
Beberapa tahun kemudian....
"Bang, jangan ih..." Seorang gadis merengut kesal saat rambut nya yang sudah tertata rapi di usak hingga kembali berantakan.
"Haha gitu aja marah.." ejek sang Abang.
Gadis itu memasang wajah cemberut, lalu menoleh menatap Abang pertama nya yang sedari tadi diam.
"Abang, liat tuh bang Rayyan!" adu nya meminta pembelaan.
Yang di ajak bicara melirik pada kedua adik nya, lalu menatap adik laki-laki nya dengan tajam, membuat gadis itu tertawa cekikikan. "Hahah rasain, emang enak dimarahin."
Raja Reynard Artama, anak laki-laki kedua Rein dan Davin. Tumbuh dengan paras tampan serta mempesona membuat nya banyak di gilai wanita baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Namun tak ada yang berani untuk mendekati nya, karena selain tampan Raja juga sangat dingin dan galak, sehingga wanita-wanita itu hanya mengagumi nya dari kejauhan. Di umur nya yang sudah memasuki usia 18 tahun, Raja sudah membantu sang Daddy, Davin untuk memimpin perusahaan.
Di berikan otak yang cukup pintar, membuat Raja tak kesusahan dalam mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan.
Berbeda lagi dengan adik laki-laki nya yang bernama, Rayyan Azkiel Artama. Rayyan tak kalah tampan dari Raja, mereka hanya beda sifat saja. Raja yang selalu menuruti setiap keinginan orang tua nya, berbeda lagi dengan Rayyan yang mempunyai sifat keras kepala.
Rayyan sangat aktif sedari kecil, hingga besar ini pun dia sangat suka kebebasan. Kadang hal itu membuat Rein dan Davin was-was terhadap anak laki-laki mereka yang satu itu. Untung saja produk Artama itu tidak pernah gagal. Karena meskipun keras kepala dan sedikit sulit di atur Rayyan sama pintar nya dengan sang Abang, Raja.
Bagaimana dengan putri kecil mereka. Kembaran dari Raja dan Rayyan.
Ratu Keylovi Artama, nama yang di berikan Davin dan Rein pada putri kecil mereka. Seperti namanya, Lovi sangat di Ratukan oleh keluarga mereka. Namun tahta tertinggi dalam keluarga mereka tentu saja Rein pemenang nya. Bagi mereka Rein itu segala nya, wanita kuat yang tiada dua nya.
Lovi memiliki paras yang sangat cantik. Wajah nya sangat mirip dengan sang ibu. Lovi begitu di manjakan oleh ketiga kakak nya. Meskipun Ami telah menikah dan mempunyai anak, namun Ia begitu menyayangi sang adik. Terkadang ia akan menginap di rumah sang ayah, hanya untuk menghabiskan waktu dengan adik-adik nya.
"Belajar yang benar. Kalau nggak ngerti tanya sama guru." Raja mengusap rambut Lovi yang mengangguk patuh.
Lovi memang tidak sepintar kedua Abang nya, namun ia juga tak sebodoh yang kalian bayangkan wkwk. Hanya saja otak nya sedikit lemot dalam berpikir. Gadis cerewet itu banyak yang mengagumi nya di sekolah namun ia tak menghiraukan mereka, karena sudah ada seseorang yang ia taksir.
__ADS_1
Mengetahui adik mereka menyukai teman mereka sendiri, membuat Raja dan Rayyan bernafas lega. Setidaknya mereka sudah mengetahui seluk-beluk teman-teman mereka.
"Siap bang. Ya udah, Lovi masuk dulu. Bye Abang..." Lovi menyalami kedua Abang nya lalu bergegas masuk ke dalam kelas.
Raja dan Rayyan memang berbeda kelas dengan Lovi, Mereka di kelas IX IPA 1 sedangkan Lovi di IX IPA 2.
Melihat kedekatan triple, membuat siswa-siswi yang berada di dekat mereka merasa sangat iri. Terlebih siswi perempuan yang mengagumi Raja dan Rayyan, mereka selalu menahan kesal lantaran Lovi begitu di manjakan oleh laki-laki pujaan mereka.
