hantam antara gengster drak Deon dan gengster world wolf.




sedangkan di dalam kelas semua anak murid sudah pulang namun karena adanya penyerangan para guru memberhentikan kepulauan mereka supaya aman.



saat ini di posisi Fara iya mendengar dari murid lain yang sedang bertarung adalah anggota drak Deon dan world wolf Jujur iya tak perduli tentang itu iya memilih bangkit dari duduknya dan berjalan ke luar.



"eh, kutu mau kemana Lo"ucap bela. serontak semua murid termasuk letta dkk menoleh ke arah nya.



"chk, berisik"ucap Fara kesel karena di perhatikan.



"Lo mau kemana"ucap letta.



"toilet"ucap fara lalu keluar letta dkk pun saling pandang.



"susul"ucap letta yang di angguki oleh seylla dan bela mereka pun akhirnya keluar untuk menyusul Fara saat sampai di samping Fara mereka pun berjalan beriringan sesekali bela dan seylla melihat orang yang tengah bertarung itu.



sedangkan Fara yang melihat mereka hanya diam sambil terus berjalan saat sampai di lorong toilet Fara menghentikan langkahnya dan serontak letta dkk juga sama.



"ada apa far"ucap letta melihat Fara berhenti.



"tau kata nya mau ke toilet kenapa berhenti"ucap Bela.



Fara menunjuk ke arah gerbang dan hal itu membuat letta seylla dan bela mengikuti arah tunjuk nya Fara.



"loh itu bukan nya mang Ujang ya"ucap seylla.



"eh iya jir kaya nya lagi menahan sakit tuh"ucap bela.



"samperin"ucap Fara sambil melangkah namun di hentikan oleh letta.



"jangan far bahaya"ucap letta yang diangguki oleh seylla dan bela.



"gue gak perduli"ucap Fara dan langsung berjalan Tampa menghiraukan ucapan sahabat nya.



"chk, sialan keras kepala banget sih"umpat letta kesel.



"dah lah susulin"ucap seylla dan akhirnya mereka berlari mengejar Fara yang sudah sampai di depan pak satpam.



saat sampai di depan mang Ujang Fara hanya berdiri menatap nya dan tak lama sampai lah letta dkk ke arah Fara.



"chk,keras kepala Lo"ucap letta kesel. Fara yang mendengar itu hanya diam letta yang melihat itu mendengus kesel.



"mang,mamang gak papa"ucap bela.



mang Ujang yang mendengar suara perempuan pun terkejut iya serontak melihat ke arah mereka.



Fara yang melihat wajah mang Ujang babak belur seketika tangan nya mengepal.



"loh neng knp keluar bahaya"ucap mang Ujang panik.



"gak papa pak sini kita bantu berdiri"ucap seylla dan bela mang Ujang pun berdiri di bantu mereka berdua.

__ADS_1



"mang ada yang sakit gak"ucap bela.



"eh nyet Lo pikir di pukul gak sakit"ucap seylla gemes sama ketololan bela yang tak tau situasi.



"ya kan mana tau jir"ucap bela kesel sedangkan seylla hanya geleng-geleng kepala.



"pak bapa gak papa"ucap letta.



"iya non saya gak papa lebih baik non semua kembali di sini bahaya"ucap mang Ujang khawatir.



Fara yang melihat khawatiran itu pun tersenyum tipis iya melihat ke arah lapangan yang masih terjadi perkelahian sangit antar gengster itu.



"kalian bawa mang Ujang ke UKS"ucap Fara.



"lah Lo berdua ngapin"ucap bela.



"entar kita susul"ucap Fara.



"Lo yakin"ucap seylla.



"udah bawa aja serahin nih anak ke gue"ucap letta. seylla dan bela yang mendengar itu pun mengangguk mereka akhirnya membawa mang Ujang ke UKS walaupun sering di tolak tapi mereka tak perduli.



sekarang tinggal lah Fara dan letta di lapangan.



"Lo mau ngapain"ucap letta yang melihat Fara mau pergi.



"menghentikan perkelahian ini"ucap Fara datar letta yang mendengar itu serontak melotot kan mata nya.



"Lo gila"ucap letta.



"gak"ucap Fara datar lalu pergi tpi sebelum itu letta menahan tangannya.



"jangan macam-macam deh far bahaya gue gak akan biarkan Lo pergi"ucap letta tegas.




