Menerima Sebuah Takdir

Menerima Sebuah Takdir
perkara hp


__ADS_3

saat ini di rooftop Arya key dan Kellen sudah sampai di depan pintu rooftop key membuka pintu rooftop dan mereka pun masuk kedalam.


sepi itu lah yang mereka liat mereka sama sekali tak ada melihat tanda-tanda akan ada nya orang masuk di rooftop.


Arya berjalan ke pojok rooftop di mana iya pernah melihat Fara duduk di sana sambil merokok namun tempat itu sepi dan bersih dan Arya tau bahwa Fara gak pernah kesini mereka pun menghela nafas nya.


"di sini juga gak ada"ucap Kellen.


"baru kali ini gue cari cewek di sekolah gak nemu"ucap key frustasi.


"terus gimna kita cari kemana lagi sekarang"ucap Kellen."apa dia gak masuk sekolah"ucap nya lagi Arya dan key menatap Kellen sambil mengangkat bahu acuh.


"sial,,, jika di sini aja tuh cewek susah di cari Gimna klo di luar sekolah bisa setahun kita cari gak ketemu- ketemu"ucap key.


"kita susul rombongan darel sapa tau mereka Nemu keberadaan Fara"ucap Arya mereka yang mendengar itu mengangguk.


setelah nya Arya berjalan keluar rooftop dan di susul oleh key dan Kellen kini tujuan mereka adalah taman belakang jika memang mereka gak ketemu juga sama Fara mereka memilih untuk mencari Fara lain waktu.


sedangkan saat ini di taman belakang sudah ada kenen darel dan vino sedari tadi mereka mencari keberadaan Fara di mana-mana Namun mereka gak menemukan ada nya Fara di sana mereka menghela nafas gusar dan memilih untuk duduk di bawah pohon beringin yang rimbun.



"duduk sana aja yuk adem deh kaya nya"ucap darel.



"gak enak aja Lo liat itu pohon beringin \*\*\*\*\*\*"ucap vino.



"cih,Lo Takut"ucap kenen.



"gak takut cuma ngeri aja gue"ucap vino kenen dan darel yang melihat itu menatap vino sinis.



"sama aja setan"ucap mereka serempak.



"ya udah lah di sana aja mau ngadem gue sambil tiduran"ucap kenen yang di angguki oleh darel vino yang melihat itu menatap mereka kesel.



akhirnya mereka pun sudah sampai di bawah pohon beringin mereka bertiga lebih memilih langsung duduk di bawah pohon dan serempak memejamkan mata mereka untuk menikmati semilir angin.



sedangkan di atas pohon yang terdapat batang yang besar untuk bisa di buat tempat untuk berbaring pun ada seseorang yang tengah duduk sambil menghisap rokok nya iya tadi melihat kedatangan inti drak Deon namun cuma bertiga membuat nya menatap mereka heran namun iya tak perduli.


__ADS_1


sosok itu memilih untuk diam sambil menghisap rokok nya dengan tenang sesekali iya melihat Anggota inti drak Deon yang tengah memejamkan mata mereka.



"chk, sial,,,knp ke sini coba merusak suasana aja"umpat nya dalam hati.



iya pun memilih untuk tak perduli sosok itu menatap ke atas yang memperlihatkan langit yang biru dengan awan yang menghiasi nya sosok itu menatap nya dengan diam sambil menghisap batang rokok nya sesekali iya pun memejamkan mata nya dia kala angin menerpa wajah nya yang membuat nya nyaman.



tak beberapa lama Arya dan kedua sahabat nya sudah sampai di taman belakang namun mereka mengerutkan keningnya heran karena tak mendapati adanya kenen dan yang lain.


"lah anjing Kemana mereka"ucap Kellen.


"apa udah pergi ya setan ko gak ngabarin sih,,,bikin capek aja kesini jika gak ada dasar teman ****** emng"ucap key kesel.


"Kellen telpon darel"ucap Arya Kellen pun mengangguk iya mengambil ponselnya dan mencari kontak darel setelah ketemu iya memencet tombol pemanggilan.


mereka heran menatap sekeliling di saat mendengar suara ponsel darel yang berbunyi nyaring.


"itu ponsel darel jir berarti mereka ada di sini"ucap Kellen.


"terus telpon dia sambil cari di mana arah suara nya berbunyi"ucap Arya Kellen mengangguk.


Arya dia diam sambil merasakan arah suara ponsel darel berada iya memfokuskan telinga nya untuk mendengar arah suara ponsel darel yang berbunyi namun gak kunjung di angkat.


sedangkan di posisi darel mereka tengah tertidur jadi gak mendengar suara ponsel darel yang berbunyi.


"sialan,, itu tidur apa mati sih"kesel nya."gila,, telinga gue sakit astaga mau gue lempar rasanya mereka bertiga"ucap nya lagi.


gimana gak sakit coba soal nya nada dering yang di pakai darel adalah nada dering suara orang yang sedang bercinta yang penuh gairah yang membuat nya terus mendesah nyaring mana volume suara nya full lagi hal itu membuat sosok yang di atas pohon serasa mau melemparkan bom ke arah darel dan kedua sahabat nya biar bangun atau mati klo bisa.


iya yang melihat gak ada pergerakan dari ketiga orang yang tengah tertidur itu pun menghela nafas panjang iya mengambil handset nya dan memakai kan nya ketelinga nya memutar lagu sambil menghisap rokok yang sudah habis satu kotak itu dan sekarang Rokok yang baru di buka nya.


