
Naisha yang berada di rumah Nataya merasa jauh lebih nyaman dan aman. Entah bagaimana perasaannya kepada pria itu, yang jelas berada di dekat dokter muda itu Naisha merasa terlindungi. Meskipun begitu masih terselip rasa khawatir akan Adnan. Ia takut Adnan akan datang untuk menemuinya lagi.
Perlakuan Adnan hari ini sungguh membuat Naisha sedikit takut bahkan trauma. Adnan begitu tega memperlakukan dirinya bak wanita muraahaan.
Naisha kembali menangis di kamar. Ia benar benar menyesal bisa mengenal Adnan bahkan sampai menikah dengan pria tersebut. Tangis Naisha semakin pecah ketika ia mengingat wajah wajah bahagia ayah dan bunda nya saat ia menikah.
" Dasar pria jahat, aku tidak akan melepaskanmu dan keluargamu jika kalian melakukan fitnah kepada ayah ku."
Nai mengambil ponselnya lalu mencari situs kenamaan yang ia yakin bisa membantu memecahkan permasalahannya. Ia lalu menuliskan permintaannya itu.
Dear Mr. Sun
I need your help. I want personal information about the Sasongko family.
Thankyou.
Nai mengklik tombol pesawat dan pesan pun terkirim ke alamat surel yang dituju. Ia kembali merebahkan tubuhnya. Namun ia kembali duduk saat telepon berdering.
Nataya?
Naisha bergumam, ia pun segera menjawab panggilan dari pria itu.
" Hallo assalamualaikum Nat, ada apa ya."
" Waalaikumsalam noona, apa noona baik baik saja?"
" Alhamdulillah baik Nat. Terima Kasih sudah membantuku sejauh ini."
" Sama sama noona. Baiklah kalau begitu. Selamat beristirahat."
" Terimakasih Nat."
Naisha tersenyum setelah menutup panggilan dari Nataya. Tiba tiba dada nya bergemuruh saat mengingat pelukan dari pria muda itu.
" Oh ya Allaah, apa apa an ini. Mengapa jadi inget soal itu sih."
Nisha pun mengusap kepalanya, kembali mengingat bibir Nataya yang mendarat di sana. Ia benar benar merasa ada yang salah dalam dirinya saat ini. Bagaimana bisa wajahnya merona saat ini ketika mengingat hal tersebut
__ADS_1
" Kau sudah gila Nai, sungguh. Kau benar benar sudah gila. Argh!!!"
Naisha menenggelamkan wajahnya di bantal. Ia bahkan menggesek gesekkan wajahnya disana. Ia benar benar merasa ada yang salah dengan dirinya.
Nataya, pria yang lebih muda 2 tahun dari dirinya itu berhasil membuat Naisha merasakan kenyamanan saat berada di dekatnya. Padahal mereka baru beberapa kali bertemu.
Tadi saat mengantarkannya ke rumah ini, perlakuan Nataya ke Naisha benar benar membuat wanita itu merasa dihargai sebagai seorang wanita. Sangat jauh berbeda dengan apa yang dilakukan Adnan.
Meskipun telah berpacaran selama setahun, Adnan tidak pernah mengantarkan Naisha pulang ke rumah hingga ke depan pintu rumah. Adnan tidak pernah menanyakan kondisi Naisha, apakah lelah, atau capek, bagaimana pekerjaanmu hari ini?
Hal yang dilakukan Adnan hanya memuji Naisha mengenai kecantikannya. Dan berlaku manis yang ternyata ia baru ketahui semuanya palsu. Nai sungguh bodoh, ia merasa semua itu tulus. Tapi ternyata hanya topeng belaka.
Naisha membalikan tubuhnya, kini ia menghadap ke langit langit kamar. Rupanya ia sedang berpikir mengenai suatu hal untuk segera memberitahu ayahnya mengenai apa yang terjadi pada dirinya sekarang.
Naisha tidak mau berlama lama menyembunyikan hal ini dan membuat orang lain repot dengan apa yang dialaminya.
Di tempat lain seseorang tengah mengerutkan keningnya mendapat notifikasi pesan dari alamat surel nya. Pria itu membaca berulang ulang siapa pengirimnya.
" Nai, om Juna, apa yang terjadi. Mengapa permintaannya sama. Keluarga sasongko? Bukankah itu nama keluarga suami Naisha? Lalu untuk apa anak dan ayah itu memintaku menyelidiki keluarga itu? Haish, ada yang tidak beres pasti."
Tak mau banyak menerka Mr. Sun a.k.a Kai langsung melakukan penyelidikan mengenai keluarga Sasongko. Namun ternyata tidak mudah, ia membutuhkan waktu lebih lama untuk melakukan hal itu.
