Mengapa Menikah?

Mengapa Menikah?
MM 54. Mulai Jatuh


__ADS_3

Dwi berteriak marah saat tidak menemukan istrinya di rumah. Ia berpikir bahwa Prita hanya tengah pergi ke pasar atau kemana. Ia sungguh tidak menyangka wanita itu tidak kembali setelah seharian ini tidak terlihat di rumah. Hingga ia memutuskan mengecek kamera pengawas dan memperlihatkan sang istri yang rupanya pergi tengah malam dengan membawa sebuah tas besar.


" Brengsek!!! Semua orang di rumah ini benar benar brengsek. Nggak istri nggak anak nggak ada yang berguna. Semuanya hanya beban. Percuma dulu aku menikah dan punya anak jika mereka hanya bisanya menyusahkan tanpa pernah bisa mendapatkan apapun dari mereka. Silahkan pergi sungguh aku tidak butuh kalian lagi. Persetan dengan kalian. Aku bisa hidup sendiri tanpa adanya kalian disini."


Prang 


Prang


Kontlang


Dwi melempar semua benda yang bisa ia raih. Rasa amarah berkecamuk dalam dirinya. Belum juga ia berhasil menjatuhkan keluarga Arjuna, ini anak dan istrinya malah menghilang entah kemana.


" Lihat saja aku akan membuat kalian menyesal saat melihatku berjaya dan berdiri di puncak nanti."


Lain Dwi Sasongko Lain juga Peter Paterson. Ia berteriak marah saat mengetahui 'bisnis' nya benar benar tidak bergerak bahkan dipastikan akan gulung tikar.


" Brengeeeek!!! Bagaimana bisa. Bagaimana bisa semua langsung tertangkap pihak yang berwajib. Selama belasan tahun ini semua aman aman saja. bagaimana bisa!!!”


Peter berteriak frustasi, bagaimana tidak. kemarin dia sudah mengeluarkan 500.000$ untuk membayar pembunuh bayaran yang disewa. Jika semua usahanya jatuh dari mana ia akan mendapatkan uang lagi.


“ Bos, lalu apa yang harus kita lakukan saat ini?”


Seorang pria bertubuh tinggi besar yang tidak lain adalah tangan kanan Peter bertanya kepada sang bos yang nampak kebingungan tersebut. Meskipun pertanyaannya sungguh tidak tepat namun ia harus mengatakannya. Bagaimanapun juga mereka harus melanjutkan hidup buka.


“ Hanya ada satu cara. jual semua aset yang kita punya Joon. Sebisa mungkin kita tidak boleh jadi buruan intelegensi negara.”


Tring


Sebuah pesan masuk ke ponsel pria yang bernama Joon tersebut. Pria itu tentu terkejut dengan isi pesan yang ia baca. Tampak mata Joon membulat sempurna.


“ Ada apa Joon? jangan menakuti ku dengan ekspresi wajahmu itu?”


“ B-Bos. Kita jadi buronan internasional. Nama Bos dan Aletra Devoly menjadi trending di jagat maya.”


“ Damn!!!! aku harus segera pergi dari kota ini. Bila perlu aku harus segera pergi dari negara ini.”


“ Tapi bos, kita tidak bisa memakai bandara. Kita pasti akan tertangkap saat ingin terbang nanti.”


Peter terdiam sesaat, ia pun memikirkan sebuah jalan keluar yang ia yakini pasti akan berhasil. Peter segera melenggang keluar dari ruang kerjanya dan menuju ke kamar. Di sana Erika tengah merapikan lemari. Peter pun meminta Erika untuk mengemasi barang barangnya. ia mengatakan kepada istrinya itu bahwa mereka akan berlibur.


Erika yang tidak tahu menahu dengan apa yang terjadi tentu saja hanya menurut. Tanpa wanita itu tahu banyak hal yang akan terjadi kedepannya dan di belakangnya.

__ADS_1


Saatnya kau berguna untukku, istriku.


Peter tersenyum misterius. Senyum yang tidak Erika pahami. Yang Erika tahu semuanya normal normal saja.


“ Apakah sudah siap?”


“ Sudah kak.”


“ Baiklah, ayo pergi.”


Peter menggandeng tangan Erika dengan mesra. Joon yang sudah berada di mobil siap mengikuti perintah.


“ Kita ke pelabuhan Joon.”


“ Siap Bos.”


Erika mengerutkan kedua alisnya. Ia bingung, mengapa mereka harus ke pelabuhan. Selama ini jika ingin pergi berlibur Peter selalu menggunakan pesawat.


“ Apa kita akan menaiki kapal kak?”


“ Benar, kau sungguh pintar sayang. Kita belum pernah kan liburan dengan kapal pesiar? Kali ini kita akan buat yang pertama.”


