Mengapa Menikah?

Mengapa Menikah?
MM 37. Ngedate


__ADS_3

Nataya dan Naisha pergi untuk makan malam di luar. Naisha tampak cantik  dengan balutan dress warna broken white sepanjang lutut yang di padukan dengan sneakers berwarna senada. Sedangkan Nataya konsisten dengan jaket denim nya. Mereka menggunakan mobil Naisha karena Nataya tidak mau membuat Naisha menaiki motor malam malam begini. 


Nataya menepikan mobilnya di sebuah pusat perbelanjaan. Di mana tempat tersebut adalah salah satu milik bibi nya, Bibi Hasna. 


" Kita akan makan di sini?"


" Ya, di dalam banyak tempat makan. Noona bisa memilih apa yang noona suka di dalam."


Keduanya turun dari mobil. Sebenarnya Nataya sungguh tidak rela melihat Naisha yang begitu cantik malam ini. Ia tidak ingin noona nya itu diperhatikan oleh para pria diluaran. Dia sendiri tidak sadar saja jika wajahnya pun jadi pusat perhatian banyak wanita di tempat itu.


Credit. Pict from Pinterest



Nataya pun berinisiatif meraih tangan Naisha dan menggenggamnya dengan erat. Naisha sedikit terkejut, ia melihat tangannya lau naik melihat wajah Nataya. Perbedaan tinggi badan mereka membuat Naisha harus menengadah saat melihat wajah Nataya. 


Merasa dirinya diperhatikan tiba tiba Nataya berhenti. Ia kemudian menundukkan wajahnya hingga tepat di depan wajah Naisha.


" Noona jika ingin melihat wajahku bilang saja. Aku akan menundukkan kepala ku agar noona tidak kesusahan."


Naisha membuang wajahnya ke samping karena malu. Ternyata ia ketahuan sedang memperhatikan Nataya. Pria itu hanya tersenyum simpul. Ia pun kembali berjalan dengan terus menggandeng Naisaha.


Rupanya momen manis keduanya tersebut membuat beberapa orang kagum bahkan tak sedikit yang mengambil gambar keduanya dengan ponsel mereka.


" Ya Tuhan sweet banget."


" Ini benar benar pasangan serasi. Gue berasa nonton drakor kalau kayak gini."


" Iya ya ampun cowoknya ganteng ceweknya manis imut gitu. Haish jadi pengen digandeng gitu."


Mendengar ucapan ucapan tersebut membuat Naisha sungguh malu. Ia bahkan menutupi wajahnya dengan tangan kirinya. Sedangkan Nataya, ia terlihat cuek. Bahkan ia dengan sengaja mendekatkan tubuh Naisha kepadanya. Sungguh terlihat begitu posesif. 

__ADS_1


" Noona mau makan apa?"


" Terserah kamu aja, aku ikut."


" Baiklah."


Nataya membelokkan badannya ke sebuah resto masakan Jepang. Tentu saja yang sudah berlabel halal. Naisha tidak menolak. Ia sendiri menyukai makanan dari negeri sakura tersebut.


" Apakah tidak keberatan?"


" Tidak, kebetulan aku suka makanan jepang.'


Nataya tersenyum, ia sungguh tidak salah. Beruntung dia tadi bertanya dulu kepada Rey tentang makanan kesukaan Naisha. Meski harus dengan bayaran yang mahal karena Rey meminta Nataya untuk membawanya mendaki gunung di akhir pekan ini.


Tapi bagi Nataya itu bukan hal yang berat karena dia memang suka. Sebenarnya ada maksud tersendiri untuk Rey meminta Nataya menemaninya. Ia ingin menguji alat alat NO dan meminta pendapat dari sahabat. Sambil menyelam minum air istilahnya. 


Pesanan keduanya datang. Mereka memesan ramen dan masih ditambah dengan sushi. Baik Naisha maupun Nataya, mereka makan dengan lahap mengingat memang mereka belum makan dan rasa lelah akibat pekerjaan mereka masing masing.


" Noona tadi di rumah sakit aku ditembak cewek."


" Terus tanggapan kamu."


" Ya Tentu saja aku tolak dong."


" Kenapa?"


" Karena aku sudah punya noona jadi aku menolak siapapun yang mendekati ku," ucap Nataya dengan kepercayaan diri yang begitu tinggi.


