Mengapa Menikah?

Mengapa Menikah?
MM 58. Keluarga Sasongko


__ADS_3

Erika dibawa ke rumah sakit. Tadi sesaat Dika memeriksanya dan bisa dipastikan jiwa Erika sedikit terguncang oleh kejadian tersebut. Dika juga menyarankan Erika ditangani oleh psikiater.


Bagaimanapun juga keluarga Sasongko berhak tahu. Mau tidak mau Naisha harus menghubungi Adnan. Erika adalah bibi nya, jadi Adnan harus tahu karena Juna mencoba menghubungi Dwi tapi tak kunjung dijawab oleh pria tersebut. 


" Bagaimana sayang, apa Adnan menjawab?" tanya Juna.


" Ponsel nya kayaknya mati yah, apa kita perlu ke rumah papa nya Adnan?" jawab Naisha memberi ide.


Sepertinya hal tersebut memang harus dilakukan. Mengingat harus ada yang bertanggung jawab mengenai Erika. Juna dan Rey akhirnya memutuskan untuk mendatangi rumah Dwi Sasongko. Mereka harus segera memberitahu mengenai keadaan Erika. 


Rupanya kesehatan mental Erika terganggu sudah sejak ia diminta untuk menggugurkan kandungannya. Makanya Erika selalu minta pulang saat Dwi berkunjung ke Myanmar. Tapi karena keegoisan Dwi maka dia tidak mengacuhkan keinginan sang adik. Meskipun Peter bersikap baik padanya tapi Erika sungguh terkekang. Dia tidak bisa keluar dari rumah, hidupnya benar benar seperti burung dalam sangkar.


Tok tok tok


Juna mengetuk pintu rumah Dwi, tampaknya rumah tersebut benar benar sepi karena dia tidak melihat seorangpun di sana. Rey mengulang apa yang dilakukan sang ayah. Namun nihil, tidak ada jawaban sama sekali. Berita kebangkrutan perusahaan Tirta Segar yang hanya terjadi dalam semalam sungguh membuat semua orang terkejut.


Bagaimana tidak, saat hari sebelumnya perusahaan itu masih baik baik saja dan esoknya tiba tiba diumumkan bahwa perusahaan air mineral itu pailit karena pemilik saham terbesar menjualnya entah kepada siapa. Terang saja hal tersebut membuat para investor langsung menarik investasi mereka dan Tirta Segar langsung jatuh.


Sebenarnya Juna ingin mengakuisisi nya. Namun tentu saja dia harus bicara dulu kepada si pemilik perusahaan.


" Yah, nggak ada sautan."


" Kamu coba deh keliling rumah, siapa tau mereka di  belakang rumah."


Rey mengangguk, ia kemudian berjalan mengitari rumah sedangkan Juna melihat ke dalam melalui jendela.


" Rey!!!!"


Tiba Tiba Juna berteriak. Rey yang baru sampai di samping rumah akhirnya putar balik kembali ke posisi sang ayah.


" Ada apa yah?"


" Kita dobrak pintunya!"


Rey menatap heran, Juna pun kembali berteriak kepada Rey. " Sekarang  jangan bengong!"


Buugh

__ADS_1


Buuugh


Braaak!!!


" Astagfirullaah, yah!"


" Ayo angkat lalu bawa ke rumah sakit. Hubungi dr. Dika!"


Rey mengangguk. Ayah dan anak itu mengangkat tubuh Dwi yang tergeletak di lantai dan membawanya ke mobil. Juna mengambil kendali mobil dan Rey menghubungi dr. Dika. Mobil mereka pun menuju ke RS. Mitra Harapan dengan segera.


Sekitar 30 menit mobil Juna tepat berhenti di depan pintu ruang IGD. Dika sudah menunggu di sana dengan brankar dan tim medis.


" Ada apa Tuan Juna?"


" Saya hanya melihat dia tergeletak di lantai. Tapi masih bernafas."


Dika mengangguk paham. Sambil memeriksa keadaan pasien, Dika membawa pasien ke ruang IGD untuk dilakukan tindakan. Sementara itu di rumah Naisha masih mencoba menghubungi Adnan. Ponsel Adnan kembali aktif tapi saat di hubungi dia sama sekali tidak menjawab. Naisha akhirnya mengirim sebuah pesan yang berisi mengenai Erika dan Dwi Sasongko. Rey sudah memberitahu Naisha kalau Dwi ditemukan pingsan.


🍀🍀🍀


" Kau tidak menjawab panggilan Naisha Ad?"


Adnan dan Belia berada di sebuah klinik kandungan atau tepatnya bidan. Mereka berdua sedang memeriksakan kandungan Bellia. Bellia sungguh senang akhirnya Adnan menemuinya. Mereka pun sudah menikah secara resmi baik agama dan negara.


