
Seperti biasanya sehabis Sholat Putri turun ke bawah. Berpenampilan seadaanya dan senatural mungkin.
Saat Putri melihat ke lantai 1 di meja makan, semua hidangan sudah disiapkan para pelayan. Putri menuruni anak tangga dan melihat kanan kiri mencari seseorang .
Sarah dan Rano kok gak kelihatan sih. Apa jangan jangan mereka gak turun makan malam.
"Putri. Panggil seseorang di arah ruang tamu.
"Iya Ma. Berjalan ke arah ruang tamu dan jantung nya berdebar kencang. Jangan jangan di sana ada Tuan Monster juga.
"Perkenalkan sayang ini Nyonya Lina dan Tuan Bayu. Ucap Nia melirik Putri.
"Putri." Salaman dengan Lina dan Bayu.
"Wah cantik sekali anak kamu Nia, beda banget sama yang di foto." Ucap Lina sambil tersenyum." Ini Anak Tante. Menunjuk kearah Selly.
"Hallo kak. Aku Selly." Bersalaman sambil tersenyum.
Jantung Putri terasa sesak. Sementara Sarah dan Rano belum kelihatan.
Sarah dan Rano kemana sih. Aku jadi takut begini ya dan tuan monster. Apa dia nggak ikut kesini ya.
Terdengar suara langkah kaki dari anak tangga.
"Sarah Rano." Ucap Arman melihat arah tangga.
" Iya Pa." Serentak.
"Anak anak kalian sudah sebesar ini ya." Ucap Bayu tersenyum.
"Malam tante, malam Om." Serentak.
Sementara Lina masih tersenyum menatap Putri yang mengekspresikan muka nya malu malu.
"Kalian lama banget turun nya." Bisik Putri.
"Maaf kak, tadi nungguin kak Rano mantau Cctv-nya. Ucap Sarah berbisik." Tenang kak, tuan Arga gak datang.
"Alhamdulillah." Ucap Putri senang.
Lina yang dari tadi memperhatikan Putri tidak menyimak perbincangan Arman dan Bayu.
"Putri, tante boleh tanya gak ?"
"I..iya nyonya." Jawab Putri Gugup.
"Jangan panggil nyonya, panggil saja tante Lina.!" Menegaskan sambil mengelus kepala Putri.
Tubuh Putri seketika dingin. "Iya tante.
"Kamu sudah punya pacar." Tanya Lina yang menghentikan Arman dan Bayu yang lagi asik berbincang.
"Beeee belum tante." Jawab Putri putus putus. Kenapa tante Lina nanyain soal pacaran sih.
Selly dan Sarah sedang mengobrol masalah dosen yang ganteng di kampus nya. Ya mereka memang satu kampus hanya saja beda jurusan. Sementara Rano asik dengan ponsel nya.
__ADS_1
"Ayo kita makan malam dulu.Ajak Nia.
Mereka berjalan ke ruang makan. Sementara Lina tidak berhenti memandang Putri sambil tersenyum.
Putri, kamu telah membuat tante jatuh hati dengan mu Nak , aku harus menjodohkan Arga dengan Putri.
Tante Lina kenapa melihat kak Putri seperti itu sih. Apa tante Lina suka sama kak Putri. jangan jangan kedatangan keluarga Atmaja untuk menjodohkan kak Putri dengan Tuan Arga. Batin Rano.
Mereka pun makan malam bersama. Putri yang duduk di samping Lina merasa canggung dan gugup. Sementara yang lain nya asik dengan makan nya.
"Besok besok kalian lagi yang makan malam di rumah kami." Ucap Bayu.
"Siaaap Bay. Ayo habis kan makanan nya." Kata Arman. Dari pertama Putri turun ke bawah Lina terus memandang Putri. Apa Lina menyukai Putri. Apa aku suruh saja Putri untuk deketin Tuan Arga. Guman Arman sesekali melihat Lina yang memperhatikan Putri.
Putri sudah menyelesaikan makan nya.
"Put, sudah selesai makan nya." Ucap Lina yang memperhatikan Putri.
" Iya tante. Putri sudah kenyang." Jawab Putri.
Kenapa tante Lina perhatiin aku dari tadi ya. Apa ada yang aneh di muka ku. Melirik Sarah seakan memberi isyarat untuk segera keluar dari zona tidak nyaman ini.
Yang lain nya sudah menyelesai kan makan malam nya.
