
Nataya yang sedang off di rumah sakit sejenak berhenti di depan gedung sekolah Dita. Ia menyempatkan diri untuk melihat keadaan sekitar. Beruntung kelas pertama perkuliahannya dimulai pukul 09.00. Nataya melihat ke beberapa penjuru, namun tidak ada yang mencurigakan. Hanya ada beberapa orang dari Wild Eagle. Salah satu dari mereka pun menghampiri Nataya.
" Maaf tuan muda, apakah ada masalah?"
" Ya, kemarin Dita merasa diikuti oleh orang asing. Kalian lebih waspada. Jangan sampai kecolongan. Jika terjadi apa apa dengan adikku kalian akan menerima akibatnya."
" Siap laksanakan."
Orang tersebut segera pergi dari hadapan Nataya. Dokter muda yang tengah mengambil spesialis itu akhirnya kembali menaiki motor miliknya dan melesat pergi menuju kampus.
Namun sepanjang perjalanan ia tidak habis habisnya berpikir mengenai orang yang mengikuti Dita. Dia juga mengingat saat Rey hampir diculik beberapa tahun silam. Nataya merasa semuanya tampak seperti benang kusut.
" Apa mereka saling berhubungan? Tapi masa sih? Kan aku sama Rey nggak ada sangkut paut nya. Apa ini musuh mama di masa lalu yang baru muncul, tapi … ah entahlah. Yang jelas saat ini keamanan mereka semua terjamin. Aku harap tidak akan terjadi apapun baik Dita, Rey, dan noona semuanya harus baik baik saja."
Di Star Building, seperti arahan Naisha, Rey mulai melakukan kerja nyata. Bukan hanya melalui konsep yang ada di pikirannya melainkan semua harus terealisasi dalam sebuah tindakan.
Staf di NO sungguh takjub dengan kemampuan pangeran ke duan Star building tersebut mereka semua tidak menyangka bahwa Rey benar benar memiliki kemampuan memimpin sebuah tim. Dimana tim tersebut adalah salah satu tim besar di NO.
Siapa yang tidak mengenal Naure Outdoor, para penggila olah raga outdoor bahkan menjadikan NO salah satu brand favorit mereka. Oleh karena itu Rey sangat antusias untuk menjadikan NO lebih dikenal lagi bahkan bila perlu sampai ke luar negeri.
" Lalu untuk produk baru apa dulu yang sebaiknya kita keluarkan?" tanya salah satu orang yang berada di sana.
" Kemarin kita sudah mengeluarkan sepatu bukan? Kali ini mari keluarkan jaket dengan warna warna yang lebih warm sekalian keluarkan untuk women series nya. Banyak wanita yang mulai menyukai olahraga outdoor sekarang. Bagian design silahkan meliarkan imajinasi kalian lalu berikan hasilnya kepadaku dengan segera."
Hal tersebut menjadi pembahasan terakhir di tim NO. Semua kembali ke pos kerja masing masing dan Rey tersenyum puas. Meeting kali ini berjalan sesuai kemauannya.
Pria itu kemudian keluar dari kantor NO dan hendak menuju ke ruangan sang kakak. Sebenarnya di NO dia juga punya ruangan sendiri, tapi Rey lebih suka berada di ruangan Naisha. Semua itu karena ia senang mengobrol dengan sang kakak dan sesekali menjahilinya.
" Hey babe, apa tengah sibuk?"
" Bab beb bab beb, cari beb mu sendiri sana. Jangan aneh aneh Rey yang nggak tahu mbak beneran dikira cewek mu nanti."
__ADS_1
" Halah, nggak mungkin. Semua di gedung ini tahu aku adik mu mbak. Lagian beb ku belum kelihatan hilal nya."
Rey menghempaskan tubuhnya di sofa ruangan Naisha. Sedangkan Naisha hanya memutar bola matanya malas. Airin yang berada di sana hanya terkekeh geli melihat kelakuan kakak beradik itu. Hingga gadis itu teringat sesuatu hal.la pun tergelitik untuk mengatakannya kepada Rey.
" Hyung!"
" Oppa Rin, Oppa!"
" Bodo amat, aku lebih suka memanggilmu Hyung."