Adnan dan Bellia juga sudah memutuskan hidup di kota B dan melanjutkan usaha keluarga Bellia.


Rupanya Bellia di Kota B memiliki sebuah perkebunan. Meskipun tidak berhektar hektar tapi sungguh lumayan. Sebenarnya berkali kali Bellia diminta pulang oleh sang bapak, tapi karena jiwa liar Bellia, ia masih enggan pulang hingga kejadian saat itu yang membuat Bellia memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya.


Ponsel Adnan kembali berbunyi tapi kini bukan dari Naisha melainkan dari sang mama. Pria itu mengerutkan alisnya.


" Siapa?"


" Mama."


" Angkat, siapa tahu penting."


Adnan mengangguk, ia pun berdiri dan sedikit menjauh dari sana untuk berbicara dengan sang mama. Wajah Adnan tiba tiba pias mendengar ucapan sang mama.

__ADS_1


" Baik ma, ya. Adnan akan kembali ke kota J sekarang."


Adnan berjalan cepat menghampiri sang istri. Lalu ia membisikkan apa yang didengar dari sang mama kepada Bellia.


" Kamu tidak usah ikut ya. Tunggu aku di sini saja. Apa boleh aku membawa mereka ke sini."


Bellia tersenyum lalu mengangguk. Adnan mencium kening Bellia sekilas lalu menuju kota J saat itu juga. Tapi sebelumnya ia mengantarkan Bellia pulang terlebih dahulu. Adnan tidak mungkin membiarkan Bellia untuk berada di sana dan pulang sendiri.


Di RS Mitra Harapan Prita sedang berbicara dengan Dika. Rupanya Naisha lah yang menghubungi Prita. Saat Nai kesusahan menghubungi Adnan, ia baru ingat untuk menghubungi mantan ibu mertuanya itu.


" Bagimana dokter?" tanya Prita.


" Terdapat pendarahan di otak tuan Dwi. Dan maaf tadi saya harus ambil tindakan tanpa menunggu Anda. Karena kami sudah berusaha menghubungi Anda maupun putra Anda tapi tidak ada jawaban. Dan kami terpaksa meminta persetujuan adik Ipar Anda."


" Erika?"


" Ya, Nyonya Erika di rawat di sini."


" Lalu suami saya sekarang bagaimana dokter?"


Dika kembali menjelaskan. Akibat dari pendarahan otak yang dialami Dwi mengakibatkan jaringan otak iritasi dan bengkak, atau disebut juga dengan cerebral edema. Darah akan menggenang dan menggumpal (hematoma). Gumpalan tersebut bisa akan menekan jaringan otak, hingga akhirnya mempengaruhi aliran darah di sekitarnya. Sel sel otak akan rusak dan mengakibatkan kelumpuhan. Kita juga bisa menyebutnya sebagai stroke.


Stroke ini disebut dengan istilah brain hemorrhage. Biasanya kelumpuhan ini akan permanen. Tapi beberapa kasus ada juga yang bisa sembuh. ( sumber: hallo sehat)


Ditemani oleh Dinar, Prita menangis tergugu. Keduanya duduk di ruang tunggu di depan ICU. Dinar yang seorang perawat tentu tahu bagaimana kondisi sang papa.


" Lho perawat Dinar, Anda?"


" Saya anak dari pasien dr. Nataya."


Nataya yang melihat Dinar menemani seorangg wanita paruh baya akhirnya menyapa gadis itu. Dan,  betapa ia terkejut saat mengetahui bahwa Dinar adalah putri dari dwi Sasongko yang berarti juga adik dari Adnan, mantan suami Naisha.


Ya Allaah, kenapa dunia sempit bener ya. Mereka semua adalah orang-orang yang berada disekitar sini. Dan ketemunya itu itu saja.


Nataya mengangguk paham ia pun segera berpamitan untuk pergi. Hari ini dia sebenarnya tidak ada jadwal di rumah sakit. Nataya pun berinisiatif untuk pergi ke suatu tempat. Saat semua ini sudah selesai Nataya berpikir harus segera mengesahkan hubungan dengan noona nya. 


Baiklah aku akan ke William Diamond. Siapa tahu dapat gratisan ya kan. 

__ADS_1


Nataya terkekeh geli dengan isi pikirannya sendiri. Ia berencana membeli cincin untuk Naisha. Tapi bukan cincin pertunangan melainkan cincin pernikahan. Ya, Nataya rupanya tidak ingin bertunangan. Ia ingin langsung saja menikahi Naisha. Menurutnya terlalu lama jika harus proses lamaran dan tunangan dulu. Ia ingin langsung menikah saja agar bisa secepatnya memiliki noona pujaan hatinya.


TBC


__ADS_2