Menikah Dengan Ayah Sahabat Ku

Menikah Dengan Ayah Sahabat Ku
Bab 56. Dapat Cicit 2


__ADS_3

Abijar sedang berada dalam pesawat. Setelah mendengar kehamilan sang cucu, Ia langsung bergegas untuk balik ke Indonesia.


Raut senang terpancar di wajah yang sudah terdapat kerutan itu. Meski buru-buru, namun Abijar tak lupa membelikan hadiah untuk calon cicit nya, walaupun kedua nya masih dalam bentuk gumpalan darah.


Abijar terlalu antusias karena cucu kesayangan nya Rein, akhir nya bisa memenuhi impian ia untuk melihat cicit nya sebelum ajal menjemput.


Setelah seorang pegawai mengumumkan bahwa pesawat yang mereka tumpangi akan segera landing, Abijar memerintahkan beberapa orang yang ikut dengan nya untuk mempersiapkan hadiah-hadiah nya, karena mereka akan langsung menuju kediaman cucu menantu nya.


2 mobil sudah menyambut kedatangan Abijar. Meskipun umur nya sudah tak muda lagi, namun Abijar masih terlihat gagah. Ia segera menaiki sebuah mobil mewah berwarna hitam di ikuti anak buah nya yang menggunakan mobil lain nya.


***


Tak lama kemudian mereka tiba di kediaman Davin. Abijar turun dari mobil lalu berjalan menuju pintu. Hari sudah sore, dari pintu utama Abijar bisa mendengar suara-suara dari dalam rumah.


Bi Anum yang kebetulan hendak keluar, menatap kaget pada Abijar. "Tuan sejak kapan sampai nya?" tanya nya sopan.


Abijar menatap Bu Anum yang berdiri tak jauh dari nya. "Baru saja. Cucu saya ada di dalam kan?" tanya nya basa-basi.


"Ada tuan. Silahkan masuk." Bi Anum langsung mengajak Abijar masuk. Kedua nya berjalan menuju ruang keluarga yang sudah ramai karena kehadiran Ani, Al serta Alex dan Keyla.


Keyla tiba sekitar jam 12 siang, ia mengambil penerbangan pagi.


"Kakek..." Rein menatap berbinar pada Abijar yang tersenyum pada nya.


"Sayang jangan lari!" ujar Davin saat Rein akan berlari menuju Abijar. Rein langsung memelankan langkah nya. Ia memeluk Abijar dengan erat untuk melepaskan rindu.


"Kakek, kok nggak kasih tau aku kalau mau ke sini?" tanya Rein sambil menatap Abijar. Ia masih bergelayut mania di lengan sang kakek.


"Biar surprise. Oh iya, cicit kakek gimana kabar nya?" tanya Abijar sambil mengelus perut rata Rein.


"Halo kakek Abijar, kami baik-baik saja di perut bunda. Kakek gimana kabarnya, baik juga kan?" Rein menirukan suara bayi membuat mereka tersenyum kecil menatap bumil itu.


"Kamu hamil kembar?" tanya Abuja kaget.

__ADS_1


"Iya. Emang kakek baru tahu?" tanya balik Davin pada Abijar.


Abijar mengangguk. Ia tersenyum lebar, sambil memeluk Rein. "Kakek senang banget. Padahal kemarin cuma minta request 1 tapi di kasih bonus 1 sama Tuhan." ujar nya sambil tertawa kecil.


Mereka semua tertawa mendengar ucapan Abijar. "Iya kek."


***


"Kek, mereka belum bisa loh main mobil-mobilan." ujar Rein protes pada sang kakek.


Davin menatap istri nya itu sambil tersenyum. "Sudahlah sayang, kan bisa di simpan sampai mereka besar." ucap nya seolah membela Abijar di mata Rein.


"Tapi kan, belum tentu baby twins nya cowok. Gimana kalau mereka cewek?" tanya nya lagi.


Abijar menghela nafas berat. Kenapa cucu nya ini sangat cerewet pikir nya. perasaan sewaktu ia bertemu terakhir kali, Rein tidak seperti ini. Apa mungkin pengaruh hormon kehamilan nya.


"Ya nanti simpan aja bund. Siapa tahu kalau cewek semua, tapi ada yang tomboy, suka nya main mobil-mobilan, yakasih aja buat dia." Ami yang sedari tadi menyaksikan kecerewetan Rein ikut membela Abijar.