" Rin, bersikaplah manis layaknya cewek. Jika kelakuan tomboy mu tidak kau ubah kapan kau akan punya suami? Lagian aneh deh, yang tomboy dulu bunda kenapa malah jadi nurunnya ke kamu bukan ke mbak Nai."
Mereka semua tahu jika bunda mereka, Gendis dulunya adalah wanita tomboy. Hal tersebut mereka ketahui dari ayah mereka. Namun hal itu lah katanya yang membuat Juna jatuh cinta pada Gendis.
" Eits… jangan keliru. Aku udah punya cem cem an ya hyung. Mau aku kenalin nggak ma temen aku?"
Rey seketika langsung menegakkan tubuhnya. Selama ini ia tidak pernah tahu Airin punya pacar. Sikap protektif Rey keluar tiba tiba. Bagaimana tidak, mereka sudah saling mengenal dari kecil. Rey sudah menganggap Airin adik perempuannya.
" Iya Rin, kok nggak ngasih tahu mbak?"
Airin hanya terkekeh geli. Bagaimana dia mau punya pacar, lha wong cowo yang dia suka udah kaya kulkas 10 pintu. Dinginnya awet bak kutub utara.
" Heheh belum, Aku masih sekedar menyukai tapi belum dicintai."
Gubrak
Rey dan Naisha langsung menepuk kening mereka masing masing. Namun keduanya tentu penasaran siapa pria yang disukai adik mereka itu. Tapi Airin tidka mau memberi tahu, ia akan mengatakannya jika sudah bisa meluluhkan hati sang cool man tersebut.
" Apa yang mau kau katakan tadi Rin?"
" Oh iya lupa, mau ku kenalkan sama temenku. Biar hilal bebeb hyung terlihat?"
__ADS_1
" Haish ogah banget, emang ini jaman siti komariah di kenal kenalin, di jodoh jodohin."
Mata Naisha dan Airin membulat sempurna mendengar ucapan Rey. Siapa Siti Komariah? Mengapa dia dibawa bawa dalam pembicaraan ini. Sungguh ucapan Rey kadang kadang diluar dugaan.
" Siti Nurbaya Furguso bukan Siti Komariah!" teriak Naisha gemas.
" Oh udah ganti toh."
Naisha memutar bola matanya dengan malas mendengar ucapan sang adik. Ia pun memilih melanjutkan apa yang ia kerjakan dan membiarkan Airin yang mengobrol dengan Rey.
" Wohooo belum tahu dia temen aku kayak gimana?"
" Emang kayak apa dia?"
" Spek bidadari. Cantik, pintar, rajin, sholihah, berbakti kepada kedua orang tuanya. Beeh mantap deh."
Rey mengerutkan keningnya, ada sedikit rasa penasaran di hati pemuda tampan yang katanya sebelas duabelas dari salah satu member idol itu. Rey pun meminta foto gadis yang diceritakan oleh Airin itu. Tapi Airin menolaknya. Ia tidak akan sembarangan memperlihatkan foto temannya tanpa seizin temannya.
" Laah ngapain tadi cerita?"
" Laaah kan katanya hyung nggak mau dikenal kenalin, ya udah kalau gitu aku skip lah. Huuuh padahal asli spek bidadari, tahu nggak hyung. Kalau lihat wajah dia tuh adeeem bener, temen ku itu berhijab. Jadi melihatnya terasa mendinginkan suasana."
Rey benar benar dibuat penasaran terhadap gadis yang diceritakan oleh Airin. Namun itu tadi Airin tidak mau memperlihatkan foto gadis tersebut. Hal itu tentu saja membuat Rey sedikit kesal terhadap Airin. Akan tetapi Airin acuh ia pun kembali fokus melanjutkan pekerjaannya dan meninggalkan Rey dengan sejuta rasa penasarannya.
" Kamu sengaja ngerjain Rey ya Ri," bisik Naisha.
" Heheh iya mbak, biar nggak tengil mulu. Tuh lihat doi penasaran begitu," jawab Airin tak kalah pelannya.
Keduanya tertawa cekikikan bersama. Namun tanpa mengeluarkan suara, mereka sebisa mungkin menahan tawanya agar tak terdengar oleh satu satu nya pria di ruangan itu.
TBC
__ADS_1
Happy reading readers kesayangan. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan ya.