Menikah Dengan Ayah Sahabat Ku

Menikah Dengan Ayah Sahabat Ku
Bab 45. Wedding day


__ADS_3

Ami yang menemani Rein di kamar nya, terus menenangkan Rein yang sangat gugup. Hari ini ia akan melepaskan status lajang nya, membuat Rein gugup bukan main. Kedua nya saat ini berada di kediaman sang kakek. Abijar Diwantara.


"Tarik nafas terus buang, ulangin beberapa kali biar tenang." Rein mengikuti ucapan Ami, ia menarik nafas beberapa kali lalu menghembuskan nya. Setelah merasa tenang MUA yang sedari tadi mendandani nya kembali melanjutkan tugas nya.


"Gue deg-degan parah." gumam Rein membuat Ami tertawa.


"Gue juga gitu kali ya kalau nikah nanti." cetus Ami menatap Rein.


"Sudah selesai kak. Sekarang kita pakai gaun nya." MUA tersebut membantu Rein memakai gaun yang sudah di rancang khusus untuk nya.


Ami menatap kagum pada Rein. Astaga apakah wanita ini yang akan menjadi bunda nya. Rein tampak berkali-kali lipat lebih cantik, apalagi make up yang menghiasi wajah nya membuat Rein seperti seorang putri.


"Cantik banget." puji nya, membuat Rein tersenyum malu-malu.


***


Davin yang sedang mengikat simpul dasi nya di depan kaca, menoleh saat pintu kamar nya terbuka. "Oh papah." ujar nya saat melihat Al yang masuk.


"Iya. Kamu sudah siap?" tanya Al menghampiri sang putra.


"Udah pah. Gimana?" tanya Davin pada Al untuk menilai tampilan nya.


"Tampan, karena menurun dari papah nya." Davin memutar bola matanya malas, mendengar ucapan Aldrich.


"Ini pernikahan kedua kamu. Kamu pasti sudah tahu rasa nya membina rumah tangga kan? Papah harap kamu bisa bimbing istri kamu dengan baik. Sayangi dia, jangan pernah bawa orang lain untuk masuk dalam rumah tangga kalian nanti." Davin mengerti ucapan sang ayah. Al tidak ingin putra nya melakukan hal yang sama seperti masa lalu nya.


"Iya pah.*


"Acie yang akan melepas status duda nya sebentar lagi." Alex datang dengan Keyla memasuki kamar Davin.


Davin mendelik mendengar ucapan Alex. "Sirik aja, nikah makanya." Alex tertawa mendengar sindiran Davin.


"Deg-degan nggak kak?" tanya Keyla yang kini sudah berdiri di samping kiri Davin.


"Nggak biasa aja." Davin yang malu kepada kedua adik nya, hanya bisa berbohong untuk menutupi kegugupannya.

__ADS_1


"Nggak percaya sih. Tuh jantung nya aja udah mau lompat keluar." sindir Alex yang sangat suka mencari perkara dengan Davin.


"Hahaha gugup itu hal biasa kak. Semangat ya, semoga semua nya lancar. Keyla sama kak Alex keluar duluan, bye kak, dad." Keyla kemudian membawa Alex keluar dari sana.


Al mengecup kening sang putri lalu melambani kan tangan nya.


***


"Mempelai wanita silahkan memasuki ruangan." Gedung gereja yang sudah di penuhi oleh kerabat, rekan bisnis teman-teman Davin dan Rein menatap pintu masuk.


Pujian dan rasa kagum terdengar di telinga Rein yang berjalan dengan Jeffry menuju altar pernikahan.


Iringan musik membuat suasana tampak haru. Rein sudah seperti seorang putri kerajaan. Sementara itu Davin yang baru bisa menatap Rein karena tradisi turun temurun yaitu pingitan selama sehari penuh berdecak kagum.


Benarkah itu calon istri nya. "Tutup mulut mu kak" Ujar Alex yang tak jauh dari Davin.