Kai sungguh terkejut melihat kelakuan bejat Adnan yang membawa wanita lain ke rumah miliknya. Bagaimanapun keluarga nya dengan keluarga Juna memiliki hubungan yang dekat. Kai pun merasa sedikit marah dengan apa yang ia lihat itu.
" Ya Allaah Nai, bagaimana bisa kau menikahi pria brengsek seperti ini?"
Kai terus melihat rekaman kamera pengawas tersebut hingga kejadian hari ini. Mata Kai membulat sempurna saat melihat Naisha akan dilecehkan oleh Adnan. Bahkan sekarang tangan Kai sudah menggenggam erat. Namun ia pun kembali terkejut saat melihat orang yang ia sangat kenal muncul di sana.
" Eh, Nataya? Ngapain nih bocah di sana. Woaaah doi keren juga. Pasti mak nya nih yang ngajarin. Beeeh mantep, hajar Nat hajar tuh pria brengsek. Tapi, apa hubungannya Nataya dengan Naisha?"
Kai menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sesaat ia gagal fokus dengan Nataya yang muncul di sana. Niat hati ingin melanjutkan penyelidikan terhadap keluarga sasongko, Kai malah ingin menghubungi Silvya dulu terkait Nataya.
Kai yang memang dekat dengan keduanya tentu saja dibuat heran dengan apa yang dilihat. Di satu sisi Naisha adalah anak dari sahabat ayahnya, di sisi lain Nataya adalah putra dari sahabatnya yang sudah lebih dari 20 tahun. Ia tidak ingin terjadi gesekan di antara kedua orang orang yang sama sama penting bagi keluarganya.
🍀🍀🍀
Berada di kediamannya kini Adnan berada. Belum juga hilang rasa nyeri di wajahnya, ia kembali mendapat bogem mentah dari snag papa.
__ADS_1
" Pa, sudah. Apa kamu tidak lihat wajah anakmu itu," teriak Prita kepada sang suami.
" Huh, dasar. Kau selalu membela anak anakmu," ucap Dwi masih dengan wajah marahnya.
Prita membawa putranya ke kamar. Ia mendudukkan Adnan di atas kasur. Wanita paruh baya tersebut mengambil kotak p3k dan mengobati sang putra. Air matanya luruh juga.
" Maafkan mama nak, mama tidak bisa membelamu. Bahkan adikmu pun mama tidak bisa mama pertahankan."
Adnan hanya terdiam, ia sendiri tidak bisa menyalahkan sang mama. Ia sangat tahu siapa papa nya. Dwi Sasongko adalah pribadi yang begitu keras dan ambisius. Pria itu bisa melakukan berbagai banyak cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
Bahkan gesekan dengan sang putri pun ia tidak peduli hingga putrinya memilih pergi dari rumah dan melepas embel embel nama Sasongko dari belakang namanya.
" Ma, apa mama tidak menemui Dinar?"
" Ingin, mama sangat ingin. Tapi mama terlalu malu untuk bertemu dengan adikmu."
Air mata Prita menetes mengingat putri bungsunya. Entah sampai kapan sang suami itu mempertahankan ego nya hingga keluarga ini benar benar hancur hanya karena dendam yang entah itu benar atau tidak.
" Ma, apakah cerita papa mengenai ayah Naisha itu benar?"
" Mama tidak tahu persis Ad, semua hanya berdasarkan cerita papa mu. Lalu mengapa kau bisa berbuat seperti itu kepada Naisha Ad?"
Adnan menundukkan kepalanya, ia sendiri sungguh menyesali apa yang ia perbuat. Saat itu dalam pikirannya hanya satu yakni membuat Naisha kembali ke sisinya dengan segala cara termasuk memaksanya.
" Entahlah Ma?"
" Ad, mama tanya, apa kamu benar tidak mencintai Naisha?"
Adnan terdiam, pertanyaan sang mama tentu saja membuat ia sendiri bingung. Adnan sungguh tidak tahu apa yang ia rasakan kepada wanita yang sudah ia talak itu.
" Jika kau tidak mencintainya, lepaskan dia sesegera mungkin. Kalian sudah berpisah secara agama, maka segera urus perceraian kalian di pengadilan. Jangan pedulikan apa yang papa mu inginkan soal menghamili Naisha. Jangan semakin menambah sakit hati gadis itu. Naisha gadis yang baik Ad."
Adnan tergugu, apa yang diucapkan mama nya semua benar adanya.
TBC
__ADS_1
ini versi othor ya, silahkan teman tan menghalu sendiri mencari mana yang tepat untuk karakter mereka hihihi. Happy reading readers.