
Pagi-pagi sekali Rein sudah bangun dari tidur nya. Ia menguap lalu menatap sang suami yang masih tertidur nyenyak.
Untung saja Davin tidak menerkam nya terlalu lama tadi malam, jadi badan nya masih baik-baik saja.
Rein beranjak menuju kamar mandi lalu menyiapkan air hangat dalam bathtub. Semalam Davin mengatakan padanya bahwa ia ingin mandi bersama saat pagi.
Bath bomb berwarna biru Rein masukan ke dalam air bathub hingga larut. Setelah itu Rein keluar lalu berjalan menuju Davin.
"Suami, bangun. InI sudah pagi." ujar nya sambil membangun kan Davin dengan mengguncang kecil tangan suami nya.
"Emm.." Davin menggeliat kecil, namun tak membuka mata.
Rein mengecup seluruh wajah Davin, lalu berbisik pelan. "Katanya mau mandi sama-sama pagi ini. Tapi kalau suami nggak mau, ya nggak papa. Biar aku mandi sendiri aja."
Davin langsung membuka matanya. Tak akan ia biarkan istrinya mandi sendiri karena rencana yang ia susun bisa gagal total. "Ikut sayang." rengek nya manja, membuat Rein terkekeh kecil.
"Manja banget." Davin tertawa saat Rein mengecup bibir nya beberapa kali.
***
Rein dan Davin yang sudah tidak menggenakan sehelai benang pun, kini berendam di dalam bathtub. Rein bersandar di dada bidang sang suami, dan Davin dengan setia menggosok lengan Rein dengan pelan.
Kedua nya menikmati momen romantis itu, dengan berbincang kecil. "Sayang, habis ini kamu mau kemana?" tanya Davin.
"Mau keliling kebun teh." Jawab Rein antusias membuat Davin ikut tersenyum.
Rein bermain busa yang di hasilkan oleh bath bomb. Gerakan nya semakin aktif membuat nya tanpa sengaja menggesek sesuatu yang sedari tadi sudah ingin menerkam nya.
"Aahh.." Rein langsung menatap Davin yang mendesah kecil. Ketika adik kecil nya bergesekan dengan belahan bokong Rein.
"M-maaf suami, nggak sengaja." Ucap nya terbata.
Davin yang sudah tidak bisa menahan nya, langsung meraih tengkuk Rein lalu mencium nya secara brutal.
Rein terkejut dengan tindakan Davin. Namun ia juga menikmati sensasi permainan Davin yang membuat nya mabuk kepayang. Di tambah air hangat yang merendam mereka, membuat suasana semakin panas.
"Lagi ya sayang." pinta Davin memelas. Sebenarnya ia tak ingin menyakiti Rein lagi, namun nafsu nya sangat susah untuk di tahan.
"Janji, nanti pelan-pelan kok." tambah nya membuat Rein tertawa gemas dalam hati. Astaga mengapa bisa se-menggemas kan ini sih suami nya. Ya walaupun Rein Tak percaya akan kata pelan-pelan yang di ucapkan sang suami.
Karena Rein juga menikmati permainan sang suami, akhir nya ia mengangguk membolehkan. Membuat Davin tersenyum semangat.
__ADS_1
"Kamu yang terbaik sayang." bisik Davin lalu memulai aksi nya di pagi hari.
Di dalam kamar mandi, hanya terdengar suara ******* yang saling bersahutan. Bunyi penyatuan mereka terdengar hingga ke dalam kamar. Namun apa peduli mereka, lagian mereka hanya tinggal berdua di villa tersebut.
Air di dalam bathtub berguncang hebat seperti gelombang pantai. Rein berpegang erat pada pinggiran bathub, saat Davin dengan cepat memompa dirinya.
Sekitar setengah jam kemudian, Davin akhir nya mendapatkan pelepasan nya. Rein sudah terkulai lemas dalam pelukan Davin. Dengan sisa tenaga nya, Rein menatap Davin.
"Suami, dingin." gumam nya. Davin langsung memeluk tubuh Rein lalu mengangkat nya menuju air shower. Davin dengan telaten membersihkan dirinya dan juga Rein yang masih lemas. Pinggang nya juga terasa sakit karena terlalu lama di posisi yang tidak nyaman.
***
Karena ulah Davin yang terus menerus meminta jatah, membuat Rein akhirnya kecapaian dan rencana yang sudah Rein susun matang-matang yaitu berpetualang di kebun teh tergantikan menjadi besok hari nya.
