
Dwi Sasongko bersama Erika dan Peter Paterson sampai juga di bandara internasional SH. Keduanya langsung disambut oleh orang orang dari pihak Peter. Hal tersebut tentu saja membuat Dwi dan Erika terkejut. Namun keduanya memilih silent mode dan mengikuti saja apa yang jadi arahan Peter.
Bahkan ketika orang orang Peter membawa ke rumah Dwi Sasongko, pria itu hanya menatap adik iparnya dengan sejuta pertanyaan.
" Sebenarnya siapa Peter Paterson ini?"
Sebuah pertanyaan yang terngiang di dalam otak Dwi maupun Erika.
Erika yang notabene nya adalah istri Peter saja tidak pernah tahu apa pekerjaan sang suami. Selama ini Erika hanya berada di rumah menemai Peter. Peter hanya akan sesekali keluar rumah jika ada urusan mendesak yang disampaikan oleh tangan kanannya. Satu hal lagi, Peter tidak pernah menginginkan seorang anak. Padahal Erika sungguh ingin. Suatu ketika saat Erika hamil, Peter meminta istrinya itu untuk mengab*rsinya.
Sebenarnya itu adalah ketakutan Peter. Pekerjaan yang ia jalani saat ini membuatnya enggan untuk memiliki anak. Ia terlalu overthinking dalam menghadapi kehidupan rumah tangganya.
" Jadi apakah kalian akan tinggal bersama kami?"
" Tidak Dwi, aku sudah menemukan rumah untuk kami tinggali. Jadi kami hanya akan mengantarmu pulang saja."
Dwi mengangguk, dia tidak lagi ingin berkata banyak. Pada saat saat tertentu dia agak sedikit ngeri melihat tatapan tajam peter.
I'll come back Queen. Long time no see. Aku sungguh tidak sabar menantikan pertemuan dengan mu ratu ku.
Peter tersenyum devil. Senyum yang tidak seorang pun tahu apa dibalik senyuman mengerikan itu. Peter melihat keluar jendela, ia sungguh antusias datang ke kota J ini. Berpuluh puluh tahun ia mencoba untuk melupakannya tapi ternyata tidak semudah yang ia pikirkan.
Tepatnya sekitar 25 tahun yang lalu, Peter yang merupakan bagian dari Wild Eagle memilih untuk keluar karena dia kecewa kepada Silvya yang membubarkan organisasi tersebut. Peter pun kemudian membuat organisasinya sendiri yang ia beri nama Elatra Devoly yang berarti sayap iblis.
Namun sungguh apa yang dilakukan Elatra Devoly sangat jauh dari prinsip Wild Eagle. Akhirnya Peter patah hati saat mengetahui Silvya sudah menikah dan saat itu tengah mengandung. Namun dia tetap tidak bisa membenci wanita itu, yang ia benci adalah suami dan anak anak nya. Dan, kejadian percobaan penculikan Rey adalah salah satu dari rencananya.
Selama ini Peter berusaha mendekati keluarga Silvya tapi ternyata sama sekali tidak bisa. Baik suami dan anak anak Silvya tidak bisa ia sentuh sama sekali. Dan, ketika dia menerima kabar bahwa putra Silvya itu tengah dekat dengan anak anak Juna, ini menjadi seperti satu dayung dua pulau terlampaui. Saudara iparnya yang membenci Keluarga Dewantara bisa sekalian ia bereskan bersama anak anak Silvya.
" Perfect planning!"
" Apa kak?"
" Ooooh tidak sayang. Tidak ada apa apa?"
__ADS_1
Peter yang tidak sengaja keceplosan langsung mendekap tubuh Erika. Ia mencium pucuk kepala wanita yang sudah 20 tahun menjadi istrinya.
🍀🍀🍀
Nataya yang masih ada kelas di kampus menyempatkan diri untuk menjemput sang adik pulang sekolah. Hari ini tidak ada yang mencurigakan di sekolahan Dita, dan hal tersebut tentu saja membuat Nataya bernafas lega. Namun mereka tetap harus waspada, tidak boleh lengah sedikitpun.
" Kak, nggak usah jemput Dita tadi. Dita bisa pulang sendiri."
" Jangan bawel deh dek. Ayo naik."
