Menerima Sebuah Takdir

Menerima Sebuah Takdir
tentang dara


__ADS_3

saat ini Fara dan Galang sedang berada di depan mobil mereka masing-masing setelah pembicaraan tadi mereka memilih untuk pulang.


"kapan-kapan gue main ke rumah bibi boleh kan"ucap Galang.


"serah Lo"ucap Fara.


"chk,jutek amat neng entar di jodohkan baru tau lu"ucap Galang Fara yang mendengar pun hanya diam.


"entar malam ke club gak"ucap Galang Fara yang mendengar nya mengangguk dan berjalan menuju mobil nya dan masuk lalu melajukan mobilnya.


"heh, gini amat punya sepupu"ucap Galang sambil mengelus dadanya sabar.


setelah bertemu dengan sepupunya Galang Fara memilih untuk pulang ke apartemen karena jika iya keluyuran akan membuat pusat perhatian banyak orang karena Perubahan nya dan hal itu sangat di benci oleh nya.


saat sampai di apartemen seperti sebelumnya Fara menggulung rambut nya dan menyembunyikan nya di balik topi hitam nya dan Fara memakai kacamata hitam setelah selesai Fara keluar dari mobil nya dan berjalan menuju apartemen nya.


saat sampai di depan pintu apartemen nya fara membuka nya dan masuk kedalam menutup pintu Fara berjalan ke arah kamar nya.


saat sampai di kamar Fara merebahkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamar sambil menghela nafas.


Fara memejamkan mata nya sejenak lalu membuka nya dan bangkit dari ranjang menuju ke toilet untuk membersihkan diri nya yang terasa lengket.


beberapa menit kemudian Fara keluar dengan pakaian rumah nya ya itu baju kaos putih dan celana pendek sepaha berwarna hitam Fara berjalan ke arah meja rias merapikan wajah dan rambut nya setelah nya Fara berjalan ke arah ranjang dan menatap amplop yang Iya dapat dari sepupunya Galang.


iya pun mengambil amplop itu dan juga laptop yang ada di samping ranjang nya dan berjalan ke arah balkon kamar nya Fara duduk di ayunan yang ada di sana dan membuka amplop itu.


Fara menatap data-data tentang dara sebentar sebelum membuka nya.


di saat Fara membuka nya terdapat Poto keluarga namun berbeda-beda satu keluarga yang menarik perhatian Fara.


Fara yang menatap Poto itupun tersenyum tipis iya membuka laptop nya dan mengetikkan sesuatu di sana beberapa saat keluar lah informasi yang iya cari.


"chk, sialan orang tua gak ada untung jika gak mau ngerawat kasih ke ibu nya dasar setan"umpat Fara kesel.


"gue pastikan kalian hancur dengan perlahan"ucap Fara menatap Poto keluarga dara dan namun naas nya tak ada dara di sana.


"berarti di sini dara sodara tiri dengan dia dong wah gila sih jika sampai tuh anak tau gimna nya"ucap Fara berpikir.


"jika Lo gak di terima oleh keluarga ibu Lo biar gue yang ngerawat Lo akan gue jadikan hati lemah Lo menjadi mati dan gue pastikan Lo yang akan melihat dan membuat kehancuran orang yang telah menyiksa Lo selama ini"ucap Fara tersenyum smirknya.


Fara menatap Poto keluarga ayah dara dan iya melihat sosok gadis dan wanita paruh baya Fara pun mencari berkas data-data tentang gadis dan wanita paruh baya di Poto itu dan setelah ketemu Fara mengetikkan sesuatu di laptop nya.


beberapa saat kemudian keluar lah identitas dan informasi tentang mereka berdua fara yang melihat itu mengepalkan tangannya kuat menggeram marah.


"**aaarrggh....


"sial , sialan knp keluarga mereka sih ha knp apa belum cukup Mereka menghancurkan keluarga ku dan sekarang mereka menghancurkan keluarga orang lain dasar setan awas kalian akan ku buat menderita"ucap Fara marah sambil melempar berkas-berkas tentang mama dan sodara tiri dara**.


