Menikah Dengan Ayah Sahabat Ku

Menikah Dengan Ayah Sahabat Ku
Bab 62. Kejutan tak terduga 2


__ADS_3

"Namun, seperti nya kita semua di beri kejutan?" ucap Dokter Iva misterius, sambil melihat mereka sebentar lalu menatap layar lagi.


"Hah? kenapa dok?" tanya Ani mewakili mereka.


"S-seperti nya ibu Rein, bukan hanya mengandung dua, tapi tiga sekaligus." ucap nya dengan senyum yang mengembang. Ia arahkan kursor pada janin yang tampak lebih kecil dari yang dua nya.


"Hah?" ketiga nya tampak cengo mendengar ucapan dokter Iva.


"Ini beneran dok? Dokter nggak lagi bercanda kan?" tanya Ani dengan perasaan antusias yang tertahan. Bagaimana tidak ia bukan hanya mendapatkan 2 cucu namun tiga sekaligus.


"Benar bu, coba liat itu." dokter Iva.


Mereka bertiga bisa melihat 3 bayi sekaligus dalam rahim Rein, membuat air mata mereka mengalir karena bahagia. "Astaga, mamah dapat cucu 3 sekaligus." pekik nya senang.


"Bun, astaga Daddy pasti senang banget." pekik Ami sambil menggenggam tangan Rein erat, menyalurkan rasa bahagia nya.


Rein masih belum percaya. Astaga, ini bagaikan mimpi yang sangat indah. Bahkan matanya tak ia alihkan dari layar yang menampakan ketiga bayi mungil nya.


"Kayanya, waktu pemeriksaan pertama dia sembunyi." jelas dokter Iva.


"Dia sehat kan dok?" tanya Rein.


Dokter Iva terdiam sebentar, sebelum menjawab. "Dia seperti nya sehat, hanya saja ukuran nya lebih kecil dari kedua nya." jelas nya lagi.


"Tapi nggak papa kan dok?" tanya Rein khawatir.


"Nggak papa. Oh iya, keluhan nya apa saja?" tanya dokter Iva.


"Morning sickness aja dok, kalau makan seperti biasa. Malah porsi nya tambah." jelas Rein.


"Bagus dong. Memang porsi makan nya harus di tambah. Kan sudah ada 3 kehidupan yang kamu tanggung. Biasanya ada bumil yang malah susah makan dan berpengaruh buat bayi nya." Ketiga nya mengangguk mengerti.


"Jangan mengerjakan pekerjaan berat ya, kandungan kamu sedikit lemah. Takut nya bayi-bayi kamu kenapa-kenapa."


Rein mengangguk mengerti. Ia menggenggam tangan Ami dengan senyum yang tak luntur. Ternyata tidak hanya dua bayi yang dititipkan Tuhan dalam rahim nya, melainkan 3 sekaligus.

__ADS_1


"Jenis kelamin mereka bisa dilihat nggak dok?" tanya Ami penasaran.


"Sebentar ya." Dokter Iva menggerakkan transducer di atas perut Rein. Namun ia tersenyum kecil saat tak bisa melihat jenis kelamin mereka.


"Seperti nya mereka ingin memberikan kejutan pada kalian, jadi sabar ya. Check up selanjutnya kita coba liat lagi, siapa tau mereka mau menunjukkan nya." Ami menghembuskan nafas nya. Padahal ia sudah sangat penasaran apa jenis kelamin mereka.


"Iya dokter nggak papa." Seorang suster dengan sigap membersihkan gel yang berada di perut Rein.


Setelah itu Rein turun lalu ketiga nya duduk di bangku sambil menatap dokter Iva yang sedang menulis sesuatu di atas meja nya.


"Ini vitamin penguat kandungan, di minum pagi sama malam. Nanti di tebus di apotik depan."


"Baik dok, makasih."


***


"Daddy, tau nggak?" pekik Ami antusias saat ketiga nya sudah sampai di rumah.


Davin langsung pulang saat Ami menelfon nya dan mengatakan ada hal penting yang ingin di sampaikan mengenai buah hati nya.


"Hm, capek banget. Jalan nya macet." gumam Rein sambil menyenderkan kepalanya di dada Davin.


Davin dengan sigap mengelus rambut Rein pelan, ia kemudian memijat-mijat pelan tangan hingga bahu Rein.


