
malam ini tepat nya di sebuah rumah megah keluarga Abraham Anggara mereka tengah berkumpul di ruang tamu.
"pa besok kan hari libur"ucap Sarah kepada suami nya.
"iya sayang emng knp"ucap Abraham sambil merangkul istri nya.
"biasa pa Paling mama ada mau nya"cibir Melvin Sarah yang mendengar itu langsung melotot ke arah putra nya.
"mau mama potong uang jajan kamu ha"ucap Sarah menjewer telinga Melvin.
"aduh aduh ma lepas nanti telinga Melvin hilang gimana"ucap Melvin Memegang telinga nya. Abraham yang melihat itu tersenyum iya memegang tangan istrinya dan hal itu membuat Sarah melepaskan jeweran di telinga Melvin dan hal itu membuat Melvin menghela nafas dan berterimakasih terhadap papa nya dalam hati.
"sayang udah emng kamu mau kemana besok"ucap Abraham lembut Sarah yang mendengar itu menatap suaminya berbinar.
"boleh kita ke tempat Fara"ucap Sarah berbinar-binar dan hal itu membuat Abraham dan Melvin saling pandang dan diam.
Sarah yang melihat itu pun seketika menundukkan kepalanya Abraham yang melihat itu memeluk istrinya erat.
"kamu yakin Hem"ucap Abraham mengelus kepala Sarah.
"aku yakin pa aku ingin memperbaiki semuanya sekarang"ucap Sarah menatap suaminya.
"ma nanti jika mama di sakiti lagi gimna"ucap Melvin.
"mama gak papa sayang semua itu pantas mama dapatkan"ucap Sarah memegang tangan putra nya.
"lagian dengan seiring nya dia nyakitin mama hal itu akan membuat iya melampiaskan penderitaan nya selama ini dan hal itu akan membuat mama tau seberapa menderita nya dia selama ini karena mama"ucap Sarah tersenyum kecut ke arah anak nya.
"ok jadi mama mau ke tempat princess besok"ucap Abraham yang membuat Sarah tersenyum.
"iya pa bukan hanya mama tapi kalian berdua harus gak pake tolak Poko nya"usap Sarah galak Abraham mengangguk sedangkan Melvin menghela nafas nya berat.
di tempat lain tepat nya di apartemen Fara iya sedang nyenyak tidur iya pulang cepat karena ngantuk dan hal itu membuat bos club tempat nya berkerja tak masalah.
Fara yang terlelap pun tiba-tiba terbangun namun di tempat yang berbeda Fara mengerutkan keningnya heran iya menatap sekeliling.
"aku ada di mna"ucap Fara heran iya terus melihat sekeliling nya sampai di mna iya melihat sebuah taman Fara langsung berjalan ke arah taman tersebut.
saat sampai di taman tersebut dapat Fara lihat sebuah taman yang dikelilingi oleh banyak nya bunga dan ada danau di tengah taman tersebut Fara yang melihat indahnya taman ini pun tersenyum iya berjalan ke arah kursi yang ada di taman tersebut dan duduk di kursi itu.
Fara memejamkan mata nya di saat merasakan hembusan angin yang berhembus kencang menerpa wajahnya Fara tersenyum merasakan udara yang sangat adem dan damai seakan-akan membawa penderitaan yang selama ini ia sandang Fara membuka mata nya dan mendongak kan kepalanya untuk melihat langit yang sangat cerah bukan cerah karena matahari melainkan cerah karena sedikit mendung.
namun tiba-tiba Fara terkejut di saat bahu nya dipegang oleh seseorang serontak Fara menoleh ke samping seketika Fara melotot kan mata nya dan tangan yang menutupi Mulutnya.
"Caca"ucap Fara dengan tatapan memerah sedangkan sosok yang di panggil Caca tadi hanya tersenyum iya berjalan ke arah Fara dan duduk di samping Fara.
Fara yang melihat itu tersenyum iya menggenggam tangan Caca erat.
"ini Caca kan"ucap Fara lagi dengan mata berkaca-kaca. sosok Caca tersenyum dan mengangguk hal itu membuat Fara memeluk nya erat melepaskan rasa rindu nya selama ini.
"kak"ucap Caca lembut Fara yang mendengar itu melonggarkan pelukannya dan menatap ke arah Caca di mana Caca tengah menatap danau yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"kenapa Hem"ucap Fara.
"lihat deh danau nya bagus kan"ucap Caca tersenyum Fara pun melihat danau itu dan ikut tersenyum.
"iya bagus"ucap Fara sambil menatap danau tersebut.
"kak Caca sudah bahagia sekarang"ucap Caca masih melihat danau tersebut sedangkan Fara mengangkat alis nya heran.
"maksud Caca apa"ucap Fara menatap Caca.
"kak Caca ingin kak berdamai sama masa lalu kak"ucap Caca lagi.
"udah saatnya kak melupakan semuanya Caca dah bahagia kak"ucap Caca lagi. Fara yang mendengar itu hanya diam iya tak tau harus jawab apa.
