
saat ini di markas Legion blue sudah ada Fara yang datang beberapa menit lalu Fara datang dengan menggunakan rambut palsu panjang berwarna hitam dan lensa mata nya berwarna coklat supaya gak ada yang tau tentang perubahan alami nya.
"mau minta bantuan apa"ucap Melvin sambil melihat ke arah adx nya.
Fara pun memberikan berkas tentang gadis yang di poto keluarga Patra kepada Kaka nya.
"Lo tau cewek itu"ucap Fara menatap Abang nya dan teman-temannya mereka yang mendengar itu pun menatap Poto tersebut.
"keluarga Patra"ucap mereka serempak yang membuat Fara tersenyum.
"knp"ucap Melvin.
"Lo pada tau nama gadis yang di tengah"ucap Fara Tampa mau menjawab pertanyaan Melvin.
"nama nya Lidia Patra"ucap Riko membuat Fara mengangguk.
"gue minta bikin dia menderita karena dia sekolah di sekolah kalian"ucap Fara lagi yang membuat mereka heran.
"Jangan bilang Lo lakuin ini Karana cewek lemah dari keluarga Patra itu"ucap Daren yang membuat mereka menatap Fara.
"apa ada yang menarik perhatian Lo"ucap Melvin lagi Fara hanya diam.
"**** berapa kali Lo harus berurusan dengan orang berbahaya apa lagi karna tuh cewek"ucap elvaro.
"Lo gak tau Betapa jahat nya keluarga Senjaya"ucap Daren Fara yang mendengar keluarga itupun mengepalkan tangannya kuat Melvin yang melihat itu menghela nafas iya merangkul adx nya.
"dan Lo berurusan dengan keluarga itu hanya mau lindungi cewek lemah itu"ucap Riko lagi.
"alasan Lo mau lindungi tuh cewek knp"ucap Melvin mengalihkan pembicaraan dari pembicaraan para anggota yang akan membuat Fara marah yang ada.
"dia sama kaya gue bang dan gue akan buat mata nya yang awalnya lemah takut akan menjadi tajam dan pemberani penuh dendam dan gak gampang di tindas gue akan buat keluarga itu hancur ditangannya sendiri"ucap Fara marah sambil mengepalkan tangannya kuat mereka yang melihat itu pun terkejut beda dengan Melvin yang terdiam melihat mata adx nya yang menyimpan banyak kebencian.
"sampai kapan rasa benci ini ada di diri Lo dex"ucap Melvin dalam hati.
"chk, dah gue duga Lo pada ngawasin gue"ucap Fara tersenyum tipis.
"Lo tau kita khawatir jadi wajar lah dex"ucap Melvin.
"kita tau Lo gak lemah tapi apa salahnya kita mau tau aktivitas Lo sehari-hari"ucap elvaro.
"serah Lo pada"ucap Fara.
"gue cuman Minta buat dia menderita jika kalian gak ada yang mau ok biar gue yang setiap hari datang ke sekolah kalian hanya untuk membully tuh cewek"ucap Fara santai yang membuat mereka terkejut lalu bangkit dari duduknya yang membuat mereka menatap nya heran.
"mau kemana Lo"ucap Melvin.
"kerja"ucap Fara.
"baby kerja, kerja apa"ucap Riko.
"club"ucap Fara santai yang membuat mereka membola.
"jangan bil-"ucap Daren Terhenti.
"chk, gue bukan cewek ****** gue kerja sebagai pembersih"ucap Fara lagi.
"Lo mau kerja di cafe kita aja dex"ucap elvaro.
"gue udah nyaman sama perkerjaan gue"ucap Fara lalu pergi dari sana yang membuat anggota abg nya menghela nafas.
"sabarkan aku ya Robb"ucap Riko.
"gini amat punya adx cewek"ucap Daren.
"dasar keras kepala banget"ucap Melvin.
"untuk sayang coba klo gak"ucap elvaro.
