Menerima Sebuah Takdir

Menerima Sebuah Takdir
kabar bahagia


__ADS_3

saat ini di rumah sakit sudah ada orang tua Rayhan ya itu Evan zafano dan nimas zafano saat mendapati telpon dari vino yang mengatakan bahwa Rayhan masuk rumah sakit Evan dan nimas langsung menuju rumah sakit nya.


saat sampai mereka melihat sahabat anak nya tengah duduk di kursi besi yang sudah di sediakan di sana.


Dengan perasaan campur aduk cemas dan khawatir mereka pun berlari mendekat ke arah Arya dan yang lain.


sedangkan Arya dan yang lain nya yang melihat orang tua Rayhan pun langsung berdiri dari duduk mereka.


"Tante om"ucap mereka kompak.


"gimna-gimna keadaan Rayhan apa kata dokter"ucap Evan.


"belum om dari tadi dokter belum keluar"ucap Arya nimas yang mendengar itu merosot kan tubuh nya sambil terisak Evan yang melihat itu langsung menahan istrinya.


"bagaimana ini bisa terjadi hiks hiks"ucap nimas terisak-isak.


"maaf Tan kita Gagal jaga Rayhan"ucap key menunduk dan di ikuti sama yang lain.


Evan yang melihat itu mengangguk iya membawa nimas untuk duduk.


"kalian cerita sama om sebenarnya apa yang terjadi sama Rayhan knp di bisa masuk rumah sakit selama ini dia gak pernah kalah jika berantem sama musuhnya"ucap Evan heran.


"Rayhan kalah berkelahi sama cewek om"ucap vino Evan dan nimas yang mendengar itu melongo.


"maksud kalian gimana"ucap nimas.


Kellen ingin menceritakan kejadian sebenarnya namun terhenti di kala melihat pintu ruangan UGD terbuka dan keluarlah dokter iflois.


mereka semua yang melihat itu langsung mendekat ke arah iflois dan bertanya.


"gimna ke adaan Rayhan dok"ucap key.


"gimana keadaan Rayhan iflois"ucap Evan.


iflois yang melihat kecemasan dari raut wajah mereka hanya tersenyum tipis iya menatap Evan dan nimas tersenyum.


"kalian tenang Rayhan baik-baik saja"ucap iflois yang membuat mereka menghela nafas.


"tuan Evan dan nyonya nimas bisa ikut dengan saya"ucap iflois Tersenyum orang tua Rayhan yang melihat itu mengangguk.


setelah nya iflois berjalan terlebih dahulu dan di susul oleh Evan dan nimas ketika sudah menyampaikan untuk menitipkan Rayhan sama mereka.



...di **ruangan** **iflois**....



saat ini di ruangan iflois sudah ada Evan dan nimas yang sudah duduk di bangku yang di sediakan di sana.



mereka menatap iflois tanda taya sedangkan iflois hanya menatap mereka tersenyum.



"ada apa iflois apa terjadi sesuatu sama Rayhan"ucap Evan iflois iya hanya menggeleng membuat mereka heran.



"terus ada apa iflois knp kmu memanggil kita kesini"ucap nimas.



"tak ada terjadi sesuatu terhadap tuan muda saya hanya mau menyampaikan kabar baik buat tuan dan nyonya"ucap iflois Evan dan nimas saling pandang.



"apa itu"ucap Evan.



"saya cuman mau kasih tau bahwa racun dalam tubuh tuan muda sudah hilang"ucap iflois yang membuat Evan dan nimas terkejut.

__ADS_1



"bagaimana bisa iflois apa kau meoperasi anak ku"ucap Evan iflois menggeleng.



"apa maksudnya ini iflois"ucap nimas ketika melihat iflois menggeleng.



"saya tidak tau apa yang telah terjadi sama tuan muda namun yang jelas ketika tuan muda di antar ke rumah sakit tuan muda sudah dalam keadaan penuh darah"ucap iflois Evan dan nimas yang mendengar itu hanya diam.



"awalnya saya terkejut jadi saya memeriksa tubuh tuan muda namun saya terkejut di kala melihat pinggang dan dada tuan muda ada bekas memar saya hanya berfikir jika tuan muda berantem saya memeriksa tubuh tuan muda yang membuat saya terkejut adalah racun itu sudah keluar Tampa mengenai organ dalam atau urat dalam"ucap iflois menjelaskan Evan dan nimas yang mendengar itu terkejut.



"jadi maksud mu Rayhan sembuh karena memar pada tubuh nya"ucap Evan.



"bisa di bilang seperti itu tuan namun yang membuat saya bingung adalah ini bukan lah pukulan tak sengaja"ucap iflois yang membuat mereka bingung.



"apa maksudnya"ucap Nimas.



"gini tuan nyonya saya mengira jika pukulan yang di dapat tuan muda adalah pukulan yang sengaja di pukul supaya tuan muda memuntahkan darah yang sangat banyak"ucap iflois yang membuat orang tua Rayhan bingung.



"dari mana kau tau iflois"ucap Evan.




"di sini pukulan yang di dapat di pinggang tuan muda tidak lah parah sejenis jika orang itu memang sengaja memukul pinggang tuan muda dengan sedang dan memukul dada tuan muda dengan keras yang mengakibatkan tuan muda memuntahkan racun dan darah yang banyak"ucap iflois.



"bisa di bilang jika orang yang memukul tuan muda Sudah tau jika tuan muda terkena racun itu makanya dia melakukan hal ini supaya racun itu keluar dari dalam tubuh tuan muda"



"di sini yang membuat saya bingung adalah gimana bisa racun itu tak mengenai urat ginjal dan urat lain nya saya benar-benar bingung saya tak tau gimana keseluruhan nya namun yang jelas ini benar-benar hebat tuan nyonya sekarang tuan muda benar-benar sudah sembuh"ucap iflois Evan dan nimas yang mendengar itu tersenyum.



