Menikah Dengan Ayah Sahabat Ku

Menikah Dengan Ayah Sahabat Ku
Bab 55. Baby twins


__ADS_3

3 Minggu berlalu...


Rein menatap hasil USG yang ada di tangan nya dengan haru. Air matanya mengalir deras, rasa bahagia tak terbendung lagi ketika ia benar-benar di nyatakan hamil oleh dokter.


Setelah 2 hari lalu membuat janji temu dengan dokter kandungan, Rein hari ini akhirnya memberanikan diri lagi untuk memeriksa apa kah ia hamil atau tidak. Ia juga sudah melakukan tes menggunakan testpack dan hasil nya 2 garis.


"Selamat ibu Rein. Ibu di nyatakan positif hamil, dan kandungan ibu sudah berusia 3 Minggu."


"Terimakasih dokter. Anak-anak saya sehat kan?" tanya Rein sambil tersenyum menatap hasil USG di tangan nya.


Hari ini kebahagiaan Rein berlipat-lipat ganda, dari ia di nyatakan hamil dan yang mengejutkan nya lagi adalah ia tengah mengandung anak kembar.


"Kedua nya sehat Bu. Ini vitamin penguat kandungan nanti di tebus di apotik depan ya."


"Baik dok. Sekali lagi terimakasih banyak dokter."


Setelah itu Rein langsung berlalu keluar dari ruang dokter kandungan. Senyum tak pernah luntur di wajah Rein. Tangan nya pun tak berhenti mengelus perut rata nya.


"Sehat-sehat ya nak. Terimakasih sudah hadir di hidup bunda."


Rein sudah tak sabar ingin membagikan berita bahagia ini pada sang suami. Kira-kira bagaimana ya reaksi Davin saat mengetahui ia hamil. pikir Rein Tak sabar.


***


Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Davin baru saja tiba di rumah. "Sayang, aku pulang." Rein menyalami Davin lalu memeluk sang suami.


"Sini tas nya, pasti capek ya?" Davin mengangguk. Ia kemudian mencium bibir Rein lalu mengajak sang istri untuk duduk.


"Capek nya sudah hilang, karena peluk kamu."


"Gombal deh. Aku bikinin minum bentar ya." Davin menggeleng ia hanya ingin memeluk sang istri.


"Ami mana sayang?" tangan Davin terangkat mengelus perut rata Rein.


"Ada di kamar nya."


Rein memeluk Davin sambil mengelus rambut sang suami. "Mas, aku punya sesuatu buat mas?"


Davin langsung mendongak menatap Rein. "Apa?"

__ADS_1


"Panggil Ami bentar ya, biar dia tau juga."


Rein langsung menelfon Ami menggunakan ponsel Davin, hingga tak berselang lama Ami turun dengan sepiring buah-buahan di tangan nya.


"Kenapa Bun, dad?" tanya nya duduk di depan Rein dan Davin.


"Nggak tau bunda kamu. Ada yang mau di kasih tau katanya." Ayah dan anak itu langsung kompak menatap Rein.


"Buka deh." Rein memberikan sebuah kotak pada kedua nya. Davin dan Ami mengerutkan keningnya menatap kotak itu.


***


"Ini beneran, bund?" tanya Ami terkejut. Ia langsung berpindah duduk di sebelah Rein yang terlihat senang akan respon anak dan suami nya.


"Beneran. Sebentar lagi kamu jadi kakak." Ami langsung memeluk Rein erat. Kedua nya terisak karena merasa bahagia.


"Ihh bunda, senang banget. Makasih bunda sayang." Ami mengecup pipi Rein lalu mengelus perut rata Rein dengan antusias.


"Halo calon adik, aku kakak kamu." sapa nya antusias.


Rein menyeka air matanya yang terus mengalir. "Halo juga kakak Ami." balas Rein sambil menirukan suara anak kecil.


"Mas, kok diam aja?" Davin masih terpaku menatap USG di tangan nya.


"Beneran mas. Buat apa aku bohong." Davin membawa Rein ke pelukan nya. Rein mengelus bahu Davin saat mendengar isakan kecil.


