Menerima Sebuah Takdir

Menerima Sebuah Takdir
terbangun


__ADS_3

kini hari sudah menunjukkan pukul 16:30 sore semua kelas dah kosong sekolah pun sepi karena jam pulang dah berlalu beberapa menit tdi namun di taman belakang tepat nya di bawah pohon beringin masih ada anggota drak Deon dan Fara yang sedang tertidur.


ya benar Arya dkk nya memilih untuk ikut tidur sambil menunggu Fara bangun namun sepertinya mereka ke enakan tidur sampai-sampai jam segini masih tidur gak ada pertanda pergerakan mau bangun di antara mereka.


Fara sosok itu sekarang tengah mengerejep² kan matanya Fara menatap heran di saat iya melihat bahwa iya tengah tertidur di atas rumput Fara pun bangkit untuk duduk iya menatap sekeliling di mana iya yg tidur di kelilingi oleh anggota drak Deon Fara menatap ke arah belakang di mna iya tdi berbaring di atas Perut Arya Fara menatap Arya yang tertidur di atas perut Kellen sebagai bantalan untuk kepala nya.


Fara menatap nya heran iya pun mencoba mengingat apa yang telah terjadi selintas ingatan di mana iya yg di gendong oleh Arya dan malah tertidur Fara pun menepuk jidatnya sambil menatap mereka gak enak.


"sorry gue ngerepotin kalian"Guam Fara.


"kalian pasti pikir gue ketiduran"jeda Fara iya menatap ke arah depan sambil terkekeh."heh,gue gak ketiduran itu hanya pengaruh obat yang gue minum sebelum Lo pada Dateng"Guam Fara lagi.


Tampa Fara ketahui jika Arya mendengar ucapan Fara ya Arya tadi bangun di karenakan merasakan pergerakan dari Fara iya pun menatap Fara yang tengah menatap lurus Arya menyengit di saat Fara mengatakan jika dia dalam pengaruh obat.


"**Pantas Lo langsung tidur setelah turun tadi gue kira kecapekan ternyata Lo sedang dalam pengaruh obat"batin Arya.


"apa yang sedang terjadi sama Lo knp Lo tidur harus dalam pengaruh obat"batin nya lgi**.


"dex"jeda Fara iya menatap ke atas"Lo tau?gak ada yang berubah dex Kaka sama seperti dulu gak ada yang berubah semenjak kepergian Lo"ucap Fara dengan pelan namun masih dapat di dengar oleh Arya.


"Kaka tetap sama di mana harus minum pil penenang biar pikiran Kaka tenang dan menghabiskan waktu dengan merokok biar Kaka bisa melupakan semuanya"ucap Fara memejamkan mata nya.


"kepergian Lo gak akan bisa merubah hidup Kaka dex walupun Kaka sudah ada pengganti Lo tapi tetap aja hadirnya dia tak membuat Kaka lupa sama lo"ucap Fara dengan mata memerah.


"tak ada yang menarik di Dunia ini dex gak ada yang menarik semenjak kepergian Lo"ucap Fara lirih sambil menunduk.


Arya yang melihat Fara seperti itu pun tertegun iya gak menyangka Fara terlihat hancur seperti ini selama ini iya hanya tau jika Fara adalah cewek yang cuek gak mau di atur dan gak terlalu perduli sama orang namun melihat Fara yang hancur seperti ini membuat Arya tertegun iya penasaran apa yang telah di lalui oleh Fara.


"apa aja yang telah Lo lalui selama ini knp berasa sangat menyakitkan"batin Arya menatap Fara.


" udah bangun lo"ucap Arya akhirnya Fara yang mendengar itu terdiam iya mendongak kan Kepala nya.


"hem"Guam Fara pelan.


Arya menatap teman-teman nya iya pun bangkit dan membangunkan mereka semua Fara yang melihat itu hanya diam saja.


tak beberapa lama mereka pun terbangun dengan duduk sambil menatap Fara dengan wajah bantal mereka.


"udah bangun lo gara-gara lo kita juga ikutan tidur"ucap vino Fara hanya diam.


"gila ini sudah sore"terkejut Kenen menatap jam nya yang menunjukkan pun empat sore mereka pun yang mendengar itu pun terkejut.


"kita tidur sampe sore jir mampus mana kita gak ke rmh sakit lagi"ucap darel sambil menepuk jidatnya mereka yang mendengar itu pun saling tatap.

__ADS_1


"udah lah besok aja klo gitu"ucap Kellen.


"orang tua Rayhan nungguin kita oy"ucap vino.


"sebelum tidur gue dah kasih kabar ke mereka"ucap key mereka yang mendengar itu pun mengangguk.


kini pandangan mereka teralih kepada sosok Fara yang tengah menatap mereka dengan diam.


