MENIKAH DENGAN PILIHAN AYAH TIRIKU

MENIKAH DENGAN PILIHAN AYAH TIRIKU
Bertemu 2 Moster


__ADS_3

Sarah yang melihat Putri tersenyum pun ikut tersenyum.


"Kak, apa kakak senang," ucap Sarah melirik Putri.


"Iya Sar, kakak bahagia banget hari ini, makasih ya." Kata Putri memeluk Sarah.


"Iya kak." Ucap Sarah.


Mobil melaju lumayan cepat, karena perjalanan ke mall sangat jauh, suasana di dalam mobil hening karena Putri Rano dan Sarah tertidur pulas, hampir satu jam setengah perjalanan yang di tempuh, melintasi gedung gedung tinggi di kota ini,


dan melewati macet yang hampir di setiap lampu merah.


"Tuan, tuan muda, bangun kita hampir sampai," ucap Rusmin memanggil Rano.


"iya pak , apa kita sudah sampai," ucap Rano mengucek mata nya.


Rano yang melihat kiri kanan sadar bahwa mereka sudah dekat, melihat ke arah belakang. "Kak, kak Put, Sar kita hampir sampai." Kata Rano memanggil Sarah dan Putri.


"Apa kita sudah sampai Ran ?" tanya Putri yang menguap.


"Iya kak, kita sudah sampai," ucap Rano.


"Kok kita bisa ketiduran sih," ucap Putri merapikan rambut nya.


Sarah yang masih dengan posisi tidur.


"Sar, Sarah bangun kita udah sampai." Kata Putri mencubit pipi Sarah.


"Kita sudah sampai ya kak ?" ucap Sarah masih memejamkan mata nya.


"Iya bontet kita udah sampai," saut Rano menarik tangan Sarah.


"Awww, sakit tau." Kata Sarah merengek kesakitan.


Sarah pun bangun dan merapikan baju dan rambut nya. "Ayo kak kita turun ?" ucap Sarah menggandeng tangan Putri.


Rano yang sudah turun duluan menunggu Putri dan Sarah di pintu masuk.


"Selamat siang ? silakan masuk ." Sapa pelayan Mall.


Putri Sarah dan Rano masuk ke Mall.


"Kak, apa kita cari makan dulu, Sarah sudah lapar," kata Sarah memegang perut.


"Ide bagus itu kak, kita isi energi kita dulu sebelum kita jalan jalan," saut Rano melirik kanan kiri. "Itu kak, ada cafe disitu, kita kesitu aja," ucap Rano menunjuk ke kanan.


"Ayo kak," kata Sarah mengajak.


Putri hanya tersenyum melihat Sarah dan Rano, mereka berjalan ke arah cafe.


Dari luar kelihatan panjang antrian.


"Yahh,kok antriannya panjang sih, aku kan sudah lapar tau." Gerutu Sarah manyun.


Putri dan Rano yang mendengar ocehan Sarah sontak tertawa, Mereka mencari meja kosong yang ad di cafe itu.


"Itu ada meja kosong, kalian duduk di sana aja biar aku yang pesan kalian mau pesan apa ?" ucap Rano mengambil buku menu.


"Aku mau bakso lobster aja bang," kata Sarah menunjuk menu.


"Kaya nya kakak pesan ini aja deh," ujar Putri menunjuk menu Kwetiaw goreng.


"Baik lha, tunggu sebentar tuan putri saya akan kembali beberapa menit lagi," kata Rano meninggal kan Sarah dan Putri.


Sarah dan Putri tertawa kecil.

__ADS_1


"Abang ada ada aja. Kak, apa kakak pernah ke Mall ini," tanya Sarah penasaran.


"Gak pernah Sar, ucap Putri menggelengkan kepala. "Jangan kan ke Mall, ke Minimarket saja terhitung Sar," kata Putri senyum.


"Hemmm, nanti kita kesini lagi ya kak, sambil ngajakin Nisa dan Ratna ya," kata sarah.


"Iya Sar," ucap putri senyum.


