
kini Fara sedang berada di apartemen nya Fara gak tau harus ngapain iya sebenarnya ingat tentang omongan Anggota drak Deon yang meminta nya untuk ke rumah sakit namun Fara males untuk ke sana sendiri an.
palingan jika mereka butuh mereka bakal cari dia lagi pikir fara jadi Fara memilih untuk berdiam di apartemen sampai di mana sahabat nya datang.
sedangkan di tempat lain tepat nya di posisi Arya dkk mereka yang tak mendapat kan keberadaan Fara di sekolah pun mendengus kesel.
"si Fara kemana sih"ucap vino.
"tau mana kita tunggu di rmh sakit gak datang-datang lagi"ucap darel.
"tau klo gitu mah kemaren gue gak akan biarkan dia lolos"ucap kenen.
"sekarang kemana lagi nih kita cari dia"ucap vino menatap Arya yang sedari tadi diam.
"kita tunggu rombongan letta aja sapa tau mereka tau keberadaan fara"ucap kenen.
"Lo serius bukan nya merasa lagi gak akur ya"ucap darel.
"gak tau juga sih kan sapa tau"ucap kenen lagi mereka yang mendengar nya pun hanya mengangguk.
tak lama kemudian mereka melihat keberadaan letta dkk nya tengah berjalan ke arah parkir key yang melihat itupun pun berucap.
"eh, itu letta"ucap key.
"yah udah tanya"ucap Arya mereka pun memilih untuk mendekat ke arah letta dan seylla juga bela.
letta seylla dan bela yang melihat Anggota drak Deon yang mendekat pun mengerutkan keningnya heran.
"ngapin"ucap bela heran.
"Lo tau di mana Fara"ucap kenen.
"lah ngapin sih kalian cari Fara terus"ucap seylla.
"soal kemaren belum selesai"ucap key.
__ADS_1
"gini kita mau ke Apartemen Fara sih"ucap bela.
"kita boleh ikut"ucap Arya yang di angguki oleh yang lain nya letta seylla dan bela yang mendengar itu menatap satu sama lain.
"gimna"ucap bela pada letta.
"Fara marah gak ya"ucap seylla.
letta yang mendengar itu pun jadi diam jujur dia gak tau harus jawab apa sekarang.
"gue gak bisa"putus letta.
"kita janji cuman sebentar"ucap kenen.
"gue gak bisa tapi gue bisa omongin ke Fara soal kalian gimana kita juga mau ketemu Fara buat memperbaiki hubungan kita"ucap letta Arya dkk yang mendengar nya pun menghela nafas.
begitu juga anggota drak Deon yang melihat kepergian letta dan sahabat nya pun memilih untuk pulang.
saat ini jam menunjukkan pukul 19:45 di mana di apartemen Fara Sudah ada sahabat nya namun Fara menatap sahabatnya bingung di Karnakan sedari mereka datang tak ada yang mau berbicara.
Fara yang melihat itu hanya diam iya hanya membiarkan apa yang akan sahabat nya lakukan.
letta seylla dan bela yang sedari tadi diam pun menjadi serba salah mereka bingung harus mulai dari mana untuk berbicara sama Fara.
Fara yang sedari tadi sudah jengah atas kelakuan Sahabat nya pun menghela nafas panjang nya.
"kalian klo mau ke sini cuma mau jadi patung doang lebih baik pulang Sono"ucap Fara jengah.
"bukan gitu far"ucap letta cepat.
"terus knp pada diam"ucap Fara.
"em, apa Lo masih marah sma kita"ucap seylla Fara yang mendengar itu mengangkat alis nya heran.
"kapan gue marah sama kalian"ucap Fara.
"itu far soal kemaren"ucap bela Fara yang mendengar itu menatap mereka dengan menghela nafas.
"udah deh gue gak marah sama kalian"ucap Fara.
"klo Lo gak marah terus knp Lo ngehidar dari kita"ucap letta.
