Menerima Sebuah Takdir

Menerima Sebuah Takdir
asli terkejut bukan kejutan


__ADS_3

sosok pembawa pesanan pun masuk kedalam dapat di dengar jika yang di dalam banyak lah orang maka dari itu sosok itu memilih untuk menunduk kan Kepala nya saat sudah sampai di meja sosok tadi pun meletakkan Napan yang berisi minuman itu di meja dan mengeluarkan nya lalu meletakkan nya di atas meja.


semua yang ada di sana menatap sosok perempuan itu dengan diam sedangkan Melvin dkk mereka merasa gak asing dengan perempuan yang ada di depan mereka ini namun mereka gak tau siapa dia di Karnakan wajah nya yang selalu menunduk.


saat sosok perempuan tadi Ingin pergi namun tangan nya di tarik oleh Cakra yang mengakibatkan tubuhnya terhuyung kedalam pangkuan Cakra yang mengakibatkan semua orang dapat melihat wajah nya.


anggota Legion blue yang melihat siapa perempuan itu pun tak dapat menyembunyikan terkejutnya begitu juga sosok perempuan tadi yang melihat Anggota Legion blue pun langsung diam membeku.


sedangkan Cakra dkk yang melihat wajah perempuan dan Anggota Legion blue yang Tampa terkejut itu pun mengerutkan keningnya heran.


"kalian knp sih"heran jio namun tak di balas oleh anggota Legion blue.


"wih, anjir teryata Lo jual diri di sini"ledek Riko sosok perempuan yang Masih berada di pangkuan Cakra pun menggeleng kuat.


"elah, klo emng jual diri bilang aja kali pake malu segala gue heran deh padahal kan bonyok Lo kaya ko Lo bisa jual diri"ucap Daren.


"biasa lah ren gak cukup"Sindir Riko Daren pun hanya mengangguk.


"gila sih Lid kita yang melihat Lo ada di sini asli terkejut tau gak!!eh tunggu tunggu kita ini terkejut atau ini memang kejutan"seneng Riko.


"jika ini kejutan gila sih Rik tapi sayang kita gak bisa mesen dia deh kaya nya kan Lo tau aja tuh entah berapa orang yang sudah menikmati tuh tubuh"ucap Daren Riko pun mengangguk sedangkan perempuan itu hanya diam sambil menggeleng.


"Lo beneran jual diri Lid"tanya elvaro.


"enggak gue cuman kerja doang di sini"ucap nya cepat.


"sama aja klo Lo jual diri gak liat tuh Pakaian Lo aja dah kaya jal***"ucap Daren.


sosok Lidia kalian ingat kan tentang keluarga dara di mana Lidia adalah anak dari istri baru ayah nya dara alasan iya berkerja di club ini hanya satu.


mata-mata kakek dara memberi tahu jika dara gak ada di rmh yang iya sediakan untuk dara cucu nya dan hal itu membuat kakek dara murka dan mengusir ayah dara lebih tepatnya mereka bisa menikmati harta dara lagi ketika mereka berhasil menemukan dara.


sudah satu Minggu mereka hidup di rmh lama Lisa Patra di mana mama kandung Lidia Patra istri dewan Patra selama mereka gak menemukan dara dan membawa nya lagi untuk pulang maka selama itu mereka harus hidup susah.


maka dari itu tak ada pilihan lain Lidia harus berkerja untuk mencari uang untuk modal hidup nya jika sampai teman-teman nya tau klo dia jatuh miskin iya gak mau di bully atau di jauhin sama anak-anak sekolah nya.


mereka juga selama ini selalu ngawasin dara Namun hasil nya nihil bukan nya gak ketemu mereka selalu tau jika dara masih sekolah namun di saat mereka ingin mendekat dan membawa dara mereka selalu terhalang oleh para penjaga dara dan di saat mereka mengikuti dara pulang untuk mengetahui di mana keberadaan dara selama ini pun mereka selalu berurusan dengan anak buah yang di perintahkan untuk menjaga dara dan hal hasil sampai sekarang mereka gak bisa mendapatkan dara aset berharga bagi mereka.


"gila sih teryata anak sekolah kita ada yang jadi jal***"ucap daren.


"gue bilang gue bukan jal***"marah Lidia.


"terus apa"ucap elvaro Lidia yang sudah ketahuan pun memilih untuk pergi percuma saja jika dia jujur bahwa dia gak jual Diri namun tetap saja gak akan ada yang percaya.


mereka semua menatap Kepergian Lidia dengan diam di saat Lidia sudah menghilang baru lah mereka mengalihkan pandangan mereka.


"kalian kenal"tanya Cakra.


"satu sekolah"ucap elvaro Cakra dkk mengangguk.


"**apa benar dia jual diri"batin Melvin.


"gue harus kasih tau Fara soal ini"banti nya lagi**.


Melvin menatap ke arah Cakra dan berucap yang membuat semua orang terdiam mendengarkan nya.