Sungguh perlakuan Peter sangat manis, Tanpa di sadari ada maksud tersembunyi dari perlakuannya tersebut. Sebenarnya Erika sudah mempertimbangkan dari lama untuk benar benar menerima pria yang sudah lama jadi suaminya itu sepenuh hati. Bagaimanapun juga Peter adalah suami yang bertanggung jawab.


Meski sering kali Peter menyakiti tanpa pria itu sadari. Terlebih ternyata Peter bukan hanya sekali menyuruh Erika mengugurkan kandungannya. Rasanya Erika ingin pergi saat itu namun ia tidak bisa. Yang ia lakukan hanya menangis. Peter selalu menggauli Erika tapi tidak pernah menyukai kalau Erika mengandung. Dia akan berbuat kasar dan kejam saat Erika mengandung.


Pria yang berhasil ditangkap yang merupakan orang yang melepaskan tembakan ke arah Nataya ternyata bukanlah pelaku utama. Dia merupakan anak buah dari bos yang sebenarnya.


Saat ini pria tersebut sudah berada di berikan kepada polisi. Tentunya setelah berhasil di introgasi oleh Silvya dan Drake. 


Kabar penembakan yang menyasar Nataya pun sampai di telinga Dika. ia dan silvya langsung meluncur ke rumah Juna. Tampak di sana gurat ketakutan pada wajah Naisha dan Gendis.


“ Sudah tidak apa-apa kalian berdua tenanglah,” ucap Silvya menangkan.


“ Iya noona, see aku baik baik saja. mobil mama beneran aman,” imbuh Nataya.


Saat ini semuanya berkumpul di sana minus Dita dan Rey. Dita untuk sementara diungsikan oleh Dika dan Silvya di rumah Radi kakak pertama Dika.


Silvya pun meminta anak buahnya yang berada di sekitar Rey untuk membawa Rey pulang. tadinya pemuda itu enggan namun saat Juna yang menelponnya, Rey pun menurut.


Rey terkejut melihat keluarga Nataya berada di rumahnya. 

__ADS_1


“ Ada apa, mengapa begitu ramai. Lagi lamaran?”


Pletak


Kepala Rey disentil oleh Juna. setelah ia menyalami satu persatu orang tua yang berada di rumah itu, Rey pun duduk di samping sang ayah.


“ Sebenarnya ada apa ini? Ada apa sih bro?”


“ Tadi mobil gue ditembak.”


“  Apa!”


Rey sungguh terkejut. Cerita fiksi yang ia tonton kini terjadi nyata di kehidupan.Di sela sela obrolan mereka, Silvya mendapat panggilan dari Drake. Ia pun sedikit menjauh dari mereka.


“ Ya, ada apa?”


“ Q, Peter Paterson berencana meninggalkan tanah air. Mereka beada di pelabuhan.”


“ Baik, siapkan orang aku akan kesana?”


Silvya kembali menghampiri semua orang yang berada di ruang tamu. Ia pun menyampaikan kepada semua orang bahwa ada satu hal yang harus diurus.


“ Maaf, sepertinya aku harus pergi dulu. ada tikus yang mau kabur.”


Ucapan Silvya membuat Gendis dan Naisha bingung, tapi tidak dengan para pria. Mereka paham apa yang dimaksud dengan tikus itu.


“ Aku ikut.”


“ Tapi tuan.”


“ Jika aku ada hubungannya dengan orang itu, aku harus tahu dia siapa dan mengapa menargetkan keluarga ku.”


Apa yang diucapkan Juna masuk akal. Silvya pun mengangguk setuju. Nataya, Rey dan Dika pun ikut pergi dengan Silvya.


“ Bunda dan noona tidak usah khawatir. semua akan baik baik saja. Di rumah sudah banyak penjaga. Jangan kemana mana.”


Gendis dan Naisha mengangguk paham. setelah mengatakan hal tersebut, nataya berlari menyusul mama nya dan yang lainnya. dan benar saja, di sekitar rumah Juna sudah dikelilingi pengawal bahkan mereka memegang senjata api. Tidak hanya di luar rumah, beberapa ada juga yang di dalam rumah. Dan yang di dalam rumah adalah wanita. Namun jangan salah, tampang mereka begitu tegas dan sekilas menakutkan.


“ Jangan takut nyonya, noona. kami disini ditugaskan oleh Queen untuk melindungi Anda berdua."


Gendis dan Naisha mengangguk, meskipun sedikit canggung karena ada orang asing di dalam rumah mereka, namun mereka mengerti. Semua itu untuk kebaikan mereka juga.

__ADS_1


TBC


__ADS_2