Fara mengambil ponselnya dan mencari kontak Abang nya di sana setelah dapat Fara pun memencet panggilan telpon.


beberapa saat kemudian terdengar suara berisik dari sana yang Fara pikir abg nya tengah di markas.


"**halo dex"ucap Melvin.


"Lo di Markas bang"ucap Fara.


"iya lagi ngumpul knp emng nya"ucap nya lagi.


"gue minta bantuan boleh gak"ucap Fara lagi.


Melvin yang di sana yang mendengar itu pun mengangkat alis nya.

__ADS_1


"bantuan apa an"ucap nya.


"entar malam gue ke sana Lo sama teman Lo tunggu aja"ucap Fara.


"oh ok"ucap Melvin lagi.


"soal di sekolah dah selesai"ucap nya lagi.


"sudah abg tenang aja"ucap Fara Melvin pun mengangguk.


setelah nya Fara mematikan sambungan tersebut dan meletakkan ponsel ke meja Fara menatap Poto keluarga yang ada di tangan nya dengan senyuman tipis.


"perlahan kalian akan merasakan penderitaan dari yang kalian buat sendiri"ucap Fara dalam hati**.



sedangkan di posisi Melvin mereka yang tengah asik ngobrol teralihkan oleh suara ponsel Malvin.



"baby"ucap Riko Melvin mengangguk.



"ada apa"ucap daren.



"mau kesini entar malam"ucap Melvin.



"serius wih rame nih lama banget baby gak ke sini"ucap Riko mereka hanya mengangguk.




"gue gak tau entar malam kita liat"ucap Melvin yang membuat mereka mengangguk.



"dar soal di sekolah Fara adx Lo ada cerita"ucap Riko Daren yang mendengar itupun berucap.



"adx gue kemaren gak ada di sana saat kejadian tapi yang jelas dia tau kabar bahwa masalah Fara dah selesai dan para orang tua world wolf gak mempermasalahkan lagi maslah ini"ucap nya mereka yang mendengar itu mengangguk.



"tapi ada lagi maslah yang besar"ucap Daren yang membuat mereka menatap nya serius.



"apa an"ucap elvaro dan Melvin tajam.



"ya elah, tatapan Lo berdua kaya mau makan gue aja"ucap Daren ngeri.


__ADS_1


"berisik apa an bacot"ucap Melvin lagi.



"iya iya Bima bilang ke gue kalo Fara sempet berantem sama nesa Senjaya anak pemilik sekolah sampai masuk rumah sakit dan koma Samapi sekarang"ucap Daren membuat mereka terkejut.



"dan Lo pada harus tau Fara melakuin ini karena satu cewek lemah yang sering di bully nama nya dara Puspita Sari anak dari keluarga dewan patra"ucap Daren yang membuat mereka menatap heran.



"Lo serius Daren"ucap elvaro.



"chk, adx gue gak mungkin bohong setan"ucap Daren lagi.



"terus gimana Diki Senjaya selaku kepala sekolah dan ayah nya gak akan tinggal diam"ucap Riko.



"**Lo pada gak tau aja jika pemilik sekolah itu ayah kandung Fara"ucap Melvin membatin**.



"**tapi yang jelas Fara sangat membencinya"ucap nya lgi**.



"kita pantau terus dia gimna"ucap elvaro.



"gak perlu deh kaya nya"ucap Daren lagi.



"knp"ucap Melvin dingin.



"gue juga tau klo adx Lo dan sahabat adx Lo selalu di datangi dan di awasi oleh drak Deon"ucap Daren yang tambah membuat mereka terkejut.



"Lo tau niat mereka"ucap Melvin.



"gue gak tau tapi yang jelas kaya nya mereka bakal melindungi princess kita deh jika Lo pada masih penasaran datangi aja Drak Deon"ucap Daren lagi yang membuat mereka terdiam.



"gak perlu"ucap Melvin.



"Lo serius Vin klo terjadi sesuatu gimna"ucap Riko.

__ADS_1



"Lo pada lupa adx gue kaya gimana walupun niat mereka jahat sekalipun adx gue pasti bisa ngatasin ini semua sebelum kita turun tangan"ucap Melvin lagi mereka yang mendengar itu pun mengangguk.


__ADS_2