Namun tidak ada yang berani untuk mendekati gadis itu, karena sudah di peringati oleh Rayyan.
***
"Lovi, kamu kerjakan nomor 3 sekarang dan Intan kamu kerjakan nomor 4." Lovi meneguk ludah nya gugup. Pasal nya ia sama sekali tidak mengetahui cara mengerjakan soal matematika yang sangat-sangat membuat nya pusing tujuh keliling itu.
Dengan langkah ragu, ia mulai maju ke depan. Satu hal yang harus kalian tahu, Lovi sangat membenci matematika. Otak nya yang sedikit lemot, membuat nya kesusahan menjawab soal itu.
Guru yang melihat nya menghela nafas. "Lovi kamu duduk. Dan kamu intan lanjut kerjakan punya Lovi." dengan wajah yang memerah karena malu, Lovi akhir nya kembali duduk.
"Diam deh. Sumpah matematika itu mematikan!" ujar nya kesal.
"Lovi, Vivi. Keluar kalian. Saya tidak suka jika ada yang berbicara di saat jam pelajaran saya." Bu Anas, guru matematika yang terkenal killer itu berujar sambil memelototi kedua gadis yang kini berwajah masam itu.
Murid-murid lain nya tidak ada yang berani bersuara, atau mereka akan di keluarkan.
Lovi dan Vivi keluar dengan wajah lesu. Sudah tidak mengerti makin tidak mengerti dengan pelajaran itu. "Gara-gara Lo ngajak gue ngomong!" ujar Lovi kesal.
"Lo juga mau-mau aja gue ajak ngomong. Udah lah, mending kita ke kantin."
Kedua gadis itu melangkah dengan riang menuju kantin. Bayangkan-bayangan kuah bakso dengan sambal serta perasaan jeruk nipis di dalam nya membuat mereka meneguk ludah.
"Kalian dua mau kemana? Hormat bendera!" teriakan seorang wanita terdengar nyaring. Memekikkan telinga sekali.
__ADS_1
"Mau ke toilet Bu." elak Lovi dengan wajah masam. Entah lah seperti nya guru nya ini seorang cenayang.
"Toilet-toilet. Kalian itu nyari alasan yang jelas sedikit. Toilet ke arah kiri bukan kanan. Mana ada toilet di sebelah kanan. Sekarang kalian dua hormat bendera sampai jam pelajaran saya selesai!" Bu Anas berucap sambil bercakap pinggang, menatap garang pada dua gadis yang cengengesan menatap dirinya.
"Baik bu."
***
Keluhan-keluhan keluar dari bibir kedua gadis itu. Panas matahari seakan membakar wajah kedua nya. "Perasaan istirahat kok lama banget ya?" Celetuk Vivi pada Lovi yang sedang menatap pada lantai dua dengan senyum senang nya. Terlihat seorang pria dengan seragam yang sama dengan nya sedang berbicara dengan seorang guru.
Zidan Bumi Aksara. Laki-laki pujaan hati Lovi, berparas tampan dengan wajah tegas nya. Zidan salah satu teman dari Raja. Mereka sudah berteman sejak SMP.
"Bengong aja!" Lovi tersentak kaget saat Vivi mengguncang bahu nya.
"Ganggu aja tau nggak." gumam Lovi kesal.
"Lo mau tetap diri di sini. Gue mau ke kantin ini."
"Hah? Emang udah istirahat?" tanya nya terkejut. Pasal nya ia tak mendengar bel sama sekali.
Vivi memutar mata nya malas. "Makanya nggak usah keasikan liatin kak Zidan."
"Suka-suka gue dong."
Kedua gadis itu akhirnya berlalu dari lapangan. Kantin adalah tujuan mereka saat ini.
***
Yey S2 nya Akhirnya rilis wkwk...
Semoga suka ya, mohon dukungan kalian teman-teman ๐
__ADS_1