Rein menatap mereka dengan wajah yang di tekuk. Ia menyimpan mobil-mobilan itu di sebelah nya lalu memeluk Davin. "Ayo minum susu nya." ajak Davin sambil menggendong Rein ala koala.


Rein Tak menjawab, ia menyembunyikan kepalanya di berikan leher Davin. Sesampai nya di meja makan, Davin langsung menurunkan Rein di bangku.


"Sebentar ya, aku buatin susu dulu." ujar nya membuat Rein mengangguk mengerti.


"Jangan lama suami." ucap Rein sambil memakan buah-buahan.


Davin segera membuat segelas susu untuk bumil, lalu ia menyerahkan nya pada Rein. "Di habiskan." perintah Davin sambil membelai rambut Rein.


Rein mengangguk mengerti. Ia langsung meneguk habis segelas susu membuat Davin tersenyum gemas lalu mengecup pipi sang istri. "Pintar nya." puji Davin membuat Rein merona.


Kehamilan Rein ini entah kenapa membuat Rein sangat suka jika di puji. Ia akan merona dan terlihat malu-malu, seperti saat ini. Rein Senyum-senyum sendiri, setelah mendengar pujian dari Davin. "Makasih suami." balas nya.


Davin yang tak tahan dengan ke-gemoyan sang istri langsung saja ia ******* bibir Rein dengan lembut. Kedua nya kompak menutup mata hingga pekikan Ami terdengar.

__ADS_1


"Kakek, liat bunda sama Daddy." ujar nya syok, ketika di suguhkan adegan live di depan mata. Bagaimana tidak tangan Davin sudah bergerak ke atas, meraih kedua bola-bola kenyal milik sang istri untuk di mainkan, namun gagal karena mendengar teriakan Ami.


"Kalian dua ini kalau mau buat anak lagi, tahan-tahan dulu. Lahirin baby twins dulu baru buat lagi." ceramah Abijar pada cucu dan menantu nya yang terlihat malu. Rein sudah bersembunyi di dada Davin karena malu.


***


Abijar memiliki untuk menetap di Indonesia hingga kelahiran cicit kembar nya. Ia tak ingin Rein merasa di tinggalkan seorang diri. "Rein, senang jadi ibu?" tanya Abijar pada sang cucu saat kedua nya duduk di taman belakang rumah.


"Senang banget kek." ujar nya antusias. Apalagi mengingat-ingat respon sang suami dan keluarga nya.


"Syukurlah."


"Kek, papah sama mamah nggak mau ke sini?" tanya Rein sendu. Hormon kehamilan nya membuat Rein gampang baper dengan hal-hal kecil yang dulu ia anggap biasa.


Abijar langsung menatap sang cucu. Ia membelai rambut Rein sambil tersenyum. "Kamu mau mereka ke sini?" tanya Abijar balik.


Rein mengangguk antusias. Namun detik berikutnya wajah bumil baru itu terlihat sendu kembali. "Tapi mamah pasti nggak mau." ujar nya.


"Mau kok kalau kakek yang minta. Kamu siap-siap aja, besok mereka pasti datang." ujar Abijar meyakinkan sang cucu.


Rein terlihat senang mendengar itu. Wajah nya kembali antusias. Hingga keesokan harinya, benar saja Reni dan Mantan suami nya Jeffry sudah berada di kediaman Davin.


Wajah Reni sedari tadi terlihat masam. Jeffry yang melihat itu hanya menggeleng pelan. "Mamah sama papah mau minum apa?" tanya Rein antusias ketika bertemu orang tua nya.


"Air putih aja." ujar Jeffry pada sang putri, karena tak ingin membuat bumil itu kelelahan.


"Mamah, mau air putih juga?" tanya Rein sambil menatap Reni.


"Terserah kamu aja." balas Reni cuek.


"Oke."


Rein baru saja akan berdiri untuk mengambil air, namun Davin yang tiba-tiba datang langsung menghentikan nya. "Biar bi Anum aja sayang yang ambil air nya. Kamu duduk diam aja ya." ujar nya perhatian.

__ADS_1


Rein mengerucut kan bibir nya. "Cuma ambil air aja, aku bisa kok." ujar nya protes pada sang suami.


"Dari sini ke dapur itu jauh sayang, kalau kamu kenapa-kenapa gimana?" Davin sekarang berubah menjadi seorang suami yang protektif menurut Rein namun ia mencoba memahami posisi sang suami, mungkin karena takut anak-anak nya kenapa-kenapa. Akhirnya Rein kembali duduk di sebelah Davin.


__ADS_2