"cak"ucap Melvin.


"pa an"ucap Cakra mengangkat dagu nya.

__ADS_1


"selidiki cewek tadi knp dia bisa ada di sini"ucap Melvin Cakra dan elvaro dkk menatap Melvin heran.


"Vin buat apa an"tanya elvaro.


"kasih tau Fara"ucap Melvin elvaro dkk yang mendengar itu pun hanya ber oh ria sambil mengangguk.


"Lo serius"ucap Arga Melvin mengangguk.


"bayaran nya"smrik Cakra.


"gue bantu Lo cari tau tentang cewek yang Lo maksud tdi"ucap Melvin Cakra yang mendengar itu pun nampak berpikir namun setelah nya iya pun mengangguk.


"ok Dil, entar klo dah dapat gue langsung ke markas Lo dengan sarat Lo harus bawa adx Lo karena gue penasaran sama princess Legion blue"ucap Cakra.


"ok"ucap Melvin.


"gue pastikan kalian akan terkejut dengan adx kita"ucap Riko.


"lah emang knp"tanya jio.


"Lo juga bakal tau nanti dia orang nya istimewa dan misterius"ucap Daren.


"jadi penasaran sikap nya gimana tuh"ucap Arga.


"bisa di bilang di antara kita iblis an dia dan di antara dingin nya drak Deon maka dingin lagi dia Poko nya klo di Dekat nya jika gak berusaha buat kita akrab sama dia kita berasa lagi di hadapkan oleh malaikat pencabut nyawa"panjang Daren Cakra dkk yang mendengar itu meneguk ludah mereka sedang Melvin dan Elvaro yang melihat itu Hanya diam sambil menggeleng.



sedangkan di tempat lain tepat nya di sebelah ruangan yang di masuki oleh Lidia ada sosok Fara yang mendengus kesel iya sedari tadi mengetuk pintu namun gak kunjung di buka iya berusaha membuka nya namun pintu di kunci dari dalam.




setelah ketemu Fara pun memencet tombol pemanggil dan meletakkan nya di telinga nya Beberapa saat menunggu akhirnya sambungan telepon pun di angkat.



"\*\*knp"ucap Galang.



"ke atas sekarang"ucap Fara dingin.



"lah Lo knp sih ko kaya kesel gitu bukan nya Lo lagi kerja"ucap Galang.



"chk,ini kerjaan Dinda kampret noh cepat tan gue muak nih"kesel Fara.



"iya iya sabar Lo di ruangan mana"tanya Galang.



"entar gue cht Lo langsung aja menuju ke atas barang pesenan nya gue letak di pojokan Lo langsung ambil aja"ucap Fara.

__ADS_1



"lah anjir Lo gak nungguin gue gitu"ucap Galang.



"amit-amit kerjaan gue banyak"ucap Fara males sambil memutar bola matanya jengah."buru Lo Jangan lama"ucap Fara.



"iya iya ini lagi otw"ucap Galang.



"eh,far tunggu"ucap Galang.



"chk, apa an sih Lang"kesel Fara.



"gue cuma mau nanya tuh ruangan klo di kunci dari dalam berarti orang dalam lagi \*\*\*-\*\*\* an terus gue harus ganggu gitu"tanya Galang.



"lebih baik Lo yang ganggu dari pada gue yang bunuh"ucap Fara Galang yang mendengar itu langsung meneguk ludah nya kasar.



Fara yang tak merasakan sahutan dari Galang pun mendengus iya langsung mematikan sambungan telepon itu dan berjalan menuju lantai bawah iya berencana untuk langsung pulang karena kesel membuat nya gak mood untuk berkerja lagi masa bodo soal perkerjaan pikir nya\*\*.



kini Fara berjalan ke arah luar club namun langkah nya Terhenti pandangan nya menangkap sesuatu yang menarik di mata nya Fara yang melihat sosok yang seperti nya iya kenal namun gak kenal juga sedang berada di meja para perempuan penggoda.



Fara memicingkan matanya untuk melihat dengan jelas setelah di rasa jelas Fara pun tersenyum smrik.



"teryata tuh cewek ada di sini"batin Fara.



"ngapin dia di sini knp gue gak sadar jika dia ada di sini ya"batin nya lagi.



"jadi penasaran knp sosok yang bergembilangan harta kaya dia bisa ada di sini Jangan bilang bokap dara dah bangkrut ya kali"batin Fara sambil berpikir.



"entar gue selidiki aja tuh cewek gue harus pulang malas juga di sini entar ketemu Dinda kampret lagi" Guam Fara Lalu pergi keluar club.



saat sampai di parkiran Fara Langsung masuk kedalam mobil nya dan melajukan nya di jalan raya meninggalkan Galang dengan umpatan nya meninggalkan sosok saudara tiri dara yang berada di club yang menimbulkan tanda tanya untuk nya dan meninggalkan perkerjaan nya.

__ADS_1


__ADS_2