Menikah Dengan Ayah Sahabat Ku

Menikah Dengan Ayah Sahabat Ku
Bab 60. Semua nya serba salah di mata bumil


__ADS_3

Rein duduk di kasur sambil menggerutu kesal. Tak lupa tangan nya bergerak dengan sendirinya menuju perut nya lalu mengelus pelan. "Nak, coba liat Daddy kamu tuh. Masa pesanan bunda di lupain."


Mata nya berkaca-kaca, sambil berbicara dengan buah hati nya. "Sekarang kita tidur aja, biarin Daddy kamu di luar sana kedinginan." Entah lah rasanya Rein sekarang sangat kesal dengan Davin.


Ia merebahkan tubuhnya terlentang, lalu menatap langit-langit kamar. "Huh, martabak manis aku nggak jadi makan kamu." gumam nya sendiri dengan pelan.


Rein membolak-balikkan tubuh nya, namun matanya tak bisa terpejam. "Aa pengen peluk." rengek nya entah pada siapa.


Jam kini sudah menunjukkan pukul 11 malam, namun matanya belum juga tertutup. Rein beranjak dari kasur lalu turun dan berjalan menuju pintu.


Kunci terbuka, ia langsung membuka pintu dan berjalan keluar dengan pelan. Suasana rumah sedang sepi karena sudah tertidur semua, termasuk Davin yang tertidur di sofa ruang keluarga.


Dengan penerangan dari ponsel nya, Rein akhirnya bisa melihat Davin yang meringkuk di sofa sendirian. Wajah lelah sang suami langsung terlihat, apalagi ketika melihat tubuh Davin Bergerak karena tak nyaman.


"Kasian tuh Daddy kamu, tapi kan itu salah nya." gumam Rein serba salah. Setelah sekian lama berdiri dan hanya memandangi Davin, akhir nya Rein berjalan menuju Davin.


Ia menyusupkan diri nya di pelukan Davin dengan perlahan. Davin yang terganggu langsung bangun. Membuka matanya dan melihat apa yang sang istri lakukan dalam diam.


"Kamu ngapain sayang?" tanya Davin sambil menahan tawa nya. Ia yakin Rein akan kembali karena setiap malam bumil kesayangan nya ini tidur harus di peluk dan benar saja, sekarang Rein datang dan menyusup dalam pelukan nya.


Rein tersentak kaget mendengar suara Davin. Ia mendongak menatap Davin yang juga sedang menatap nya. Menggerjapkan matanya pelan, Rein menelan ludah gugup.


"Kamu ngapain ke sini?" tanya nya lagi.


"M-memang nggak boleh?" tanya nya balik dengan nada ketus.


Davin menahan tawa nya, ia langsung memeluk Rein dengan sayang. "Apa sih, kok jadi gemesin gini." gumam nya sambil tersenyum.


Wajah kaget Rein sangat lucu di matanya. Membuat Davin mengecup Beberapa kali rambut Rein.


"Kita pindah aja ya." ajak Davin, takut nya Rein sakit badan karena tak nyaman tidur di sofa.

__ADS_1


"Nggak mau. Kan mas lagi di hukum." ujar nya sambil memeluk tangan Davin. Sangat keras kepala pikir Davin.


Akhirnya Davin membiarkan Rein tidur bersama nya di sofa. Ia memeluk Rein sambil mengelus perut Rein. Suara dengkuran halus terdengar, membuat Davin bergerak pelan untuk mengintip. Huh dasar bumil, tadi saja susah tidur, giliran di peluk beberapa detik saja langsung tidur pulas.


"Dasar bumil, keras kepala banget. Tapi maaf ya, mas beneran lupa beli nya" ujar nya gemas dan merasa bersalah. Davin berusaha untuk turun dan beberapa menit akhirnya ia berhasil turun dari sofa dengan gerakan perlahan.


Dengan gerakan hati-hati, Davin menggendong Rein menuju kamar. Setibanya di dalam kamar, ia meletakkan Rein dengan perlahan di atas kasur.


"Selamat malam sayang. Malam juga buat anak-anak Daddy, gimana hari ini kalian sehat kan?" tanya nya mengajak ngobrol kedua anak nya.