Dita memberengut, rupanya ia salah sudah menceritakan kejadian itu kepada keluarganya. Hal tersebut menjadikan semua orang di rumah menjadi protektif terhadapnya. Meskipun begitu Dita tahu bahwa semua orang tentu saja mengkhawatirkan dirinya.
Namun rupanya Nataya tidak mengajak Dita pulang ke rumah. Ia membawa sang adik ke suatu tempat. Dita tentu saja terkejut saat motor Nataya berhenti di sebuah gedung tinggi yang memiliki nama Star Building. Gadis itu mendengus pelan.
" Huft, sudah kuduga."
" Jangan banyakin manyun tuh bibir. Kakak kuncir pake karet baru tahu rasa."
Dita menghentakkan kakinya mendengar ucapan sang kakak. Sedangkan Nataya hanya terkekeh geli. Nataya pun merangkul sang adik lalu melenggang masuk ke dalam Star Building. Sungguh pria itu merasa Stra building seperti rumahnya saja dikarenakan dia yang sering keluar masuk tempat itu.
" Assalamualaikum."
" Waalaikum salam."
Nataya bersama Dita masuk ke ruangan Naisha. Naisha sedikit terkejut dengan kedatangan Nataya bersama seorang gadis berseragam putih abu abu itu. Naisha mencoba menebak bahwa gadis itu adalah adik dari Nataya. Dengan sopan Dita menyalami tangah Naisha dan Airin yang ada di dalam. Kedua wanita itu sungguh takjub dengan sikap sopan Dita.
Berbeda dengan Rey, dia langsung memeluk Dita dan mengacak rambut gadis itu.
" Abaaanng, stop. Kebiasaan ih."
" Heh abang kangen tahu sama kamu."
Naisha dan Airin melongo melihat pemandangan tersebut. Rey dan Dita tampak begitu dekat. Nataya yang paham arti pandangan Naisha kemudian memberikan penjelasan.
__ADS_1
" Jangan kaget gitu noona. Dita sudah mengenal Rey sejak kita pertama kali bertemu. Waktu itu Dita masih smp, lumayan dekat juga dengan adik noona yang tengil itu."
Naisha hanya mengangguk mengerti. Rey yang notabene nya anak bungsu ternyata bisa kakakable. Ia terlihat begitu sayang dengan gadis SMA tersebut layaknya sayang terhadap adik.
" Abang nggak pernah kelihatan? Kemana aja?"
" Abangmu iti sok sibuk, keliling Korea nggak tahu dia ngapain di sana?"
Pertanyaan Dita dijawab oleh Nataya asal. Yang bersangkutan hanya mendelikkan matanya menatap sang sahabat.
" Gue persulit rencana lo baru nyaho."
" Ampun bestieeee."
Nataya mengangkat kedua tangannya ke atas tanda menyerah. Ancaman Rey berhasil membuat dokter muda itu diam.
" Lalu ada apa Nat kesini. Oh iya dek, udah makan?"
Dita menggeleng mendengar pertanyaan dari Naisha. Seketika Naisha menatap Nataya dengan tatapan tajam.
" Baru pulang itu noona belum sempet mampir juga cari makan," ucap Nataya melakukan pembelaan.
Naisha pun akhirnya meminta tolong pada Airin untuk membelikan makanan. Ia merasa kasihan kepada Dita yang baru pulang sekolah itu terlihat begitu lelah.
" Lalu ada apa kesini begitu terburu?"
" Soal kejadian rencana penculikan Rey bertahun silam dan orang mencurigakan yang berkeliaran di sekitar sekolah Dita, aku merasa mereka berkaitan. Tapi entah bagaimana bisa berkaitan. Aku hanya ingin memperingatkan agar semuanya lebih hati hati dan waspada."
" Apa benar dek, kamu diikuti orang tidak dikenal?"
" Iya Bang Rey, tapi hari ini tidak. Itu terjadi beberapa hari lalu."
Rey dan Naisha saling pandang. Mereka berpikir, apa semuanya itu adalah ulah keluarga Sasongko. Tapi mengapa dia juga mengatakan Dita yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan mereka? Sungguh hal tersebut merupakan pertanyaan yang sama di benak Nataya dan Dita juga.
__ADS_1
TBC