
Di tempat lain, Dwi sudah terbang ke negara tempat dimana sang adik berada. Siapa lagi kalau bukan Erika sasongko. Rupanya Erika oleh Dwi disembunyikan di Myanmar.
Menurut Dwi orang tidak akan berpikiran ia akan menyembunyikan seseorang di negara itu. Dwi sungguh senang saat Erika sama sekali tidak lagi membicarakan mengenai Juna.
“ Bagaimana, apakah kau senang di sini?”
“ Bang, aku mau pulang ke tanah air. aku sungguh tidak betah di sini bang.”
“ Bagaimana tidak betah jika di sini kamu hidup bersama suami mu Erika.”
Rupanya Erika oleh Dwi dinikahkan kepada seorang pria yang pernah membantunya dalam mendirikan perusahaan air mineral Tirta Segar. Saat mereka benar benar terpuruk ada seseorang yang membantu namun dengan imbalan menikahkan adik perempuannya kepada nya.
Tentu saja hal tersebut bukanlah sesuatu yang besar buat mereka. Terlebih waktu itu Erika habis kecelakaan dan membutuhkan biaya yang banyak untuk mengobati kecelakaan hasil ulah ayah dan abang nya sendiri.
Pria tersebut adalah seorang yang kaya raya yang memiliki banyak bisnis di luar negeri. meskipun Erika menolak pada waktu itu, namun ia tidak bisa berbuat apa apa. Tanpa mereka ketahui bisnis yang dimaksud adalah perdagangan manusia.
“ Haloo Dwi, long time no see. bagaimana kabar mu?”
“ Hallo Peter, aku baik. hanya aku punya masalah dengan seseorang.”
“ Apakah orang itu?”
“ Ya, tentu saja, siapa lagi?”
“ Dari dulu aku minta kau melenyapkan secepatnya tapi kau terlalu lemah.”
“ Aku ingin menghancurkannya pelan pelan melalui putrinya, namun rupanya putraku amat bodoh. ia tidak bisa melakukan tugasnya dengan baik. Kelemahan Arjuna Dewantara adalah keluarganya. namun aku sungguh menganggap mereka remeh.”
Keduanya berbincang serius. Peter yang kini menjadi suami Erika tahu betul apa yang menjadi masa lalu keluarga Sasongko. Dia pula yang waktu itu meminta orang untuk melakukan percobaan penculikan terhadap Rey. Namun rencananya gagal karena Rey ditolong oleh seorang bocah. Dan mereka selalu bersama setelah itu.
__ADS_1
Peter dibuat bingung karena bocah tersebut selalu dijaga oleh orang orang yang profesional. Sehingga ia kesulitan untuk mendekatinya. terlebih saat Rey di Korea, Peter tidak dapat melakukan apapun karena di sana bukan bagian dari daerah kekuasaannya.
“ Lalu apa rencanamu?”
“ Aku ingin menghancurkan mereka secara bersamaan agar mereka menderita bersama. buat mereka mati segan hiduppun tak mau.”
“ Itu soal mudah, asalkan kau mau memberiku akses mudah untuk menembus pasar di tanah air.”
“ Tenang saja itu bukan hal yang sulit.”
Peter tersenyum smirk. Rupanya menggunakan adwi Sasongko adalah jalan yang mudah. Tentu saja hal tersebut membuatnya semakin mudah mencari mangsa di negara yang mempunyai banyak pulau ini.
Entah apa yang Peter pikirkan. Entah dia tahu atau tidak jika di Tanah Air masih ada Arduino dan Queen yang memiliki akses terhadap dunia bawah yang ada di tanah air.
Aku yakin ini akan mudah, apalagi Wild Eagle dan Black Wolf sudah tidak ada. maka akan mudah untukku menembus pasar gelap di tanah air.
🍀🍀🍀
“ Nyonya Silvya? apa yang anda lakukan di sini?”
Silvya tentu ikut terkejut melihat Juna yang berada di markas Wild Eagle. Biasanya memang Silvya tidak pernah datang pagi pagi begini, namun karena sesuatu yang begitu mendesak yakni tentang keselamatan putrinya membuat Silvya absen dulu dari perusahaan. Dan, tentu saja Ian yang jadi korban jika Silvya tidak datang ke perusahaan.
