MENIKAH DENGAN PILIHAN AYAH TIRIKU

MENIKAH DENGAN PILIHAN AYAH TIRIKU
kesakitan


__ADS_3

Putri melangkah mundur menjauh dari Arga. Arga semakin mendekati Putri dengan sorot mata yang sangat tajam. Arga menginjak gaun pengantin Putri, sehingga Putri terjatuh dan terduduk di lantai.


"Aw." Gerutu Putri kesakitan.


Arga yang melihat Putri kesakitan tersenyum licik, dan Arga mencoba mengulur tangan nya untuk membantu Putri. Putri menerima uluran tangan Arga. Putri yang belum berdiri stabil, Arga melepaskan tangan nya dan membuat Putri jatuh kembali.


"Aww." Putri memegang kaki nya yang kesakitan.


Arga kembali tersenyum licik. "Ini baru awal. Kau akan menjerit kesakitan setiap harinya." Arga memegang dengan keras dagu Putri dan melepaskan nya.


Putri menangis kesakitan.


"Jangan menangis di hadapan ku ! akan ku buat kau lebih menderita dari ini." Ucap Arga menggenggam keras lengan tangan Putri.


Putri bangun dari duduknya. Walau pun kakinya sangat sakit, ia tetap menahan nya untuk tetap berdiri.


"Dan kau harus ingat perjanjian kita !! aku tidak mau kau membuat masalah !" ucap Arga melirik sinis Putri.


"I..iiya tu..an." Kata Putri gugup.


"Bersihkan badan mu ! aku sangat jijik mencium bau badan mu !" kata Arga menaikan volume suara nya.


"Babaik tuan." Jawab Putri terpatah patah. Karena kesakitan Putri melangkah kan kaki nya secara perlahan ke kamar mandi.


Sambil menunggu Putri membersihkan badan, Arga rebahan di sofa.

__ADS_1


Dret dret . Ponsel Arga bergetar. Arga menggeser layar ponsel nya, ternyata Bram yang menelpon nya.


Arga mengangkat telpon nya.


"Ya ada apa.


"Cari tau siapa laki laki itu. Beri dia pelajaran dan kau harus pertemukan aku dengan mereka berdua." Arga mematikan telpon.


Berani sekali kau bermain dengan ku !.


Cekrek. Putri membuka pintu kamar mandi.


Belum sempat Putri melangkah kaki nya keluar kamar mandi, Arga melirik sinis Putri. "Kenapa kau mandi nya lama sekali. Apa kau sengaja menyuruh ku menunggu." Arga menaikan volume suaranya.


"Aku tidak butuh penjelasan mu ! Ayo turun ke bawah dan bersikap manis lah di hadapan orang tua ku. Aku tidak mau kalau orang tua ku sampai curiga." Arga menarik tangan Putri dengan keras.


"Sa.


"Jangan banyak bicara ! Potong Arga.


Putri diam tidak berani bicara lagi. Ia hanya mengikuti langkah kaki Arga yang begitu cepat.


"Ingat ya ! di depan orang tua ku, kau harus bersikap manis. Jangan sampai mereka curiga. Apa lagi kalau mama tau. Awas saja nanti kalau mama sampai tau ! kau paham."


Putri tidak menggubris ucapan Arga, ia hanya mengangkuk.

__ADS_1


"Apa kau tidak dengar aku bicara !" Arga menghentikan langkah kaki nya.


"Tatadi tuan bilang jangan banyak bicara." Putri menunduk ketakutan.


"Jadi kau menyalahkan aku !" meremas kuat lengan tangan Putri.


"Ma.maaf tuan. Bukan begitu." Putri menahan kesakitan. Aku tidak boleh menangis di depan tuan Arga.


"Cepat turun ! dan bersikap baik lah di depan keluarga ku !.


"Iya tuan." Putri mengangguk.


Kita liat saja, sampai di mana kau bertahan." Arga tersenyum licik.


Di anak tangga lantai dasar. Arga menggandeng tangan Putri dengan penuh cinta. "Tersenyumlah ! jangan buat orang tua ku curiga." Geram Arga meremas tangan Putri.


"Iya tuan." Putri tersenyum menahan kesakitan.


"Arga Putri." Panggil Lina di meja makan. "Sayang, makan malam nya sudah siap." Kata Lina tersenyum.


"Iya ma ?" Arga menggandeng Putri sampai di meja makan.


"Kakak ipar. Kalian mesra banget, cocok lagi ?" Saut Selly memperhatikan Putri dan Arga.


Putri hanya tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2