"tetap gue gak akan lepasin loh lebih baik kita susul seylla dan bela"ucap letta sambil menarik tangan fara.



Fara yang melihat itu serontak marah iya menghempaskan tangan letta kasar.



"stop Lat stop gue tau Lo khawatir sma Gue dan hal itu gue ucapin terima kasih tapi asal Lo tau gue gak suka di atur sama siapa pun itu paham Lo dan Lo seharusnya Lo tau gue bukan orang yang lemah"ucap Fara marah letta yang mendengar itu terkejut.



"gue sahabat Lo far dah sewajarnya gue khawatir"ucap letta lagi.



"gue gak pernah minta Lo jadi sahabat gue let gak pernah kalian yang anggap gue sahabat bukan jadi stop ngehalangin gue "ucap Fara tegas.



"gue gak mau Lo kenapa-kenapa far"ucap letta lagi.



"gue tau Lo khawatir sama gue letta gue ucap makasih tapi rasa khawatir Lo tak beralasan gue gak takut sama mereka walaupun gue harus mati karena gue gak lemah"ucap Fara dingin letta yang mendengar suara dingin dengan aura Mengerikan itu pun berucap.



"bu-bukan itu Maksud gue far"ucap letta.



"terus apa ha Lo liat mang Ujang gak salah jadi korban dan Lo nyuruh gue diam aja gitu jangan jadi orang bego let jika Lo mau ikut boleh klo gak Lo cukup diam di sini selesai"ucap Fara lagi.



"dan asal Lo tau gue pernah melukai orang tak bersalah dan hal itu buat gue merasa bersalah dan gue gak akan biarkan hal itu terjadi lagi gue gak akan membuat mereka tenang atas apa yang mereka lakukan di sini"ucap Fara lagi dan langsung berjalan ke arah pertarungan antar gengster itu letta yang melihat itu pun menghela nafas.



"apa maksud ucapan Lo far gue gak paham"Guam letta dan berlari menyusul Fara.



saat sampai di lapangan Fara melihat banyak nya ada yang babak belur dan yang lain nya namun iya tak perduli iya mendekat ke arah salah satu anggota world wolf yang sedang menyerang anggota drak Deon yang di ketahui nama adalah Alex melawan Arya Tampa aba-aba di saat Alex ingin mukul Arya Fara terlebih dahulu memelintir tangan Alex ke belakang membuat iya merintih.



"argh"rintih Alex kuat.



serontak semua orang yang melihat itu berhenti dan menoleh ke arah Alex yang tengah merintih kesakitan karena ulah cewek.



anggota drak Deon dan world wolf sekaligus letta terkejut mereka gak menyangka yang membuat Alex kesakitan adalah sosok gadis.


__ADS_1


"woy apa-apaan loh ha"ucap Rio marah.



"berisik anjing"ucap letta kesel karena Rio berani marah ke arah Fara.



"Lo yang apa-apaan berani banget Lo Bedua ke sini cari mati iya"ucap anggota world wolf yang lain sedangkan Rayhan dkk hanya melihat itu diam mereka ingin tau apa yang akan di lakukan oleh anak misterius itu.



"Lo yang cari mati berani banget neyarang sekolah kita"ucap letta ngegas. Fara yang mendengar itu pun tersenyum.



"sialan lepasin anjing"ucap Mike marah sedangkan Fara iya masih mengunci Alex yang kesakitan dari tadi.



Fara pun memutar tangan Alex lebih kuat dan hal itu membuat sang empun kesakitan"argh, lepas setan"umat nya marah. namun hal itu gak di perduliin oleh Fara.



iya terus memutar tangan Alex sampai berbunyi.



**krakk**...



"argh"ucap Alex yang kesekian kesekian kalinya anggota nya yang melihat itu pun ingin menolong tapi di saat mereka mendekati Alex Fara pasti memelintir tangan Alex akhirnya mereka hanya diam.



setelah di rasa patahan nya sempurna Fara pun berdiri di atas tubuh Alex sedangkan Alex hanya diam sambil merasakan sakit di tangan nya.



Fara berdiri dan menatap semua orang yang tengah menatapnya dengan tatapan berbeda-beda namun ia tak perduli.



"Lo tau apa kesalahan kalian"ucap Fara dingin sambil menatap Mike dingin.



"apa"ucap Mike emosi.



"letta jelas kan"ucap Fara sedangkan letta mengangguk.