" Tu-tuan Juna. Saya ~"
Belum selesai Silvya menyelesaikan ucapannya. Muncul Drake dari luar. Rupanya dia tengah membeli sarapan.
" Queen, Arjuna Dewantara minta pengawalan ekstra untuk ~"
Drake mendapat tatapan tajam dari Silvya. Sungguh ia tidak tahu jika di sana ada Juna. Juna pun semakin mengerutkan keningnya melihat interaksi Drake dan Silvya. Dan sebutan Queen itu sungguh membuat Juna kebingungan.
__ADS_1
Haish, identitasku terbongkar sekarang.
Silvya membuang nafasnya kasar. Ia pun meminta Juna untuk masuk terlebih dulu. Mau tidak mau dia harus menjelaskan kepada ayah dari wanita yang disukai putranya itu.
" Silahkan duduk Tuan Juna."
Juna mengangguk, ia pun segera duduk di tempat yang disediakan. Silvya pun ikut duduk di sana. Kini keduanya saling berhadapan.
" Baiklah tuan, saya akan menjelaskan sedikit tentang apa yang anda lihat saat ini. Ya, saya Silvya a.k.a Queen adalah ketua atau pemimpin dari Wild Eagle."
Juna tentu saja terkejut, sungguh keluarga dokter Dika ini bukan keluarga sembarangan. Juna hanya mengangguk angguk tanpa bisa mengucapkan apapun. Dia masih sedikit syok mengetahui fakta tersebut.
" Oh iya tuan, apa benar Anda ingin mengetatkan perlindungan untuk keluarga tuan?"
" Iya nyonya, Anda betul sekali. Saya merasa ada yang mengancam keselamatan keluarga saya. Oh iya saya ingin mengucapkan terima kasih, mungkin ini sedikit terlambat. Tapi sungguh saya mengucapkan terimakasih karena Dokter Nataya sudah menolong anak anak saya. Saat masih SMA, dr. Nataya telah menolong Rey dari penculikan. Dan yang kedua belum lama ini dr. Nataya sudah menolong putri saya dari kdrt."
Silvya tersenyum, ia mengangguk pelan. Kemudian ia pun membahas mengenai pengamanan terhadap keluarganya. Lagi lagi Juna terkejut karena sebelum ia minta rupanya Silvya sudah mendapatkan orang orang profesional di sekeliling keluarga Juna. Juna pun sedikit heran, mengapa Silvya bergerak lebih cepat dari nya.
" Maaf kan saya tuan. Semua itu Nataya yang meminta. Huft, rupanya dia senang sekali 'mengganggu' putri tuan. Putra saya menyukai Naisha."
" MasyaAllaah terimakasih sekali lagi. Putra nyonya memang luar biasa. Rupanya ucapan Rey tempo hari bukanlah bercanda. Jujur saya merasa minder dengan keluarga Anda nyonya."
Keduanya terlibat pembicaraan mengenai anak anak mereka. Tampaknya Juna memberikan jalan kepada Nataya untuk mendekati Naisha. Silvya tentu saja bernafas lega. Restu sudah didapat dari si ayah, tinggal mendapatkan hati si wanita agar ia dan Dika bisa secepatnya melamar putri dari Arjuna Dewantara tersebut.
" Maaf tuan jika ini sedikit masuk ke ranah pribadi tuan. Apakah Anda sedang menyelidiki keluarga Sasongko? Apa keluarga Anda bermusuhan dengan keluarga mereka?"
" Ini yang masih saya bingungkan nyonya. Entah kesalahan apa yang keluarga Dewantara lakukan hingga membuat Dwi Sasongko begitu membenci kami. Bahkan dengan sengaja ingin menggunakan Naisha sebagai alat membalas dendam. Saya sedang meminta sepupu saya untuk menyelidiki di perusahan DCC apakah pernah ada nama Sasongko."
Silvya secara garis besar mulai paham dengan apa yang terjadi. Ia pun menyarankan kepada Juna agar lebih berhati hati lagi. Silvya juga mengatakan untuk jangan terlalu khawatir. Waspada boleh, takut jangan.
__ADS_1
TBC