"emang klo gak mau Lo apain"ucap mereka kompak.
"gue lempar ke Empang bapak Riko"ucap elvaro yang membuat mereka tertawa sedangkan Riko cemberut.
saat ini Fara sedang dalam perjalanan menuju club tempat nya berkerja setelah dari markas Abang nya Fara langsung menuju tempat kerja nya ya itu club.
beberapa menit kemudian mobil Fara sampai di area parkir club Fara menepikan mobilnya dan keluar dari dalam mobil nya.
fara menatap club yang ada di depan nya club yang tak pernah sepi yah selalu rame dikunjungi oleh orang-orang dan terdengar dentuman musik yang sangat keras yang membuat jantung berdetak lebih cepat.
__ADS_1
Fara berjalan menuju club itu namun langkah nya terhenti di pintu masuk club karena mendengar suara yang tak asing bagi nya.
"kak Fara"teriak seseorang yang membuat Fara menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah samping di mana suara tadi berasal.
setelah menoleh Fara melihat sosok gadis yang tengah tersenyum terhadap nya sosok gadis itu mau menghampiri nya Fara yang melihat itu mengepalkan tangannya kuat.
Fara berjalan ke arah sosok yang memanggil nya yang tak lain adalah dara di saat sudah sampai di depan dara Fara langsung menarik tangan dara dan membawa nya ketempat sepi.
Fara membawa dara kesuatu gang yang hanya ada satu cahaya lampu di sana.
saat sampai Fara menghempaskan tangan dara dan menatap nya tajam sedangkan dara hanya menunduk.
"ngapin Lo di sini bego di suruh nesa lagi ia"ucap Fara dingin.
dara yang mendengar suara itu menggeleng sambil memeluk jaket Fara kuat.
"aku nungguin Kaka"ucap dara terbata.
"buat apa Lo nungguin gue ha"ucap Fara lagi.
"sebenarnya aku mau ngembaliin jaket Kaka yang kemaren cuman kata ka letta Kaka dah dua hari gak masuk makanya aku kesini karena aku yakin Kaka pasti ada disini eh ternyata bener"ucap dara tersenyum Fara yang melihat itu mengambil jaket nya kasar dan melemparkannya ke sembarang arah yang membuat dara terkejut.
"Lo tau ha jika gara-gara ni jaket bisa buat Lo dilecehkan gue gak papa bakar ni jaket tapi jika Lo yang sudah hancur apa yang gue bakar bodoh Lo gak tau ha di sini bahaya"ucap Fara marah.
"chk, Lo bodoh bego tolol gomblok tau gak ha jika gue gak datang apa Lo bakal nunggu gue di sana sampai gue datang iya dasar punya otak di pakai jangan jadi pajangan"ucap Fara marah.
"jeket ini gak penting bagi gue setan yang gue pentingin dan khawatir rin itu elo,,,,,elo jika Lo kenapa-kenapa gimna ha gue yang salah gue yang gagal jaga Lo paham gak sih ha gara-gara Lo perasaan gue ingin selalu lindungi Lo"ucap Fara membentak dara yang dibentak pun mundur dua langkah.
"jika Lo sampai hancur perasaan gue yang bakal hancur anjing perasaan gue Lo gak seharusnya datang ke sini Lo bisa tunggu gue masuk sekolah apa susah nya sih ha jika gue gak datang apa yang akan terjadi sama Lo apa dara jawab gue apa gue gak mau kehilangan yang kedua kali nya gue gak mau merasakan sakit dan hancur kedua kalinya hanya karena tumbuhnya perasaan ingin melindungi dan menjaga ini"ucap Fara marah dengan mata memerah.
"**aaarrggh**...
Fara memukul tembok yang ada di hadapannya dara yang melihat itu terkejut tapi iya gak berani menghentikan Fara iya hanya menunduk sambil mencerna kata-kata Fara tadi yang entah knp membuat hati nya nyaman dan hangat.