Tidak lama kemudian, Rano datang dari arah kasir, dan membawa baki yang berisi makanan dan minuman yang sudah mereka pesan.


"Ini makanan kita, kata Rano meletakkan baki yang berisi makanan dan minuman.


"Uhh, makacih abang ku yang cakep."Kata Sarah memuji.


"Makasih Ran," ucap Putri tersenyum.


Mereka menikmati makanan dan minumana nya, dan sesekali bercerita masalah Panti Asuhan. Putri yang asik minum dan melirik kanan kiri tiba tiba batuk.


Hugs hugs, Putri melepaskan sedotan nya.


"Kenapa kak, ini tisu nya," kata Sarah memberi tisu.


Kenapa ada dua moster di sini sih !!


apa mereka mengikuti ku, apa merek mencari ku, kalau mereka melihat ku gimana ini, aku harus bersembunyi di mana, gak mungkin kan aku harus bersembunyi di bawah meja ini.


"Kak, kak, kak Putri kenapa kak," panggil Rano cemas.


"Kak, kenapa kak, ada apa." Kata Sarah panik.


"Ehh iya gpp kok, kakak ngak ppa, lanjut lagi makan kalian," kata Putri berbohong.


Apa mereka bener bener mencari ku, apa mereka tidak terima dengan perkataan ku tadi, ya tuhan hilangkan aku sebentar saja , aku mohon, kalau ada pintu ajaib doraemon aku mau meminjam nya sebentar saja untuk menghilangkan diri dan lari dari dua moster itu.


"Kakak gak apa apa," ucap Putri lirih.


Apa kak putri melihat hantu , apa melihat pacar nya gandengan sama wanita lain ..??


kan kak Putri bilang ngak perna pcaran ? gumam Sarah.


Putri pun kembali memakan makanan nya, setelah melirik kanan kiri tidak ada lagi Arga dan Bram, wajah tidak terlihat takut dan tegang lagi.


"Kak, kak sudah gak apa apa lagi kan," tanya Rano penasaran.


"Gak Ran, kak gak apa apa lagi kok, ayo habiskan makanan kalian, kata nya mau jalan jalan lagi," ujar Putri mengelak.


"Habis ini kita kemana lagi," tanya Putri.


"Terserah kakak, kakak mau nonton apa beli sesuatu gitu ?" jawab Sarah..


"Apa kita cari baju buat kak putri ajja." Kata Sarah melirik Rano.


Ya emang bisa di katakan, kalau penampilan Putri sangat lah sederhan, dengan memakai kaos lengan pendek, celana jens dan sepatu keds yang selalu di pakai nya kemana pun di pergi.


"Gimana kak, mau kan kita cari baju buat kakak ?" tanya ulang Sarah.


"Sarah kakak lebih seneng kok dengan pakaian yang kakak gunakan sekarang ini, lebih simple dan gak ribet," kata Putri senyum.


"Terus kita kemana jadi nya, apa nonton aja atau naik wahana atau main games ?" ujar Sarah.


"Apa kita , eemm." Kata Rano berpikir.


"Habisin dulu makanan nya, entar kita pikir kan kita mau kemana habis ini," sambung Putri.


Sehabis makan mereka keluar dari caffe tersebut, di perjalan Putri hanya melirik kanan dan kiri.

__ADS_1


"Kak, kakak liat apa sih !" kata Rano yang memperhatikan Putri.


"Enggak, kakak gak cari apa apa." Jawab Putri polos.


"Kak , naik ke atas saja, nonton bioskop aja," kata Sarah nibrung.


"Oke, boleh juga," saut Rano.


Putri Sarah dan Rano pun naik lift dan menekan tombol 7, karena bioskop nya terletak di lantai 7.


Ting. Bunyi bel, pertanda sudah sampai ke lantai yang ditujukan. Putri Sarah dan Rano pun keluar lift, Putri yang keluar lift duluan melihat ada tubuh besar yang menghalangi jalan nya.


"Permisi tuan," kata Putri sopan.


