Menerima Sebuah Takdir

Menerima Sebuah Takdir
18.warung babeh


__ADS_3

hari ini menunjukkan pukul 10 siang namun tak membuat sosok gadis yang tak lain adalah Fara beranjak dari ranjang nya iya masih nyaman dengan posisi nya memeluk guling di samping nya.


suara ponsel yang sedari tadi berbunyi menandakan pesan masuk tak sama sekali iya hiraukan Fara terus memeluk guling sambil menutup mata nya beberapa menit kemudian suara ponsel yang sedari tadi berbunyi menandakan pesan masuk berganti dengan sambungan telepon Fara yang mendengar itu menggeram kesel iya mengambil hp nya dan menggeser tombol hijau meletakkan ke telinga nya Tampa melihat siapa penelpon tersebut.


saat telpon Tersebut sudah berada di telinga nya Fara langsung melotot kan mata nya karena terkejut iya bangun dari tidur nya dan menjauhkan hp nya yang akan bisa membuat gendang telinga nya pecah Fara melihat nama yang tertera di layar hp nya seketika Fara langsung menghela nafas ketika melihat nama bela yang ada di sana.


"faraaaaaa Lo di mana woy knp gak sekolah"teriak bela kenceng yang mengakibatkan orang yang mendengar suara nya menutup telinga mereka.


"sial"umat Fara dingin.


"apa an"ucap Fara serontak bela yang di seberang sana cengengesan ketika mendengar suara dingin itu.


"hehehe Lo kemana knp gak masuk sekolah"ucap bela yang membuat orang-orang memutar mata mereka.


" malas"ucap Fara.


"far Lo baru bangun tidur"ucap letta. yang berbicara karena sambungan itu di loksepeker oleh bela.


"hem"dehem Fara.


"chk, knp gak bilang sih"ucap seylla kesel. Fara yang mendengar itu mengangkat alis nya.


"knp"ucap nya.


"jika kita tau Lo gak masuk lebih baik kita juga ikutan jir gue bosan pelajaran pak botak"ucap seylla.


"bolos"ucap Fara datar.


"eh iya jir gak kepikiran kita"ucap bela dengan mata berbinar.


"ye, bolos seneng Lo pada"ucap letta.


"kaya situ gak aja neng"ucap seylla bareng Bela.


"chk, kalian ganggu"ucap Fara mematikan sambungan telepon itu dan melemparkannya sembarang fara mengambil guling nya dan kembali memejamkan mata nya.


di sekolah SMA lampu pelita tepat nya di kelas 11 IPS 2 letta dkk menatap ponsel bela nanar bagaimana bisa mereka belum selesai berbicara malah di matikan.



"yah nih kutu main matikan aja"ucap bela.



"tau, eh terus gimna mau bolos gak nih malas gue pelajaran pak botak klo gak ada Fara"ucap seylla.



"sadar gak sih kita pada semenjak ada tuh kutu di sekolah ini kita sering bolos pelajaran pak botak"ucap letta yang langsung di angguki oleh mereka.



"iya juga sih gak habis pikir kelakuan kita mulai nakal deh"ucap bela.



"dah ngomong Mulu keburu masuk entar gimna jdi bolos gak"ucap seylla.



"eh, jir klo bolos emng mau ke mna kita"ucap bela.



"kantin nyet gue belum makan"ucap seylla.



"gak bisa kantin hari ni ada razia OSIS"ucap bela.



"Lo tau dari mana"ucap letta kepada bela.



"tau lah apa sih yang gak di ketahui oleh princess kaya gue"ucap bela dengan angkuhnya serontak seylla dan letta menampilkan wajah jijik.



"jijik gue liat nya setan"ucap letta.


__ADS_1


"omongan Lo kena mental gue let"ucap bela dengan sedih.



"bagus biar gue lempar Lo ke RSJ sekalian"ucap letta tega.



"sialan Lo pada"ucap bela kesel.



"eh, terus kemana jadi gak nih"ucap seylla.



"jadi"ucap letta.



"kemna dong kita klo rooftop kaga Bernai gue"ucap bela.



"warung babeh"ucap letta lalu berdiri di susul seylla dan bela.



warung babeh adalah warung di mana tempat pelarian anak bolos tak ada yang tau warung tersebut karena letaknya di belakang perpustakaan Hanya sedikit yang tau warung itu di Karnakan warung itu di bangun di tengah-tengah pohon beringin yang terkenal angker.



mereka memilih ke warung babeh dari pada rooftop karena rooftop adalah tempat berkumpulnya drak Deon Tampa mereka ketahui bahwa warung babeh adalah markas kedua mereka saat di sekolahan.



beberapa saat berjalan akhirnya letta dkk sudah sampai di depan warung babeh Tampa berlama-lama mereka masuk kedalam saat sudah di depan pintu mereka mengedarkan pandangannya untuk mencari tempat duduk di warung tersebut sudah ada beberapa anak murid yang bolos namun kebanyakan adalah lelaki.


saat sudah menemukan tempat yang ingin mereka duduki mereka pun berjalan ke arah meja tersebut dan duduk di sana.


"gila rame juga ya"ucap bela.


"iya gak nyangka gak sih banyak yang bolos bukan kita aja"ucap seylla.


beberapa saat mereka duduk kemudian warung yang tadi nya ribut kini diam karna kedatangan beberapa orang letta dkk yang melihat itu serontak menoleh ke arah pintu mereka terkejut di saat anggota drak Deon juga ada di sna.


