
setelah keluar dari club Fara membawa gadis yang terus menangis sedari tadi iya membawa gadis itu ke tempat yang sepi setelah nya iya menghempaskan Gadis itu ke jalan yang mengakibatkan keluarnya ringisan gadis tadi.
"akh, sakit"ucap nya sambil meringis.
Fara tak memperdulikan itu iya berjongkok dan memegang bahu gadis itu kuat.
"gimna bisa ke sna Lo"ucap Fara tajam.
dara ya sosok gadis yang terus minta tolong tadi adalah dara cewek lemah penakut.kini iya bersama dengan Fara iya sangat Takut sekaligus terkejut takut akan tatapan nya Fara dan terkejut bagaimana bisa Fara ada di sna.
"gue taya jawab bego"ucap Fara dengan kesel.
"em, aku tadi di ajak nesa cuma mereka tinggal Lin aku di tempat sepi dan aku bertemu dengan peria tadi kak"ucap nya lagi cepat karena benar² takut akan tatapan Fara.
Fara yang mendengar itu menghela nafas iya heran cewek di Depan nya ini polos bego atau tolol atau ketiga nya entah lah tak ada guna nya Fara mikir hal itu gak jls.
Fara melepaskan jaket nya dan melemparkannya ke dara yang masih terduduk.
"pake"ucap nya.
dara yang mendengar itu pun mengangguk iya berdiri dan memakai jaket Fara. setelah nya Fara berjalan terlebih dahulu dara yang melihat Fara pergi pun hanya diam Fara yang melihat itu bergumam.
"ikut atau gue tinggal"ucap nya dara yang mendengar itu langsung mengikuti Fara berjalan di belakang Beberapa saat berjalan akhirnya mereka sampai di parkiran Fara menuju mobil nya.
"masuk gue antar"ucap nya lagi.
dara yang mendengar itu pun bergumam.
"gak usah kak aku bisa minta jemput"ucap nya lagi.
Fara yang mendengar itu pun menatap nya tajam.
"gue bilang masuk ya masuk"ucap Fara datar.
dara yang mendengar itu pun mengangguk cepat iya masuk ke dalam mobil Fara yang di susul oleh Fara.
didalam mobil hanya ada keheningan tak ada yang mau berbicara setelah Fara menanyakan alamat rumah dara tadi dara yang Takut pun berusaha berucap.
"makasih ya kak udah bantuin"ucap nya seraya menunduk. Fara hanya diam Tampa mau membalas ucapan dara dan setelah itu terjadi lah keheningan dara yang diam sambil menunduk dan Fara yang pokus menyetir mobil nya.
beberapa menit kemudian sampai lah Fara di depan gerbang ramah dara dapat Fara lihat bangunan yang sangat megah bernuansa putih itu dan banyak lampu membuat nya terkesan bak istana.
"turun"ucap Fara.
dara yang mendengar itu pun turun setelah dara turun Fara melajukan mobilnya Dara yang melihat itu pun terkejut.
"kak tunggu ini jaket nya gimana"ucap dara yang melihat kepergian mobil Fara dara menatap jaket yang berada di tangan nya dengan diam setelah nya iya berguam.
"aku cuci Dulu deh entar aku kembalikan makasih ya kak udah tolongin aku tapi aku Bingung knp bisa kak Fara ada di club itu"ucap dara sambil berpikir.
"tau ah bingung"ucap dara yang bingung setelah nya iya memilih untuk masuk ke dalam rumah bak istana bagi orang bak neraka bagi nya dada melihat rmh itu dengan senyuman tipis setelah nya iya masuk melalui pintu belakang supaya gak ketahuan sama orang rumah.
__ADS_1
pagi ini Fara berjalan di koridor sekolah yang terbilang sepi yah lagi dan lagi Fara memilih terlambat entah apa alasannya.
saat sampai di depan kelas seperti biasa seakan-akan tangan nya malas untuk memegang daun pintu iya pun harus menendang pintu itu.
**brakk**...
serontak semua yang ada di dalam kelas menoleh ke arah pintu yang terbuka lebar dan terpampang lah wajah Tampa dasa nya Fara karena telah membuat pintu kesayangan kepala sekolah harus tertendang.
"oh,jadi kamu yang nama nya Fara anak baru itu yang masuk kelas pake nendang pintu kamu pikir sekolahan ini punya keluarga kamu iya bahkan anak dari sekolahan ini aja sopan tak seperti kamu berandal"ucap guru geografi yang bernama pak Dodi. letta yang melihat itu tak terima.
"cih, sopan sih tapi tukang bully"ucap letta sinis.
"sma kelakuan kaya putri tapi padahal kelakuan yang asli kaya ular"ucap seylla lagi.
"diam kalian gak usah bela yang salah"ucap pak Dodi lagi.
"apa an sih pak saya ada di sini juga"ucap bela yang tak terima nama nya terbawa.
"bukan kamu bela"ucap nya lagi.
"blablabla bapak gak jelas"ucap nya lagi Doni yang melihat itu hanya diam iya melihat ke arah Fara yang sedari tadi diam memperhatikan perdebatan mereka.
"dan kamu-"ucap Dodi terpotong.
__ADS_1
"apa lagi"ucap Fara dengan tatapan tajam nya telinga nya sudah panas dengar omongan pak Dodi sedari tadi.
"kamu berani melawan saya mau masuk BK kamu"ucap nya lagi Fara yang mendengar itu memutar mata nya malas.
Fara melihat ke arah letta dan yang lain nya iya dapat melihat jika letta tak suka dengan guru yang sedang memarahi nya ini. sebias senyum tipis yang tak terlihat Fara mengkode letta melalui mata nya dan kebetulan letta juga sedang melihat ke arah nya.
Karena mengerti pun akhirnya letta mengangguk Fara yang melihat itu langsung berjalan keluar kelas letta yang melihat itu pun bangkit mengejar Fara yang di susul oleh seylla dan bela para murid yang melihat aksi mereka melongo bagaimana bisa mereka keluar guru sedang marah gila pikir mereka sedangkan pak Dodi yang melihat itu menggeram marah Iya berucap.
"heh, kalian mau kemana ini masih jam pelajaran mau saya hukum"ucap nya marah.
"serah"ucap mereka terkecuali Fara iya hanya diam.
Mereka sekarang berada di koridor sekolah karena tak ada tujuan.
"anjir senang banget gue bisa keluar dari pelajaran tuh pak botak"ucap bela.
"gue juga dia pikir pelajaran nya enak apa bikin ngantuk iya"ucap seylla.
"berkat Fara nie jika gue gak ngerti kode nya tetap dalam kelas kita"ucap letta tersenyum Fara yang melihat itu hanya diam.
"kita kemana far"ucap letta.
"kantin"ucap Fara.
"yah gue kira udah cair teryata belom"ucap seylla.yang di angguki bela letta yang melihat itu hanya terkekeh sedangkan Fara iya hanya diam.
__ADS_1