Ami dan Ani yang sedari tadi menonton keromantisan itu hanya diam. Kedua nya saling pandang lalu ikut bergabung dengan pasangan itu.


Rein dan Davin langsung menatap mereka, astaga kedua nya sempat melupakan Ami dan Ani. "Maaf ma, aku lupa kalau kalian ada di sini." Rein berucap sambil menatap mereka dengan tak enak.


"Udah santai aja. Oh iya Davin, mamah punya kabar gembira buat kita semua." Ani berucap dengan raut yang terlihat sangat bahagia.


"Apa mah? Kandungan Rein baik-baik aja kan?" tanya Davin.


"Mereka sehat-sehat aja di dalam sana."


"Dad, ternyata bunda hamil 3 bayi sekaligus." pekik Ami to the poin.

__ADS_1


Ia agak kesal karena Ani sangat lama memberitahu sang ayah tentang bayi ketiga yang ternyata ada dalam rahim bunda nya.


"Hah 3?" Davin terkejut mendengar ucapan Ami.


Ami, Rein dan Ani mengangguk bersamaan. "Iya mas 3. Tadi sewaktu periksa ternyata ada 1 baby lagi di dalam sini." Rein menatap Davin haru. Ia bisa melihat mata sang suami yang berkaca-kaca. Mungkin jika ia berkedip maka kristal bening itu akan langsung terjatuh.


"Nggak becanda kan?" tanya nya lagi.


Ia segera mengelus perut Rein yang berisi ketiga buah hati nya. "Daddy sama semua orang kira hanya ada dua orang, namun ternyata Tuhan kasih lebih. Selamat datang sayang, sehat-sehat ya di dalam sini." Ia mengecup perut Rein lama lalu memeluk istri nya itu.


"Terimakasih sayang. Mas bahagia banget."


***


Hari sudah sore, selepas mandi. Rein yang hanya menggenakan pakaian dalam menatap dirinya di cermin. Tubuh nya terlihat lebih besar dari biasanya. Di tambah 3 bayi yang ada dalam perutnya, membuat Rein Tampak berisi."


"Mas Davin, liat deh." ujar nya pada sang suami yang sedang duduk di sofa dengan kacamata yang bertegar indah di hidung nya. Matanya fokus menatap layar laptop.


"Kenapa sayang?" tanya nya sambil menatap Rein yang tampak menggoda iman nya. Lekukan tubuh Rein terpampang jelas di balik kacamata nya, membuat Davin meneguk ludah kasar.


"Liat deh mas, badan aku makin gendut kan?" ujar nya dengan memutar-mutar di depan kaca.


Davin melotot melihat Rein yang berputar-putar. "Astaga sayang, jangan putar-putar nanti jatuh." Kedua tangannya segera meraih bahu Rein.


Rein menyengir lucu melihat Davin. "Hehe maaf-maaf. Aku lupa." ujar nya membuat Davin menghembuskan nafas panjang.


"Liat deh mas, aku gendutan kan?" tanya nya meminta pendapat Davin.


Davin membenarkan ucapan sang istri, setelah meneliti tubuh Rein dari atas sampai bawah. "Iya sayang." ucap nya.


Rein langsung melotot menatap Davin. "Jadi aku beneran gendut? Mas pasti udah nggak suka sama aku lagi kan, karena badan ku sudah jelek." Rein berucap cepat sambil menatap Davin dengan khawatir.


"Siapa yang bilang istri cantik ku ini jelek hm? Kalau pun jelek ya gapapa aku tetap cinta kok. Kamu gendut gini juga karena lagi hamil, bukan hanya 1 tapi 3 sekaligus jadi postur tubuh kamu juga pasti berubah." jelas Davin dengan sabar, menghadapi Rein yang sedang tidak percaya diri.


"Gimana pun tubuh kamu, mau gendut kurus atau apalah aku tetap cinta kok. Jadi jangan pernah takut ya. Lagian Kamu berisi gini, makin enak kok sayang. Terlihat lebih seksi juga." goda Davin di ujung kalimat nya sambil mengedipkan mata membuat Rein tersenyum malu.

__ADS_1


"Ihh mas Davin, malu tau nggak." Davin tertawa mendengar gumaman sang istri.


__ADS_2