"mampus knp bisa kesini sih klo tau ke rooftop gue" batin letta.


"gimna nih"ucap bela.


"dah lah biarin kita gak ganggu mereka juga"ucap letta yang di angguki oleh seylla dan bela.


sesaat setelah nya anggota drak Deon sudah berjalan ke arah mereka di Karnakan meja mereka bersebelahan letta dkk yang melihat itu hanya diam sambil memainkan hp mereka pura-pura tak tau bagus kali pikir mereka.


di saat anggota drak Deon melewati meja letta dkk vino tiba-tiba berhenti yang membuat anggota yang lain juga berhenti.


"knp Lo"ucap darel.


"em, kaya nya ada anak baru yang nakal nih"ucap vino menatap letta dkk serontak anak yang lain melihat ke arah mereka termasuk anggota drak Deon.


"**loh kapan mereka bisa di sini"


"iya perasaan tak ada deh tadi"


"gila cewek primadona yang tak pernah ikut campur urusan orang bolos guys"


"bisa tambah keren nih warung babeh gak sih"


"mana anak yang bolos pada masuk ganjaran terpandang lagi**"


begitu lah omongan para anak-anak yang ada di sana letta dkk yang mendengar itu menggeram kesel sekarang mereka jadi perhatian di sana mereka kompak melihat anggota drak Deon tajam.


"emang knp masalah buat Lo"ucap bela menatap ke arah vino.


"eh, neng bisa santai gak sih"ucap vino males.


"serah gue"ucap bela lagi.


"cih, untung cewek klo gak-"ucap vino terpotong.


"gak apa"ucap bela galak.


"gue bawa Lo ke kamar"ucap vino kesel.

__ADS_1


"gak jelas Lo setan"ucap darel memukul kepala vino geregetan.vino yang melihat itu mendengus kesel.


setelah nya Tampa izin vino duduk di bangku yang kosong di tempat meja letta yang membuat semua melihat ke arah nya.


"eh,jir noh meja kita Sono"ucap darel sambil menunjuk meja mereka yang berada di sebelah meja letta.


"udah sih sekali-kali kita duduk di sini kapan lagi coba"ucap vino mereka yang mendengar itu duduk di bangku itu terkecuali Rayhan dan Arya mereka memilih duduk di bangku mereka karena tak muat.


"ngapin sih tempat kalian kan ada"ucap seylla.


"serah kita dong kan nih warung yang bangun anggota drak Deon"ucap kenen tersenyum tipis letta dkk yang melihat itu memutar bola matanya jengah.


"Serah Lo pada"ucap letta malas.


"bel pesen makanan gih lapar gue"ucap seylla.


"bareng yok"ucap bela berdiri.


"gak Lo aja malas gue"ucap seylla.


"eh, persetan enak di elo gak di enak di gue dong"ucap bela cemberut.


"dah lah sama gue aja gimna"ucap Kellen.


"ogah gue mah"ucap bela.


"terserah sih gak maksa gue mah"ucap Kellen mengangkat bahu acuh.


lalu menoleh ke anggota nya.


"eh, bos dan wakil pesan apa"ucap Kellen.


"biasa"ucap mereka yang di angguki oleh Kellen.


"kalian"ucap nya lagi.


"sma in"ucap mereka.


"jadi gak nih"ucap Kellen melihat ke arah bela sedangkan bela melihat ke arah letta dan seylla. serempak di balas angkatan bahu dari mereka.


"ah, lama Lo ayok"ucap Kellen sambil menarik bela yang membuat Bela terkejut.


"eh, anjing santai ngapa"ucap bela.


"omongan Lo"ucap Kellen menyentil bibir bela yang membuat bela cemberut.


"bibir Lo knp mau di cium"ucap Kellen lagi.


"cih, najis gue"ucap bela kesel Kellen yang melihat itu terkekeh.


sedangkan di meja letta dkk melihat perlakuan Kellen membuat mereka melongo tak percaya.


"eh buset main nyosor aja tuh anak"ucap kenen.


"teman Lo tu"ucap seylla.


"Haha bakal ada persatuan nih di anggota kita"ucap darel.


"mimpi"ucap letta.


"liat aja entar"ucap kenen mengangkat alis nya.


"oh ya ngomong ngomong Fara kemana"ucap vino.


"dah ku duga pasti ada yang di cari sialan"ucap letta dalam hati.


"gak masuk"ucap seylla.


"lah knp emng nya"ucap key.


"Lo tanya sama orang nya gue gak tau emng Lo pikir gue Mak nya"ucap seylla kesel.


"etdah heran gue kalian kenapa sih di ajak bicara ngegas Mulu salah kita apaan soba"ucap key.


"lagi pms kali"ucap vino.


"mau gue gebukin Lo"ucap letta kesel.


"aduh takut"ucap darel sambil memperlihatkan wajah ketakutan nya yang membuat mereka yang melihat itu tertawa sedangkan Rayhan dan Arya hanya menyimak sedari tadi.


beberapa saat kemudian pesanan mereka datang yang dibawa oleh Kellen dan bela.


saat sampai di meja Mereka masing-masing menyantap makanan mereka dengan diam di Karnakan dapat tatapan tajam dari Rayhan.

__ADS_1


sesaat kemudian mereka pun selesai dan memilih untuk diam di sana di karenakan jam istirahat belum berbunyi.


__ADS_2