"gue gak ngehidar ko dari Lo pada"ucap Fara.
__ADS_1
"terus"ucap mereka bertiga.
"gue hanya ingin memberi kalian waktu buat percaya sepenuhnya sama gue apa pun tentang gue tanpa gue harus jelasin"ucap Fara letta seylla dan bela hanya diam.
"gue hanya gak mau jika ada maslah kecil gue harus ngomong sama kalian gue tau sahabat harus saling terbuka tapi kalian juga harus tau tak semua maslah jika di ucapkan bakal merasa lega melainkan ada seseorang yang memilih untuk menyembunyikan masalah nya yang membuat nya nyaman dan tenang"ucap Fara.
"kita hanya mau tau tentang Lo dan dekat sama Lo"ucap letta Fara yang mendengar itu menggeleng.
"gak harus selalu mau tau let"jeda Fara."jika Lo mau tau tentang gue cukup Lo percaya sama gue dan mengerti akan sikap gue jika Lo pada mau dekat dengan gue cukup Lo pada selalu ada di dekat gue tanpa harus bertanya akan apa tentang gue dan penasaran apa yang terjadi sama gue"ucap Fara letta seylla dan bela yang mendengar itu terdiam.
"gue gak bisa marah sama kalian karena kalian adalah keluarga kedua gue"ucap Fara Tersenyum tulus letta seylla dan bela yang melihat itu menatap Fara dengan tatapan memerah.
mereka pun kompak Bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Fara dan memeluk nya Fara yang melihat itu hanya diam sambil membalas pelukan mereka.
"sorry far kita selama ini egois tentang kehidupan Lo"ucap letta.
"gak papa let gue paham"ucap Fara.
"kita janji gak bakal ngilangin hal ini lagi sama Lo apa pun itu masalah dan tentang Lo kita bakal tunggu mau Lo yang jawab atau waktu yang menjawab"ucap seylla Fara yang mendengar itu terkekeh.
"gue gak percaya akan janji seylla jadi jangan pernah berjanji sama gue jika hal itu hanya sebatas pengalihan"ucap Fara.
"gue bakal buktikan far"ucap seylla Fara pun harus diam.
"jadi kita bagikan ni"ucap bela.
"sejak kapan kita marahan"ucap Fara menatap sahabatnya.
"kita yang ngira klo Lo marah far"ucap letta.
"iya iya kita baikan sekarng"ucap Fara akhirnya.
"klo gitu kita boleh dong nginap di sini"ucap bela menarik turunkan alis nya Fara yang melihat itu hanya mengangguk letta dan seylla juga bela yang melihat itu pun kembali memeluk Fara dengan bahagia.
"far"ucap seylla Fara yang mendengar seylla memanggil namanya pun menoleh.
"pa'an"ucap Fara.
"Lo belum ke rmh sakit"ucap seylla lagi.
"lah emang siapa yang sakit"ucap Fara.
"Astaga Lo lupa ya far noh Anggota drak Deon nyamperin kita dia cari Lo"ucap bela.
"oh"ucap fara santai.
"kita serius Fara"geram letta.
"gue malas sendiri ke sana lagian gue gak salah juga"ucap Fara.
"ya tapi kan Lo juga harus jelasin sesuatu ke mereka far"ucap seylla.
"gue males ketemu sama orang tua Rayhan"ucap Fara.
"ya udah gimna klo kita temenin"ucap letta Fara yang mendengar itu menatap sahabatnya.
"Lo pada serius"ucap Fara.
"dari pada Lo sendiri kan lebih baik kita ikut kita juga penasaran sama keadaan Ketua drak Deon"ucap bela.
"ok klo gitu lebih baik kalian nginap sini aja"ucap Fara.
"Tampa Lo suruh kita juga nginap"ucap bela Fara yang mendengar nya memutar bola matanya malas.
setelah berbincang kini mereka hanya diam sibuk dengan urusan masing-masing.
__ADS_1