Arya yang sudah tau arah suara ponsel darel pun mengangkat tangannya.


"cukup Kellen mereka ada di bawah pohon beringin"ucap Arya Kellen yang mendengar itu pun mematikan sambungan telepon itu.


"ya udah kita kesana aja liat lagi ngapain mereka di telpon gak angkat"ucap key yang di angguki oleh Arya dan Kellen.


mereka pun berjalan ke arah pohon beringin guna melihat apa yang di lakukan oleh tiga orang yang gak kunjung memberi kabar ke Mereka sedari tadi.


saat sampai di pohon itu mereka menatap ketiga orang yang tengah tertidur dengan nyenyak itu dengan tatapan horor.


"gila,enak banget mereka tidur kita sibuk cari Fara dari tadi"ucap Kellen.


"anjir pengen banget gue mutilasi mereka beneran dah"ucap key kesel Arya yang mendengar itu menggeleng gak habis pikir.


"udah lah mungkin mereka juga gak nemuin Fara jadi nya istirahat di sini gue juga dah capek kita gabung aja"ucap Arya menatap key dan Kellen yang dibalas anggukan dari mereka berdua.


"debukk....(Anggap suara benda jatoh ya dan mengenai kepala).

__ADS_1


"aduhhh"ringis vino kuat memegang kepala nya yang sakit dan berdenyut yang membuat Anggota yang lain terkejut.


di saat mereka ingin duduk di atas rumput yang tak jauh dari posisi darel Kenen dan vino berada Mereka mengurungkan niat mereka untuk duduk di saat mendengar ringisan yang berasal dari Mulut vino Arya key dan Kellen yang mendengar itu menatap ke arah vino heran di saat mereka melihat vino yang tengah mengusap kepala nya yang berdenyut.


sedangkan kenen dan darel yang berada di sebelah vino pun membuka mata mereka dan menatap vino yang tengah memegang kepala nya dengan tatapan heran mereka berdua kompak mengangkat alis mereka menatap wajah vino yang mengenaskan pikir mereka.


"Lo knp sih Vin ganggu aja deh"ucap kenen kesel.


"eh, bangsat kepala gue sakit anjir"ucap vino kesel.


"lah knp"ucap darel.


"gak tau kaya ada yang nimpuk gitu"ucap vino mengusap kepala nya.


"Lo knp"ucap Arya datar mereka yang mendengar suara lain pun menoleh ke arah suara berasal dan mendapati adanya Arya key dan Kellen yang tengah menatap mereka heran.


serontak darel Kenen dan vino berdiri menatap mereka dengan tatapan tanda taya.


"lah kalian knp di sini"ucap darel yang membuat Kellen memutar bola matanya jengah.


"Lo pikir kita kesini ngapin ha"ucap Kellen yang membuat darel dan yang lain terdiam berpikir beberapa saat baru ingat dan mereka pun cengengesan.


"hehe, sorry di sini juga gak ada"ucap kenen mereka yang mendengar itu mengangguk.


vino dari tadi mengusap kepala nya yang berdenyut key yang melihat itu menatap vino heran.


"Lo knp sih Vin kaya orang kejatuhan meteor aja Lo langsung linglung gitu"ucap key.


"chk, gue emang habis kejatuhan benda tapi bukan meteor sialan"ucap vino kesel mereka yang melihat itu terkekeh sambil menggeleng.


"sapa tau"pikir mereka kompak.


mereka menatap ke arah bawah guna mencari benda yang menimpa kepala vino Arya menatap ke arah benda hitam yang tergeletak di samping akar tempat vino tertidur iya pun Mendekat dan berjongkok guna mengambil benda itu.


key dkk yang melihat itu mendekat ke arah Arya dan menatap beda ya berupa hp itu dengan tatapan heran.


"lah gue di timpuk sama ni hp"ucap vino.


"wih gila ni hp keluaran terbaru jir"ucap darel.


"baru aja lima hari ni hp di promosi sudah ada aja yang membeli nya"ucap darel.


"tau gue aja baru ngomong tadi pagi minta di belikan sama bonyok dan dapat nya dua Minggu lagi"ucap Kellen mereka yang mendengar itu menatap Kellen kasihan sedangkan Kellen hanya diam saja.


"kita jual gimana"ucap darel mereka yang mendengar itu memukul darel.


"bego, ini hp aja gak tau asal nya dari mna"ucap vino memukul kepala darel.


"chk, biarin Napa sih orang ni hp jatuh nya dari atas nimpuk pala lu lagi Mayan lah buat ke culb entar malam"ucap darel sambil mengedipkan mata nya sebelah yang membuat vino Tersenyum tipis mereka yang melihat itu hanya diam sambil menggeleng.


"bagaimana bisa hp jatoh emng lagi hujan hp ya"ucap Kenen yang membuat mereka yang mendengar nya menatap keren cengo.


"eh gorila mana ada hujan hp bego"timpuk vino kenen yang mendapat kan timpukan vino pun menatap nya sinis.

__ADS_1


"kan sapa tau"ucap Kenen."terus ini hp siapa dong"ucap nya lagi mereka serempak mengangkat bahu acuh.


__ADS_2