Menerima Sebuah Takdir

Menerima Sebuah Takdir
rumah sakit


__ADS_3

kini di parkiran rumah sakit sudah ada berdiri 4 orang gadis cantik siapa lagi klo bukan Fara dan ketiga sahabatnya.


mereka menatap bangunan rumah sakit yang tak pernah kosong itu dengan tatapan datar letta menatap ke arah Fara.


"far Gimna kita masuk Sekarang gak"ucap letta Fara yang mendengar nya menatap ke arah letta.


"gue males banget ya elah"ucap Fara letta seylla dan bela yang mendengar itu menatap Fara dengan memutar bola matanya jengah.


"Lo mah emang pemalas far"ucap bela Fara menatap bela datar.


"udah-udah klo gini Mulu kapan kita masuk nya"ucap letta yang mulai jengah dengan tingkah Fara dan sahabat nya.


"gini aja deh gue sama bela mau beli sesuatu dulu gak mungkin kita jenguk Rayhan gak bawa buah tangan kan gak sopan"ucap seylla.


"bener juga sih"ucap bela.


"ya udah pergi Sono kita tunggu di sini"ucap letta bela dan seylla pun mengangguk.


"far"panggil letta.


"pa an"ucap Fara.


"Lo tau jika nie rumah sakit tempat nesa di rawat"ucap letta Fara yang mendengar nya menatap ke arah letta.


"terus"ucap Fara datar letta yang melihat itu hanya bisa mengelus dada Fara memang gak pernah berubah pikir nya.


"ya kan gue cuma takut nya jika nanti Lo ketemu sama orang tua nya gimana"ucap letta.


"gue gak perduli lagian mereka gak ada yang tau siapa gue"ucap Fara santai.


"ya kan sapa tau Fara"ucap letta Fara hanya diam.


tak beberapa lama kemudian bela dan seylla pun datang dengan membawa buah-buahan dan makanan ringan Fara yang melihat itu hanya diam.


"gila banyak banget"ucap letta melotot melihat bawaan seylla dan bela yang banyak.


"sengaja kita juga tau pasti di sana juga banyak orang nya"ucap bela letta hanya mengangguk.


"ya udah sekarang aja yuk kita masuk keburu siang entar"ucap seylla.


"ini dah siang anjim"ucap bela.


"salah sebut gue ya elah"ucap seylla.


"chk, Kapan masuk nya klo gini sih"ucap Fara mereka pun menatap ke arah Fara yang sedang menatap mereka kesel.


"ye, dasar kecebong ikan tadi ogah-ogahan lah sekarng kaga sabaran"ucap bela.


"tau mana tuh muka minta di giling lagi"ucap seylla.


"sekali lagi Lo pada ngomongin gue awas"ucap Fara tajam dan Langsung berlalu pergi dari sana dan memuji rumah sakit.


letta seylla dan bela yang melihat itu saling pandang.


"jir, di tinggal"ucap bela.


"ah udah kalian ribut Mulu heran deh gue cepat deh susul Fara emng dia tau ruangan Rayhan di mana"ucap letta mereka yang mendengar nya pun mengangguk.


"ya udah ayok"ucap letta lagi dan berlari mengejar Fara yang sudah masuk ke dalam rumah sakit.


saat sudah sampai di dalam Fara dan letta juga yang lain menuju ke arah recepsionist mereka yang sudah sampai pun bertanya.


"permisi"ucap letta sang recepsionist yang di ketahui nama nya Wulan pun menatap letta dan yang lainnya dengan Tersenyum.


"apa ada yang bisa saya bantu"ucap Wulan.


"oh ada sus kita mencari ruangan Rayhan askarga zafano"ucap letta.


"oh ruangan tuan muda di lantai 6 no 245"ucap suster itu letta dan yang lain nya yang mendengar itu mengangguk.

__ADS_1


"makasih"ucap letta setelahnya mereka pun pergi menuju lift untuk naik ke lantai atas.


beberapa menit kemudian pintu lift pun terbuka Fara dan yang lain nya pun keluar dari lift dan berjalan untuk mencari kamar VVIP Rayhan.


"eh, far tunggu"ucap seylla Fara yang mendengar itu berhenti menatap seylla.


"apa an"ucap Fara.


"ini ada dua cabang lorong nya kita kemana"ucap seylla Fara yang mendengar nya pun menatap lorong tersebut.