"Udah jangan nangis, nanti baby twins nya ikut sedih kalau Daddy mereka nangis." ucap Rein haru.


Davin dan Ami kompak menatap Rein. "Hah, twin's?" tanya Kedua nya kaget.


"Iya." jelas Rein ikut kaget melihat reaksi mereka.


"Kalian belum tahu baby nya twin's?" tanya Rein heran. Ia pikir Ami dan Davin mengerti foto USG yang ia berikan tadi. Kedua nya langsung menggeleng kan kepala. Rein langsung menjelaskan pada kedua nya, membuat Davin dan Ami mengangguk paham.


"Astaga, senang nya langsung di kasih 2 adik." ujar Ami girang.


"Aku ke rumah Oma dulu, mau ngasih tau mereka kalau Sebentar lagi bakal dapat cucu." Davin dan Rein menatap kepergian Ami yang cepat sekali menghilang di balik pintu.


"Makasih sayang. Nggak nyangka sudah di kasih kepercayaan sama Tuhan untuk punya baby lagi." Davin memeluk Rein dengan sayang.

__ADS_1


"Hallo anak-anak Daddy, makasih sudah tumbuh di perut bunda. Sehat-sehat ya, sampai saat nya kita ketemu." Davin mengecup perut Rein lama. Rein menyeka air matanya.


"Oke Daddy. Tunggu kami ya."


***


Ke esokan hari nya, Rumah Rein dan Davin sudah heboh karena kedatangan Ani dan keluarga nya.


"Yang benar Rein, mamah bakal dapat cucu kembar?" tanya Ani tak percaya. Rasa bahagia tak terbendung lagi di wajah yang sudah tak muda.


"Benar mah. Kata dokter baby twins sudah 3 Minggu." jelas nya.


Ani langsung memeluk Rein lalu mengusap-ngusap perut rata Rein. "Hallo baby twins, ini Oma kalian. Sehat-sehat ya di dalam sana. Jangan buat bunda kalian capek, oke."


"Selamat Rein, haha kesehatan terus. Buat Davin juga, jaga istri kamu, turutin semua keinginan nya."


"Makasih pah." Rein membalas pelukan sang ayah mertua.


"Selamat kakak ipar dan kak Davin. Semoga bumil dan baby twins sehat-sehat terus." Alex memberikan pelukan pada kakak dan kakak ipar nya.


"Oh iya, besok Keyla baru bisa ke sini. Mamah tadi malam sudah hubungi dia, bilang kalau Rein hamil. Wah senang banget dia, makanya langsung izin sama bos nya buat ke sini." Ucap Ani.


"Apa nggak sibuk dia?" tanya Rein Tak enak.


"Tenang aja. Kalau dia bilang bisa berarti bisa." Ucap Ani membuat mereka tertawa.


"Rein belum ngidam sesuatu gitu?" tanya Aldrich penasaran.


Rein langsung menatap ayah mertua nya. "Belum deh, kayaknya pah." ujar Rein. Karena ia memang belum menginginkan sesuatu.


"Kalau kamu mau sesuatu langsung bilang aja. Nggak usah di tahan-tahan, entar anak kamu bisa ileran kalau nggak kesampaian." jelas Ani.


"Iya mah. Nanti kalau baby nya pengen sesuatu aku kasih tau."


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12 lewat. Ani dan Ami langsung menyiapkan makan siang. Tadi nya Rein ingin membantu namun semua nya langsung menolak tegas. Takut nya jika ia kecapaian.


"Sudah kamu duduk aja. Nanti kalau kamu kenapa-kenapa gimana?" ujar Ani yang di angguki Ami.


"Bener yang di bilang Oma. Bunda mending duduk diam aja, biar kami yang masak."

__ADS_1


"Iya sayang, kamu duduk aja di sini sama aku. Sambil makan buah-buahan."


Rein hendak protes namun Davin mengentikan nya. Akhirnya ia duduk dengan wajah di tekuk. Tapi ia senang keluarga sang suami menerima baby twins dengan hangat. Sudah lah, lebih baik ia menikmati ini semua.


__ADS_2