.


"yang pertama kalian udah buat kekacauan di sekolah kita dan yang kedua kalian udah buat jam pulang kita tertunda dan yang ketiga kalian udah buat murid SMA lampu pelita ada yang terluka dan yang ke empat kalian sangat berani memukul mang Ujang sampai babak belur"untuk letta menjelaskan kesalahan mereka sedangkan anggota world wolf yang mendengar itu hanya tersenyum tipis sedangkan anggota drak Deon yang Mendengar itu mengangkat alis mereka bingung emang apa hubungannya pikir mereka.



"bagus dong"ucap Rio diiringi tawa dari anggota world wolf Fara yang mendengar itu mengepalkan tangannya kuat iya turun dari tubuh Alex dan berjalan ke arah Rio dengan tatapan dingin nya serontak Rio yang merasakan itu pun menjadi waspada.



Fara mendekat dan menendang perut Rio kuat membuat Rio meringis.



"argh"ucap Rio memegang perutnya.



"Lo bilang bagus gara-gara kalian orang gak bersalah jadi korban klo emang mau bertarung jangan di sini anjing"marah Fara iya menginjak perut Rio yang membuat sang empun kesakitan anggota world wolf yang melihat itu mengepal tangan nya kuat.



"kurang ajar berani nya Lo cewek lemah"ucap Mike berlari menghajar Fara namun keburu di pukul oleh letta.



"bukan nya di sini elo ya yang lemah bahkan dua anggota Lo aja kalah hanya satu cewek"ucap letta meremehkan. mereka yang tak terima pun menyerang letta Fara yang melihat itu mendorong letta sehingga di tangkap oleh Arya yang ada di belakang nya sedari tadi.



kini Fara melawan anggota inti world wolf dan anggota yang lain yang berisikan 15 orang itu dengan sendirinya iya menghajar memukul dan berbagai gerakan dengan gerakan yang di ajarkan oleh kakek nya dulu Fara mematahkan dan yang lain nya membutuhkan waktu kurang 15 menit kini anggota world wolf sudah terkapar di aspal dengan suara rintihan anggota drak Deon yang melihat itu meneguk ludah mereka dan menatap dengan tatapan ngeri sangat kejam dan beringas bagi mereka.



"gue harap ini balasan setimpal atas apa yang kalian lakukan di sini"ucap Fara datar.



"dan ingat satu hal gak semua cewek lemah jika kalian melihat mereka dengan kedua mata kalian pasti kalian akan menyadari di sini cowok lah yang lemah"ucap Fara lagi.



"jika nanti gue Liat kalian berkelahi tapi ada korban yang gak bersalah siap-siap mati di tangan gue satu kali pukul bakal gue balas ratusan kali paham Lo"ucap Fara lagi sambil menginjak dada Mike yang sudah babak belur.



"mental yupi aja berani nyerang Lo mana kalah lagi sama cewek malu uy"ucap vino menambahi membuat anggota world wolf marah cuman tak ada yang bisa melawan Karna tubuh mereka sangat sakit akibat ada beberapa tulang yang di patahkan oleh Fara.



"ngebunuh kalian gak ada apa-apanya bagi gue jadi ingat itu jika ingin nyerang ke sini"ucap Fara lalu pergi di susul letta anggota drak Deon yang melihat itu hanya menatap kepergian mereka datar setelah nya mereka melihat ke arah Mike dkk.



"**apa maksudnya ngebunuh mereka gak ada apa-apanya** **kaya sering ngebunuh aja tuh cewek**"batin Rayhan menatap kepergian Fara.



"jijik gue Liat kalian yang kalah sama cewek mana cewek nya sendiri lagi"ucap key yang di tanggapi kekehan dari anggota mereka.



"nglawan Bu bos aja kalah Lo apa lagi ngelawan pak bos"ucap vino yang mendapat tatapan tajam dari Rayhan sedangkan Vino hanya cengir Tampa dosa.



"lebih baik Lo pada bawa pergi anggota Lo ke rumah sakit gue yakin banyak yang akan masuk rumah sakit mengingat bunyi yang diciptakan oleh Bu bos kita"ucap Kellen yang mendapat gelapkan dari Rayhan.



"bacot"ucap Rayhan.



"biarin"ucap Kellen santai.


__ADS_1


setelah nya mereka semua pergi dari lapangan dan bubar.


__ADS_2