"maaf ka maaf aku hanya khawatir Kaka gak masuk dua hari ini makanya aku mau liat di sini sapa tau Kaka kesini"ucap dara lagi.
"Lo gak usah khawatir sama gue dara gak usah gue gak butuh yang perlu dikhawatirkan itu elo,,,,elo jika Lo kenapa-kenapa Lo gak bisa apa-apa selain minta tolong sedangkan di sini gak bakal ada yang mau nolongin Lo tau itu ha"ucap Fara lagi.
dara yang terus di bentak pun sudah berkaca-kaca entah keberanian dari mana dara berlari dan memeluk Fara kuat yang membuat Fara terdiam.
"hiks hiks, maaf ka maaf aku janji gak lakuin lagi aku janji gak bakal kesini lagi"ucap dara menangis sambil memeluk Fara.
__ADS_1
"Kaka Fara jangan marah Aku takut hiks hiks"ucap nya lagi.
Fara iya hanya diam sambil melihat dara yang menangis di dada nya karena dara emng pendek.
"**Caca"ucap Fara dalam hati merasakan kehangatan yang dara berikan**.
Fara mengangkat kepalanya di saat ada air mata yang mau jatuh di pipi nya.
"lepasin gue"ucap Fara datar.
dara yang mendengar itu mendongak ke atas dan menatap Fara.
"boleh pinjam bentar gak ka aku ingin merasakan rasanya dipeluk"ucap dara lagi Fara yang mendengar itu hanya diam.
"pelukan Kaka hangat dara nyaman"ucap dara lagi Fara yang melihat mata nya tadi nya menunjukkan penderitaan kini menjadi tatapan polos yang membuat Fara gemes namun tertahan.
"hem"ucap Fara yang membuat dara tersenyum lalu memeluk Fara lagi.
"Lo knp gak masuk"ucap Fara yang merasakan dara benar-benar memeluk nya erat.
"hehehe, aku di kunciin sma mama aku di gudang beberapa hari ini makanya gak masuk"ucap dara Tampa sadar Fara yang mendengar itu mengepalkan tangannya kuat.
"**berengsek awas kalian"batin Fara menatap tajam ke depan**.
"alasan nya"ucap Fara lagi.
"mereka tau aku pulang malam kemarin"ucap dara lagi.
"ka Fara apa Kaka Fara tau Kaka lah orang pertama yang selalu membuat aku merasa terlindungi jika berurusan dengan Kaka rasa takut aku menghilang walupun sikap Kaka cuek dan dingin tapi aku tau Kaka orang yang baik di dekat Kaka aku merasakan terlindungi dan beban aku selama ini terlupakan"ucap dara menatap ke arah Fara yang tengah menatap nya.
"semenderita apa Lo selama ini"ucap Fara.
"em, bisa di bilang sangat ka waktu kecil mama kandung ku meninggal dan ayah menikah lagi sama mama baru ku namun semenjak itu ayah dan keluarga baru nya seringkali menyiksa dan memukul ku"ucap dara sendu dan menyembunyikan wajahnya di dada Fara.
"tapi hiks semenjak ada Kaka penderitaan ku berkurang walupun Kaka selalu cuek sma aku"ucap dara lagi Fara yang mendengar itu Tampa sadar membalas pelukan dara.
"**Lo sama seperti gue dan adx gue sama-sama Menderita"ucap Fara dalam hati**.
"Lo gak ada niatan mau kabur dari keluarga Lo"ucap Fara.
"ada tpi mereka selalu mencari aku ka dan membawa aku pulang"ucap dara fara yang mendengar itu menatap nya heran.
"knp"ucap Fara.
__ADS_1
"karena semua warisan ayah atas nama aku yang di berikan oleh kakek dan jika aku pergi dari rumah mereka bakal di usir sama keluarga kakek"ucap dara lagi. Fara yang mendengar itu tersenyum knp dia sama dengan dara sama-sama dilindungi oleh kakek mereka.