"Ayo kita duduk di ruang tamu." Ajak Arman.
"Ayo Man." Jawab Bayu.
Lina dan Nia berjalan di belakang Bayu dan Arman. Sementara Sarah dan Selly Keluar untuk ke taman. Dan Rano masih sibuk dengan ponselnya.
"Sar, kalian mau kemana." Ucap Putri.
"Iya kakak ikut kalian aja." Ucap Putri yang mengikuti Sarah dan Selly dari belakang. Dari pada aku di ruang tamu, mendingan ikut mereka aja.
"Selly tuan Arga gak ikut." Tanya Sarah penasaran .
"Hemmsss. Kak Arga gak pernah mau ikut dengan kita. Dia selalu sibuk dengan urusan nya. Apa lagi kalau hanya untuk makan malam." Kata Selly.
"Oohhh. Apa tuan Arga punya pacar." Tanya Sarah.
Mana mungkin monster itu punya pacar. Cewek cewek aja pasti takut deketin dia. Batin Putri Senyum licik.
"Ada. Tapi Mama sama Papa tidak suka dengan Kak Clara." Jawab Selly.
Hugs.hugs.hugs
"Kak. Kak Putri gak apa apa." Tanya Sarah dan Selly serentak .
"Gak. Kakak gpp kok." Jawab Putri.
"Beneran gak apa apa kak," tanya Sarah cemas.
"Enggak, kakak ngak apa apa." Jawab Putri meyakinkan.
"Terus Sel, kenapa mama sama papa kamu tidak menyukai pacar tuan Arga." Tanya Sarah penasaran.
__ADS_1
"Ya begitulah, kakak Clara berkhianat, dia selalu jalan berduaan dengan laki laki lain , saat kak Arga sedang bekerja." Kata Selly menjelaskan.
"Terus kalian tidak memberi tahuan tuab Arga, tanya Putri.
" Tidak." Jawab Selly menggeleng kepala.
" Kenapa ?" tanya Putri bingung.
" Menurut mama, kak Arga harus mengetahuinya sendiri," jawab Selly.
"Ayo kita liat liat taman yang ada di situ," ucap Sarah mengalih pembicaraan.
...Di ruang tamu...
"Lin. Aku perhatiin dari tadi kamu liatin Putri sampai segitu nya." Tanya Nia.
"Putri punya pacar gak Nia."Tanya balik Lina.
"Kurang tau juga sih. Kayak nya gak ad."Jawab Nia.
Rano yang duduk di ruang tamu pun beranjak dari kursi nya. "Rano pamit ke kamar dulu ya Tante Om masih ada urusan kantor yang belum selesai." Ucap Rano meninggal kan ruang tamu.
"Gimana Nia kalau kita jodohin Arga dengan Putri." Ucap Lina yang menggengam tangan Nia.
"Kalau masalah itu aku gak bisa ikut campur Lin. Soal nya Mereka yang ngejalanin." Ucap Nia tersenyum.
"Iya, kita coba ajak mereka ketemuan dulu." Rayu Lina.
"Iya. Aku gak janji ya." Kata Nia.
"Ma sudah ngobrol nya sama Nia." Tanya Bayu melihat alroji tangan nya.
" Sudah Pa. Ayo kita pulang." Ajak Lina.
"Nia aku pulang dulu ya. Makasih atas jamuan makan malam nya." Cepika cepiki. "Tuan Arman kita pulang dulu ya." Ucap Lina Berjabat tangan.
Sementara Putri, Sarah dan Selly sudah di teras depan.
"Ma kita mau pulang ya." Kata Selly sedih.
"Iya. Putri, Sarah tante pamit pulang dulu ya." Kata Lina yang tersenyum melihat Putri.
"Iya tante." Serentak Putri dan Sarah.
Keluarga Atmaja sudah masuk ke dalam mobil dan melambaikan tangan nya. Sementra Putri dan Sarah masih berdiri di teras.
"Ayo kak kita masuk." Ajak Sarah.
"Ayo." Putri berjalan di belakang Sarah.
Nia dan Arman masih duduk di ruang tamu.
"Pa Ma, Putri ke kamar dulu ya." Ucap Putri.
"Iya." Jawab Nia.
__ADS_1
"Putri tunggu dulu. Papa mau bicara." Panggil Arman.
Putri pun menghentikan langkah nya. Sementara Sarah sudah berada di anak tangga dan meninggal kan Putri yang masih di lantai bawah.