Laki laki berbadan besar itu menoleh ke belakang, ternyata Arga dan Bram yang menghalangi jalan Putri. "Hey nona kenapa anda masih di kota ini apa anda kaki nya mau saya patahkan !" ucap Bram berjalan mendekati Putri.


Sarah dan Rano yang dari dalam lift keluar, mendengar seseorang sedang marah.


"Hey ! kalian mau ngapain kakak ku !" Kata Sarah menghampiri mereka.


Bram yang mendekati Putri terus menerus tanpa menggubris perkataan Sarah, sementara Tubuh Putri mulai bergetar hebat dan seketika muka Putri berubah menjadi pucat.


"Apa kalian ingin menyakiti kakak ku, apa salah kakak ku !" ucap Rano marah, tanpa tahu siapa yang sedang mereka hadapi.


"Bram, mundur, ucap Arga terdengar dari belakang Sarah dan Rano.


Bram adalah sekretaris Arga sekaligus sahabat Arga, mereka layaknya seperti saudara, karena dimana ada Arga di situ ada Bram, Bram sudah berkerja dengan Arga semenjak Arga menjadi CEO Bahagia Group.


Rano dan Sarah yang mendengar perintah Arga dari belakang membalik badan nya,dan Bram menghentikan langkah nya.


"Kak itu kan Arga Atmaja pengusahan muda terkaya di kota ini, CEO Bahagia Group," bisik Sarah.


"Iya kamu bener Sar ? kalau kita bermasalah dengan nya maka habislah kita ? terus kak Putri kok bisa bermasalah dengan mereka ya ?" tanya Rano cemas.


Sarah dan Rano yang tadi nya berani melawan Bram akhirnya ikut ketakutan.


"Maaf tuan , emang nya kakak saya ada salah apa dengan anda sampai anda ingin memetahkan kaki kakak saya ?" tanya Rano mulai gugup.


"Tuan, saya tadi kan sudah meminta maaf dengan anda, jadi anda belum memaafkan saya , apa saya harus berteriak di atas gedung ini untuk meminta maaf dengan anda , apa perlu saya berlutut di kaki anda." Ucap Putri garing.


Aku ngomong apa sih, ya ampun, ya tuhan tolong aku, kenapa harus di pertemukan dengan mereka lagi ya, apa ini hari sial ku.


Kak Put , kenapa kakak berani menantang tuan Arga sih kak , apa kakak gak tau siap tuan Arga , dia kan yang berkuasa di kota kita. Bahagia Group siap yang gak tau nama perusahaan itu, Mall ini juga punya tuan Arga , perusahaan Papa pasti bermasalh kalau tau siap kakak ?? dan kak Rano bakalan di pecat dan tidak di terima bekerja di mana pun klau sudah berurusan dengan tuan Arga . Gumam hati Sarah.


Kak , kakak kenapa harus bermasalah dengan mereka sih kak, mereka sangat berpengaruh dengan perusahaan Papa dan aku kerja ?? kalau mereka tau Papa dan aku kerja di mana habis la keluarga kita, gumam hati Rano cemas.


"Nona !" Teriak Bram melangkah kaki nya mendekati Putri.


"Bram," panggil Arga, seakan memberi isyarat.


"Sebaiknya anda pergi dari kota ini bila perlu hilang dari bumi ini sebelum saya patah patah kan kaki anda !!" Ucap Bram tegas.


"Iya tuan, maafkan kami." Kata Rano panik.


Sarah dan Putri menunduk ketakutan, Bram berlangkah menjauh dari Putri.


"Kak, ayo ." Kata Sarah menarik tangan Putri.


Putri Sarah dan Rano pun kembali ke dalam lift, dan menekan tombol turun ke lantai 1, sementara Bram dan Arga masih berdiri di posisi yang sama.


"Bram, cari tau tentang gadis pemberani itu !" Kata Arga perintah.


"Baik tuan muda," jawab Bram.


Bram dan Arga masuk ke dalam lift yang akan turun ke lantai dasar.

__ADS_1


__ADS_2