" Aku punya mu, sejak kapan?"


" Sejak saat ini. Apakah noona mau menerimaku?" 

__ADS_1


Nataya meraih tangan kecil Naisha. wanita itu menatap mata milik Nataya dengan lekat. Terpancar sebuah keseriusan di sana. Tidak ada ragu sedikitpun dalam diri pemuda itu. Namun  disinilah Naisha yang meragu dan tidak percaya diri mengingat statusnya yang sudah pernah menikah. Naisha menarik tangannya perlahan.


" Nat, aku masih sangat takut menjalin sebuah hubungan. Aku takut akan kecewa lagi nanti. Aku sungguh belum siap."


" Tidak masalah, aku akan menunggu noona sampai noona siap dan tidak takut lagi membina sebuah hubungan. Aku tidak akan memburu buru noona. Mari berhubungan seperti ini dulu."


Nataya tersenyum, senyumnya menular kepada Naisha. Wanita itu pun mengangguk, Nataya sedikit merasa lega. Paling tidak Naisha tidak menolak kehadirannya. Nataya berjanji akan membantu menyembuhkan luka di hati wanita cantik itu.


🍀🍀🍀


Adnan yang beberapa hari menyelidiki tempat tinggal Naisha akhirnya menemukan juga. Bahkan kini dia sudah mengintai rumah Naisha. Jika ia begitu sulit untuk menemui Naisha di Star Building makan Adnan akan menemui Naisha di rumahnya. 


Adnan tidak tahu saja tempat dimana Naisha tinggal tengah dijaga beberapa orang suruhan Juna dan Nataya yang sama sama berasal dari Wild Eagle. Siapa yang akan menolak keinginan prince mereka. Meskipun tidak punya kuasa di Wild Eagle, putra sang Queen merupakan prioritas bagi anggota Wild Eagle.


Namun mereka pun tidak boleh berlaku gegabah. Mereka tidak serta menyakiti seseorang yang mencurigakan. Mereka harus menelisik lebih pasti apa motif orang yang mendekati rumah Naisha.


" Tampaknya Nai tinggal bersama Mbok yem dan Pak Jo di sini. Tapi mengapa ada motor sport di sana. Dan nampaknya mobil Naisha tidak ada. Apa dia sedang pergi?"


Adnan bermonolog. Ia mencoba mengamati situasi di rumah Naisha dengan tetap berada di dalam mobil.


Vrooom vrooom ckiiiit


Mobil Naisha terlihat memasuki halaman rumah. Adnan melihat dengan senyumnya yang begitu lebar. Setelah menunggu setidaknya 3 jam akhirnya ia bisa memastikan bahwa rumah tersebut memang ditempati oleh Naisha. Namun pemandangan di depannya lagi lagi membuat pria itu meradang. Seorang pria keluar dari sisi kemudi mobil dan membuka  pintu di sisi lain. Bahkan Naisha menerima uluran tangan pria tersebut.


" Sial, bocah itu lagi. Tampaknya dia akan bersaing dengan ku untuk memperebutkan Naisha. Baiklah, aku tidak akan kalah."


Genderang perang bertabuh, Adnan menandai Nataya sebagai rivalnya. Ia memukul setir kemudinya saat Nataya menggandeng mesra Naisha dan masuk ke dalam rumah beriringan.


" Brengsek, bocah ingusan itu benar benar menantang ku. Apa dia mereka tinggal bersama? Tidak! Tidak mungkin! Lihat saja, aku tidak akan kalah. Aku yakin aku bisa mendapatkan Naisha kembali."


Saking marahnya Adnan langsung pergi dari sana. Ia berpikir bahwa Nataya tinggal di rumah itu. Adnan tidak tahu, sesaat setelah  dirinya pergi Nataya pun juga ikut pergi dengan mengendarai motor sport miliknya.

__ADS_1


Senyum lebar menghiasi bibir Nataya karena malam ini berhasil mengajak sang noona ngedate. Meski hanya sekedar makan malam. Tapi Nataya sudah punya rencana, di akhir pekan nanti ia akan mengajak Naisha pergi berjalan jalan. Ia akan terus berusaha memikat hati sang pujaan hati agar lebih cepat menerimanya.


TBC


__ADS_2