Davin yang tak ingin bukan madu mereka gagal, Akhirnya berusaha membujuk Rein yang ngambek. Untuk Rein tidak termasuk wanita yang susah untuk di bujuk.
Hingga keesokan harinya....
Rein saat ini sudah mengenakan baju hangat. Pagi-pagi sekali ia sudah bersiap. Tak lupa jaket tebal ia persiapkan dan 2 botol cokelat panas.
"Suami, ayo cepat." Davin yang masih ngantuk hanya bisa pasrah melihat semangat 45 sang istri. Namun ia bahagia juga melihat Rein yang terlihat sangat senang, dengan hal kecil seperti ini.
***
Kedua nya sudah berjalan sekitar 20 menit, namun Rein masih terlihat semangat. Tak ada raut lelah membuat Davin tersenyum gemas.
"Pagi pak Davin." sapa seorang ibu-ibu pekerja di kebun teh milik keluarga Davin tersebut.
"Pagi." balas Davin ramah.
"Ini teh siapa?" tanya ibu-ibu itu sambil menatap Rein.
"Dia istri saya bu. Nama nya Rein."
"Halo bu Saya Rein." sapa Rein hangat.
"Halo juga Bu Rein. Ternyata bapak sudah menikah lagi. Saya doakan semoga langgeng, sampai maut memisahkan." ucap ibu itu sambil menatap Davin dan Rein bergantian.
"Amin." Davin dan Rein langsung mengaminkan dia itu.
"Saya sudah menemukan yang cocok Bu, jadi langsung di nikahin saja." balas Davin membuat ibu itu mengangguk setuju.
__ADS_1
"Ya sudah Bu, kami mau berkeliling dulu."
"Hati-hati pak, Bu." ujar ibu itu setelah Davin dan Rein melangkah pergi dengan tangan yang bertaut.
***
"Suami ayo foto." ajak Rein antusias, kedua nya tiba di sebuah bukit. Dari bukit itu mereka bisa melihat matahari terbit.
Matahari yang mulai menunjukkan cahaya nya, membuat Rein bersemangat mengajak Davin untuk berfoto.
Tidak ada yang di lewatkan sama sekali oleh Rein. Ia ingin mengabadikan setiap momen romantis bersama sang suami.
Rein memeluk pinggang Davin dan Davin yang memegang kamera langsung memotret kedua nya. Apapun yang membuat Rein bahagia akan ia lakukan, meskipun dengan nyawa nya sekali pun.
"Suami, aku mau foto sendiri boleh kan?" Ucap Rein.
"Boleh dong."
Rein langsung memasang gaya love. Dengan kedua tangan yang terangkat menuju kepala dan membetuk love.
Beberapa macam pose Rein lakukan, dan tentu saja hasil nya sangat memuaskan. Sudah puas melakukan petualangan di kebun teh dan melihat matahari terbit, Rein langsung mengajak Davin untuk kembali ke villa.
"Makasih suami ku." Rein memberikan kecupan sayang pada bibir Davin membuat pria itu tersenyum bahagia. Apalagi jika Rein berinisiatif melakukan nya sendiri tanpa di suruh.
"Sama-sama istri kecil ku." balas nya sambil mencium Rein di bibir nya.
"Ayo aku gendong, kamu pasti capek kan?" ucap Davin yang berhenti lalu menatap istri nya.
"Nggak usah aja, suami kan juga capek." balas Rein sambil menatap Davin yang lebih tinggi dari nya.
"Nggak papa. Untuk istri ku tercinta, nggak ada kata capek." gombal Davin membuat Rein tertawa kecil dengan pipi merona.
"Aish gombal banget."
Davin langsung menggendong Rein di belakang nya. Perjalanan kedua nya tampak santai padahal Davin sedang menggendong Rein.
Kedua nya mengabaikan tatapan dari beberapa pekerjaan di kebun teh yang menyaksikan keromantisan mereka.
Hari ini Rein sangat senang, ketika Davin mau menuruti setiap keinginan nya. "Terimakasih banyak suami. Aku mencintaimu." bisik Rein di telinga Davin.
"Aku juga mencintaimu istriku." Balas Davin tak kalah romantis.
__ADS_1
Senyum terus terukir di bibir Rein dan Davin sepanjang perjalanan menuju Villa. Semoga mereka terus bahagia seperti ini, dan bisa menghadapi badai yang akan datang menghantam kapal kedua nya.