"Lo knp bisa tidur lama banget sih"tanya darel Fara terdiam.


"kaya orang mati"ucap Kenen.


"tau mana kita jadi ikutan lagi ngeri cuy ini pohon beringin Untung kaga ada hantu nya"Guam vino mereka yang mendengar itu mendelik.


"siapa suruh Lo pada ikut tidur"ucap Fara santai mereka yang mendengar itu menatap Fara sinis terkecuali Arya yang hanya diam aja.


"kita juga klo gak butuh Lo gak bakal mau nungguin Lo"ucap kenen Fara yang mendengar itu mengangkat alis nya heran.


"emang butuh apa an"ucap Fara malas.


"Lo tau dari awal tentang racun yang ada di tubuh Rayhan"ucap Kellen Fara mengangguk.


"jadi Lo Mukulin Rayhan supaya racun nya keluar"ucap key Fara mengangguk.


mereka yang melihat Fara hanya mengangguk dan diam pun menghela nafas mereka menatap Fara heran.


"Lo knp sih diam angguk angguk Mulu kita capek liat nya"ucap Kellen.


''chk, terus gue harus apa an selain me iya in"ucap Fara memutar bola matanya jengah.


"jelas kan ke kita Lo tau dari mana Soal itu"ucap Arya Fara yang mendengar itu menatap mereka.


"gue jelasin sekarang pasti nanti-nanti gue jelasin lagi"ucap Fara mereka pun terdiam.


"gue tau Lo pada mau membawa gue ke hadapan bonyok Rayhan kan"ucap Fara mereka mengangguk.


"chk, gue gak tau apa yang membuat mereka mau nemuin gue tapi jika mereka mau tau soal racun itu ok gue akan jelasin nanti aja supaya gak terbelit² capek ni ngomong nya"ucap Fara.


Arya dkk yang melihat itu hanya bisa diam iya pun gak bisa memaksa Fara.


"ini dah sore mau balik gue"ucap Fara berdiri mereka pun yang melihat itu ikut berdiri.


"Lo bawa mobil"ucap darel Fara mengangguk.

__ADS_1


"kita pulang nya gimna gerbang kan di kunci"ucap vino mereka pun terdiam.


"chk, ketahuan banget Lo pada gak pernah pulang telat"ucap Fara.


"maksud lo"ucap mereka.


"noh panjat tembok aja gue tiap hari pulang telat juga gitu"ucap Fara mereka yang mendengar itu menatap Fara cengo.


"Lo pernah pulang jam segini"ucap kenen Fara mengangguk.


"ya gue sering tidur di sini jadi pulang telat dah ah,, ngomong sama Lo pada bikin lama"ucap Fara lalu berlalu di ikuti oleh Arya dkk di belakang.


saat sampai di tembok mereka berhenti Fara pun maju dan memegang tembok Arya dkk hanya melihat apa yang di lakukan oleh Fara.


"kasar"ucap Fara.


"knp"ucap Kellen.


"gak ada tembok nya kasar jadi gampang manjat nya"ucap Fara mereka yang mendengar itu menatap nya heran.


"Emang apa hubungannya"batin key.


Fara pun bersiap-siap untuk lompat mereka yang melihat itu hanya diam di saat lompat Fara memegang atas tembok dan mengayunkan kaki nya kesamping dengan kenceng setelahnya menempelkan kaki nya di atas tembok dan tangan nya memeluk tembok mereka yang melihat itu terkejut.


"lah gila nih si Fara jago bener manjat nya"ucap vino takjub.


"gue berasa gak percaya klo dia gak bisa turun dari pohon"Guam darel.


"Lo nya aja yang mau percaya apa kata Fara"ucap key mereka yang mendengar itu pun saling tatap.


"di bohongi teryata"angguk darel mereka yang melihat itu menatap ke arah Fara.


Fara yang sudah di atas pun menatap ke arah rombongan Arya iya Tersenyum setelah nya iya melompat mereka yang melihat itu terkejut menatap Fara.


"woy, main lompat aja tungguin kita"teriak vino namun gak ada dapat sahutan Dari Fara.


"kaya nya dah pergi deh si Fara"ucap kenen.


"padahal kita mau tanya kapan dia mau ke rmh sakit"ucap darel.


"kita liat aja besok jika dia gak datang kita susul ke sekolah dan seret aja"ucap Arya mereka yang mendengar itu mengangguk.


mereka pun ikut memanjat tembok dan lompat ke bawah setelah selesai mereka pun berjalan untuk pulang mobil jelas mereka tinggal karena Gerbang yang di kunci jadi mereka menaiki taxi.

__ADS_1


__ADS_2