Davin mengabaikan Alex, ia masih terpaku menatap wajah cantik Rein. Rasanya ia ingin mengurung Rein di kamar nya, dan tak membiarkan seorang pun menikmati keindahan yang di miliki oleh calon istri nya itu.


***


"Saya tidak akan berjanji, tapi saya akan usahakan untuk selalu membuat Rein bahagia bersama saya." Davin menatap Rein penuh cinta.


Jeffry tersenyum lalu beranjak dari sana dengan senyuman yang mengembang. Putri yang sudah menemukan orang yang tepat.


"Selalu bahagia Putri ku. Maafkan papah yang sudah meninggal kan mu dulu dan melepaskan tanggung jawab papah dari mu." gumam nya dalam hati.


Setelah itu seorang Worship leader atau WL memimpin ibadah sebelum memasuki pemberkatan nikah.


1 jam kemudian...


Tiba saat nya Davin dan Rein akan mengucapkan janji suci pernikahan. Kedua nya berdiri berhadapan dengan seorang pendeta yang berdiri di depan kedua nya.


"Baiklah saya ingin bertanya kepada mempelai laki-laki. Apakah saudara sudah siap untuk menikah dengan pasangan anda, yaitu Rein Diwantara?" tanya pendeta pada Davin.


"Ya, saya bersedia." jawab nya tegas. Membuat riuh tepuk tangan terdengar.

__ADS_1


"Sekarang mempelai wanita. Apakah saudara bersedia untuk menikah dengan pasangan anda yang bernama Davin Artama?" tanya nya.


"Ya. Saya bersedia."


***


Davin menggenggam tangan Rein lalu menatap calon istri nya itu dengan penuh cinta. Senyum nya mengembang sempurna. Ia menarik nafas pelan lalu menghembuskan nya.


"Saya Davin Artama mengambil engkau Rein Diwantara menjadi istri saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita. Ini lah janji ku yang suci."


Jantung Rein berdetak kencang mendengar suara lembut namun tegas milik Davin saat mengucapkan janji suci. Air matanya tak sadar terjatuh dengan sendirinya.


"Sekarang mempelai wanita saya persilahkan." Rein juga menatap Davin tak kalah dalam. Ia mengulas senyum kecil lalu mengucapkan janji suci yang sudah ia hafalkan dari tadi malam.


"Saya Rein Diwantara mengambil engkau Davin Artama menjadi suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita. Inilah janji ku yang suci."


Riuh tepuk tangan terdengar begitu nyaring. Davin dan Rein sama-sama menghembuskan nafas lega.


"Sekarang kalian resmi menjadi pasangan suami dan istri. Silahkan untuk memberikan tanda cinta pada istri mu melalui sebuah ciuman." Pendeta tersebut tersenyum kecil melihat rona bahagia dia wajah kedua mempelai.


Suara jemaat yang ada di situ terdengar, membuat Davin segera menarik tengkuk Rein dan menyatukan Bibir mereka.


Tidak hanya kecupan namun Davin sedikit menghisap bibir Rein yang kini sah menjadi istri nya membuat tamu undangan memekik tertahan.


"Sudah-sudah. Nanti lanjutkan di kamar lagi." Suara Alex menginstruksi mereka yang larut dalam suasana romantis itu membuat jemaat tertawa.


Rein menutup wajah nya yang sudah pasti memerah. Astaga ia sangat malu. "Gara-gara mas Davin." bisik nya pada Davin yang hanya terkekeh kecil.


"Nggak papa sayang. Namanya juga pengantin baru." ujar nya membuat pembelaan.


Setelah itu pendeta memimpin doa untuk kedua mempelai dan mengakhiri ibadah.


***


YEY BAPAK DAVIN AKHIRNYA MELEPASKAN STATUS DUDA NYA GUYSS...

__ADS_1


BERI SELAMAT UNTUK KEDUA PASUTRI BARU KITA 😻❤️


__ADS_2