"kak tak lama lagi takdir kak akan hadir Caca harap sebelum itu terjadi Kaka udah berdamai sma masa lalu"ucap nya lagi.
"Kaka gak bisa ca"ucap Fara menunduk.
"ini berat buat Kaka"ucap Fara lagi.
"kak takdir kak lebih berat dari masa lalu kak takdir kak yang menentukan damai dan hancur nya dunia"ucap Caca.
"kak gak pernah menginginkan ini ca gak pernah"ucap Fara.
"apa Kaka bisa menolak takdir yang sudah di tentukan"ucap Caca Fara hanya diam.
"Kaka tau semenjak Kaka pergi Caca selalu berada di dekat mama Kaka tau mama dah menyesali perbuatannya ka,mama sering ke tempat Caca mama sering membacakan dongeng buat Caca melalui kata-kata penyesalan nya mama selalu mengelus kepala Caca melalui batu nisan Caca mama sering mandiin Caca dengan air yang iya bawa mama sering menyanyi kan Caca dengan suara surah Yasin mama sering cium Caca melalui batu nisan Caca mama menyayangi Caca dengan air mata nya kak dan hal itu cukup buat Caca ka Caca dah bahagia sekarang giliran Kaka berusaha lah untuk memaafkan mama ka mama dah menyesal"ucap Caca sambil melihat ke arah Langit sedangkan Fara iya menunduk dengan mata berair.
"Caca tau itu semua menyakitkan ka di saat kita kehilangan seseorang namun kita berusaha melupakan apa yang terjadi Caca tau hal itu gak mudah namun dengan memaafkan orang Kaka akan merasakan lega ka"ucap nya lagi.
"Caca mohon ka berhenti menangisi kepergian Caca kasihan mama ka mama menderita Kaka menderita kalian sama-sama menderita di sini jadi Caca mohon maaf kan mama ka mama dah mendapatkan semua balasan nya"ucap Caca lagi.
"ka ada satu hal yang harus Caca kasih tau"ucap Caca.
"apa"ucap Fara pelan.
__ADS_1
"kepergian Caca adalah keinginan Caca ka bukan kesalahan mama dan ayah"ucap nya. membuat Fara mengepalkan tangannya dengan erat.
"Caca berbeda dari Kaka, Kaka orang nya kuat walaupun mental Kaka hancur jika itu Caca mungkin Caca gak kuat ka makanya Caca memilih pergi dan melihat kalian dari sini"ucap nya sambil tersenyum.
"Caca mohon kak sebentar lagi janji yang Kaka buat akan terjadi dan hal itu membuat beban Kaka bertambah makanya Caca pengen beban Kaka satu-persatu menghilang dengan cara memaafkan"ucap Caca.
"ca sebenarnya apa takdir yang telah Kaka sepakati"ucap Fara lirih.
"Belum saat nya Kaka tau semuanya ka suatu saat nanti kak juga akan tau dan jika itu terjadi Caca Minta bersikap adil dan bijaksana lah ka karena kejayaan Kaka akan membuat Caca bahagia berusaha lah melihat orang dengan kedua mata Kaka jangan melihat mereka dengan sebelah mata karena hal itu bakal membawa kehancuran ka"
"Caca yakin terpilih nya Kaka ada alasan nya ka dan hal itu tak bisa di ubah oleh siapa pun buat lah Caca bangga dengan keadilan ka"
"Caca akan berusaha menyemangati Kaka dari sini"ucap nya tersenyum.
"satu yang Caca mau kah sudah cukup maaf mama"ucap nya lagi.
"apa Kaka bisa melakukan hal itu"ucap Fara menatap Caca.
"Kaka pasti bisa karena Caca percaya Kaka kuat"ucap Caca tersenyum.
setelah melihat itu Fara tersenyum ke arah Caca yang di balas senyum oleh Caca setelah nya Fara melihat Caca mulai menghilang dan hal itu membuat Fara terkejut Fara pun berusaha memegang tangan Caca namun bersamaan dengan bangunan nya Fara dari mimpi nya dengan tubuh basah karna keringat.
"hu hu hu gue mimpi lagi"ucap Fara mengelap keningnya.
"dex mau kmu Kaka harus memaafkan mama tapi gimna caranya dex"ucap Fara lagi.
"Kaka bingung ca Kaka bingung harus gimana"ucap nya lagi.
setelah nya Fara langsung berjalan turun dari ranjang nya dan pergi ke dapur untuk mengambil minuman nya karena iya jarang meletakkan minuman di dekat tempat tidur nya.
saat sampai di dapur Fara mengambil air minum dan meminum nya.
"apa yang harus gue lakuin sekarang"ucap nya sambil menatap ke depan. "argh. sial liat nanti aja lah"ucap Fara lagi dan berjalan menuju kamar nya.
saat sampai di kamar Fara berjalan menuju ranjang nya dan merebahkan tubuhnya iya menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong.
"jika itu yang kmu mau kan dex Kaka bakal berusaha"ucap Fara lgi dan setelah nya iya memilih memejamkan mata nya untuk tidur.
__ADS_1