"chk, Lo buta apa gimana sih seylla itu tuh tinggal kita ikuti aja lorong yang no nya gak jauh dari angka 245"ucap bela yang menatap seylla dengan memutar bola matanya jengah.


"lah gue gak liat hehehe maaf"ucap seylla cengengesan.


"ye, elu mah"ucap bela lagi.


setelah nya mereka pun berjalan masuk ke lorong sebelah kanan untuk menuju ruangan Rayhan.


beberapa saat berjalan akhirnya mereka pun sampai di depan ruangan Rayhan yang bertuliskan VVIP 245 letta yang melihat itu menatap ke arah Fara.


"mau masuk sekarang apa gak"ucap letta Fara menatap nya.


"Lo pada masuk duluan gue dari belakang"ucap Fara letta pun mengangguk.


"tpi kaya nya rame deh di dalam"ucap bela.


"iya juga sih jadi deg degan gue"ucap seylla.


.


"ye kaya mau di apain aja Lo berdua "ucap letta menatap Sahabatnya jengah.


"buruan masuk"ucap nya lagi seylla dan bela pun mengangguk letta mengetuk pintu ruangan Rayhan dengan pelan.




mereka tengah berkumpul membicarakan tentang kondisi Rayhan ketua mereka yang masuk rumah sakit gara-gara perempuan yang membuat harga diri Rayhan tiba-tiba anjlok.



"parah sih Ray kita gak nyangka loh ini"ucap Anggota lain menatap Rayhan menggeleng.



"Lo aja gak percaya kan apa lagi kita"ucap darel.



"terus tuh cewek gimna mau di apain nih"ucap Anggota yang lain.



"Tante larang kalian buat lukain dia jika sampe Tante tau awas"ucap nimas menatap teman anak nya tajam.



"santai Tan kita cuman Bercanda"ucap mereka yang di angguki oleh yang lain nya Anggota inti dan Rayhan yang melihat itu hanya terkekeh.



tak beberapa lama mereka pun menatap ke arah pintu depan tatapan heran di saat mereka mendengar suara ketukan dari pintu.



"**tok.tok.tok**....


__ADS_1


"masuk"ucap Evan mempersilahkan masuk kedalam.



letta dan yang lain nya yang mendengar itu pun langsung membuka pintu semua orang yang di dalamnya menatap ke arah pintu depan penasaran.



tak beberapa lama letta pun masuk kedalam yang di iringi oleh seylla dan bela semua orang yang di dalam ruangan menatap letta dengan tatapan heran berbeda dengan Rayhan dan sahabat nya yang menatap letta dengan terkejut.



"kalian"ucap serempak Anggota inti drak Deon Anggota yang lain yang melihat itu menatap Anggota inti dengan penasaran begitu juga kedua orang tua Rayhan.



"kalian kenal"ucap nimas.



"iya tan dia sahabat nya Fara"ucap vino nimas yang mendengar nya langsung Mendekat.



"kalian sahabat Fara"ucap nimas ke pada letta sedangkan letta yang bingung pun hanya mengangguk.



nimas yang melihat itu tersenyum iya menatap kedua gadis yang berbeda di samping letta dengan tatapan berbinar-binar.



"di antara kalian siapa namanya Fara"ucap nimas bertanya.



"em maaf Tan perkenalkan nama saya bela"ucap bela.



"dan saya seylla"ucap seylla.



"dan saya letta"ucap letta Nimas yang mendengar nya menatap mereka sendu.



"apa Fara gak bisa datang ke sini"ucap nimas letta yang melihat itu menatap seylla dengan bela bergantian.



"em, sebenarnya-"ucap seylla terpotong ketika mendengar suara seseorang orang gadis semua orang yang ada di dalam ruangan pun menatap ke arah nya.



"maaf gue telat"ucap Fara dingin sambil masuk ke dalam ruangan itu.



kini semua mata tertuju ke arah nya di mana Anggota drak Deon yang lain yang melihat Fara melongo sedangkan anggota inti menatap Fara dengan tatapan terkejut orang tua Rayhan menatap Fara dengan tatapan tanda tanya.



"nah Tante dia yang nama nya Fara"ucap bela di saat menatap Fara yang sekarang berada di tengah-tengah mereka nimas yang mendengar itu pun menatap Fara iya langsung berjalan ke arah Fara.



Fara yang melihat itu hanya diam nimas yang sudah sampai di depan Fara pun langsung memeluk tubuh Fara yang membuat Fara terkejut begitu juga semua orang yang ada di dalam ruangan.

__ADS_1


__ADS_2