"kau yakin iflois"ucap nimas iflois mengangguk.



"saya sudah membersihkan dan meronsen tubuh tuan muda dan tak mendapati sisa racun jadi saya mengatakan tuan muda dah sembuh"ucap iflois yang membuat Evan dan nimas tersenyum saling peluk.



"saya hanya berharap bisa bertemu dengan seorang yang memukul tuan muda supaya saya tau gimna cara dia melakukan hal ini"ucap iflois Evan dan nimas hanya mengangguk.



"yah Sekarang anak kita sudah sembuh"ucap nimas Evan Tersenyum sambil mengangguk.



"kita harus tanya sama teman-teman nya seperti apa kejadian sebenarnya gimana pun juga gara-gara dia lah Rayhan bisa sembuh"ucap Evan Nimas mengangguk.



"iya kita harus ketemu dengan dia yah"ucap nimas yang diangguki oleh Evan.

__ADS_1



"baik lah klo gitu iflois kita keluar dulu terima kasih atas kabar bahagia nya"ucap Evan iflois mengangguk.



"jika dia datang bisa kah kalian menunggu ku karena aku ingin bertanya gimna dia melakukan hal ini"ucap iflois yang dapat anggukan dari orang tua Rayhan.



saat ini Evan Dan nimas sudah ada di dalam kamar inap VVIP ruangan Rayhan.


ya saat kepergian orang tua Rayhan suster memindahkan Rayhan keruangan rawat VVIP.


nimas dan Evan Sedang Duduk di sofa bersama sahabat-sahabat Rayhan seperti nya ada yang ingin dibicarakan orang orang tua Rayhan yang membuat Arya dkk menatap orang tua Rayhan dengan diam.


"ada yang ingin om tanya sama kalian"ucap Evan.


"emang apa om"ucap vino.


"siapa yang melakukan ini semua sama Rayhan"ucap Evan.


"emang knp om apa terjadi sesuatu sama Rayhan"ucap kenen mereka yang mendengar itu hanya diam Evan menggeleng.


"tidak ada,,,, hanya saja saya bersama istri saya mau tau siapa yang melakukan ini terhadap Rayhan"ucap Evan lagi Arya dan key yang melihat itu hanya diam saling tatap.


"apa yang kalian sembunyikan dari kami"ucap key orang tua Rayhan yang mendengar itu menatap key Heran.


"apa maksud mu key"ucap nimas.


"jika Rayhan tak terjadi apa-apa tak mungkin kalian mau tau apa yang sebenarnya terjadi bukan biasanya maslah seperti ini kalian anggap biasa saja karena kalian tau jika Rayhan emng sering berantem gak seperti sekarang kalian tiba-tiba ingin tahu apa yang terjadi pada Rayhan apa yang Rayhan sembunyikan dari kami selama ini om Tante"ucap key serius.


Evan yang mendengar itu menghela nafas dia akui jika teman-teman anak nya tak ada yang dapat di bohongi.


"apa salah kita mau tau apa yang terjadi"ucap Evan mereka yang mendengar itu pun diam.


"ini hanya masalah kecil"ucap darel.


"jika masalah kecil gak mungkin Rayhan bisa babak belur gitu kan"ucap nimas.


"lagi gak beruntung aja om"ucap kenen.


"ko bisa bukan nya Rayhan selalu memang"ucap nimas.


"gak selamanya juga menang om Tante"ucap Kellen Evan dan nimas hanya mengangguk.


"apa yang kami gak ketahui tentang Rayhan"ucap Arya menatap kedua orang tua Rayhan serius Evan dan nimas yang melihat tatapan serius itu pun terdiam.


"gak ada yang kami sembunyikan dari kalian"ucap nimas.


"om sama Tante gak bisa bohongin kami semua"ucap Kellen.


"kasih tau apa yang sebenarnya terjadi sama Rayhan om Tante"ucap vino yang membuat orang tua Rayhan terdiam.


"Rayhan baik baik aja tak terjadi apa-apa pada nya"ucap nimas.


"lantas Kalian bisa menjelaskan tentang darah Rayhan yang berwarna hitam"ucap Arya "apa Rayhan selama ini terkena racun"ucap nya lagi menatap orang tua Rayhan serius "dan di sini kalian bisa jelasin ke kami knp kalian sangat ingin mengetahui apa yang terjadi pada Rayhan"ucap Arya lagi.


"om dan Tante Hanya perlu jujur sama kita tak perlu takut jika Rayhan bakal marah sama kalian karena di sini kita yang ingin tau apa yang terjadi sebenarnya"ucap key.


"selama ini Rayhan menyembunyikan sesuatu dari kami dan kami sama sekali gak mengetahui nya dan hal itu membuat kami gagal sebagai sahabat"ucap darel.


"kita minta om Tante jelas kan apa yang di sembunyikan Rayhan selama ini"ucap key.


orang tua Rayhan hanya terdiam menatap teman-teman anak nya yang begitu kecewa terhadap mereka.


"om minta maaf"ucap Evan menatap mereka sedih.


"apa yang terjadi om"ucap key.


"kita bakal kasih tau siapa pelakunya yang membuat Rayhan seperti ini tapi kasih tau apa yang tak kami ketahui tentang Rayhan selama ini"ucap kenen Evan yang mendengar itu menghela nafas.


"maaf Ray mungkin sekarang lah waktu nya mereka tahu tentang mu"ucap Evan membatin sambil menghela nafas nya.

__ADS_1


__ADS_2