Ia mengelus perut Rein yang terdapat tonjolan kecil, membuat nya menatap gemas perut sang istri. "Kalian sehat-sehat ya didalam sana. Daddy, bunda, kakak dan yang lain nya sudah nggak sabar untuk tunggu kalian datang ke dunia."


Setelah mengajak buah hati nya berbicara, Davin langsung beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang lengket, di tengah malam.


***


Keesokan harinya, Rein membuka mata nya pelan. Ia mengerutkan keningnya saat melihat bahwa ia sudah berada di atas kasur. Ia ingat, tadi malam kan ia tidur di sofa bersama suami nya.


"Apa mas Davin ya?" gumam nya lagi heran.


Mengedihkan bahu, Rein lalu turun dan berjalan menuju kamar mandi. Davin yang sudah bangun duluan langsung masuk ke dalam kamar. Tadi malam ia tidur dengan sang istri dan untung saja ia bangun lebih dulu, jika tidak mungkin Rein akan mengomel lagi.


"Mas tidur di mana?" tanya Rein Ketika keluar dari dalam kamar mandi.


"Tidur di luar." jawab nya dengan wajah gugup.


"Bohong kan? pasti mas tidur sama aku tadi malam." tuding nya dengan wajah cemberut.


"Eh. Nggak sayang, aku tadi malam tidur di luar."


Rein mengerutkan keningnya. "Kenapa mas nurut tidur di luar?" tanya nya sambil berjalan mendekati Davin.

__ADS_1


"Kan kamu yang suruh sayang." jawab Davin mencari pembelaan.


"Tapi kan mas harus nya itu berusaha bujuk aku biar nggak marah." Balas Rein Tak mau kalah.


"Kan mas tau, aku nggak bisa tidur tanpa di peluk. Eh maksudnya baby twins nya rewel kalau nggak di peluk Daddy nya." ralat Rein cepat.


Davin mengulum senyum kecil mendengar ucapan Rein. Dasar bumil, gengsi nya tinggi. "Iya sayang maaf ya, aku salah. Kita baikan aja ya, mas kangen banget sama bumil kesayangan mas ini." Davin langsung memeluk Rein dan membenamkan wajah istri nya itu di dada bidang nya.


Rein membalas pelukan Davin, ia sangat merindukan suami nya ini. Hadeuh padahal mereka berantem belum juga 24 jam, namun sudah seperti 2 bulan saja.


***


Jam berjalan dengan sangat cepat. Senja sudah mengeluarkan cahaya nya, menampakkan keindahan yang hanya sementara namun memberikan ketenangan bagi penikmat nya.


Rein baru saja selesai memasak untuk makan malam mereka. Karena sudah terlalu bosan, Akhir nya ia memilih memasak saja untuk makan malam mereka tentu setelah meminta izin dari Davin.


"Eh mamah." ucap nya saat melihat kehadiran Ani.


"Iya. Kamu apa kabar? Gimana cucu-cucu mamah?" tanya nya antusias mendekati Rein.


"Baik mah. Baby twins juga kabar nya baik. Besok rencananya mau check up ke dokter." ujar Rein memberitahu sang mertua.


"Wah bagus dong, besok mamah ikut ya." ujar nya antusias. Rein yang mendengar itu tak kalah antusias, sangat jarang sekali ia mempunyai momen bersama sang mertua.


"Boleh dong mah. Mereka juga pasti senang, kalau nenek mereka ikut untuk lihat perkembangan mereka."


Setelah itu kedua nya langsung mengobrol banyak hal. Rein menanyakan seputar kehamilan pada sang mertua yang menurut nya sudah berpengalaman. "Kamu harus banyak konsumsi sayur hijau seperti asparagus, brokoli, kangkung dan bayam yang kaya akan nutrisi dan antioksidan yang sangat penting untuk tubuh dan janin."


Rein mengangguk mengerti. Ia seketika teringat bagaimana Davin langsung memerintahkan bi Anum untuk selalu menyiapkan nya makanan sehat untuk ibu hamil setelah mengetahui bahwa ia hamil.


"Iya mah. Aku rutin makan sayur kok, mas Davin udah siap siaga." puji nya pada sang suami.

__ADS_1


"Bagus itu. Cucu mamah harus sehat." Rein tersenyum senang saat Ani mengelus perut nya.


__ADS_2