
Hari minggu, hari yang di tunggu tunggu oleh keluarga Atmaja dan keluarga Hermawan. Namun tidak dengan Putri. Raut wajan nya nampak sangat jelas, kalau ia tidak menginginkan pernikahan ini.
"Kakak ipar cantik banget." Bianka mengoles blass on di muka Putri.
"Makasih Bi." Putri tersenyum walaupun terpaksa.
Cekrek. Sarah Selly membuka pintu dan masuk ke ruang ganti.
"Subhanallah kakak cantik banget. Sampai sampai Sarah nggak kenal kakak lagi." Sarah mengelilingi Putri.
"Iya ni Sar, Selly juga sampai nggak kenal kak Putri lagi. Kak Bianka memang jago pokok nya." Saut Selly tertawa. "Ayo kak. Penghulu nya sudah datang. Kak Arga sama yang lain nya lagi nungguin kakak juga." Ucap Selly.
Sarah, Selly dan Bianka mengantar Putri ke ruangan akad. Di mana yang hadir hanya keluarga Atmaja dan keluarga Hermawan. Pernikahan CEO ternama di kota ini yang di buat sesederhana mungkin dan tidak ada media yang mengetahui.
Nia dan Arman menghampiri Putri yang baru keluar dari ruang ganti.
"Nak kamu cantik sekali." Nia memeluk Putri. "Maafin mama ya sayang." Nia berbisik.
"Ayo ma. Keluarga Atmaja sudah menunggu." Saut Arman. "Tersenyum. Jangan buat papa malu " bisik Arman di telinga Putri.
Putri tersenyum manis, walaupun itu senyuman paksaan.
Nia dan Arman mendamping Putri berjalan menuju meja akad. Lina dan Budi menyambut Putri sangat baik.
Jantung Putri berdebar kencang melihat Arga yang menatap nya dengan sinis dan penuh bencian. Walau rasa takut yang Putri rasakan, Putri tetap duduk di samping Arga.
"Arga Atmaja bin Budi Atmaja. Apakah anda menikah dengan Putri Amelia tanpa paksaan ?" tanya penghulu.
"Iya." Arga mengangguk.
"Putri Amelia binti Anton Wijaya (alm ). Apakah anda bersediah menikah dengan Arga Atmaja tanpa paksaan ?" tanya penghulu.
Putri diam dan melirik Arman. Hampir 5 menit Putri diam. "Iya, saya menikah tanpa paksaan dari siapa pun." Jawab Putri gemetaran.
Penghulu mengucapkan ijab kabul dan di jawab oleh Arga. Kata kata Sah terdengar dari beberapa orang. Arga memakai cincin pernikahan nya di tangan Putri dan mencium keningnya. Sama dengan hal yang di lalukan Putri, memakai cincin pernikahan nya di jari manis Arga dan mencium tangan Arga.
"Jangan bermimpi kau akan bahagia !" Bisik Arga.
Dengan sekuat hati Putri menahan agar air mata nya tidak turun. Kenapa tuan Arga sangat membenci ku. Apa salah ku.
__ADS_1
"Ma Pa. Akad nya sudah selesai kan. Arga pulang duluan." Arga meninggalkan Lina dan Budi.
"Arga. Istri mu nggak di ajak pulang." Kata Lina.
"Pulang sama kalian saja." Kata Arga.
"Putri, maafin Arga ya Nak ?" Lina mengusap punggung Putri.
"Iya nggak apa apa kok tante." Kata Putri tersenyum, walaupun hati nya tersayat ia tetap tersenyum.
"Kamu pulang nya sama mama aja ya." Ujar Lina.
"Iya tante." Putri mengangguk.
Putri menghampiri Nia dan Arman yang sedang berbincang dengan Budi. Sementara Sarah Selly dan Bianka berada di ruang ganti.
"Ma Pa, Putri pulang nya ke rumah tante Lina dan om Budi ya." Ucap Putri.
"Iya Nak ?" Peluk Nia. "Baru sebentar kamu tinggal dengan mama sekarang kamu sudah menikah dan tinggal dengan suami mu." Nia melepas peluk kan nya.
"Rano ?" Putri memeluk Rano dengan tangisan.
"Sarah mana ?" tanya Putri.
"Iya kak, Sarah di sini ." Sarah Selly dan Bianka berjalan mendekati mereka.
"Sarah. Kakak pergi dulu ya." Putri memeluk Sarah.
"Iya kak. Kakak kalau ada apa apa telpon Sarah aja ya." Sarah melepas peluk kan Putri.
"Iya Adik kakak yang paling cantik " Putri mencubit pipi Sarah.
"Ayo Put, kita pulang." Kata Lina.
"Iya tante. Kakak duluan ya ." Putri melambai tangan.
"Iya kak " serempak Sarah Rano.
Putri menaiki mobil Lina dan Budi, sementara Selly menaiki mobil Bianka dan Arga sudah berada di rumah.
__ADS_1
Setelah ke pergi an keluarga Atmaja, keluarga Hermawan juga pulang.
***
... Di kediaman Atmaja...
"Putri mama antar kamu ke kamar kamu ya." Ucap Lina tersenyum.
"Iya ma ?" Putri mengangguk.
"Ma, Papa ke kamar dulu ya." Kata Budi meninggalkan Lina dan Putri.
***
Putri Lina sudah berada di depan kamar Arga.
"Arga. Arga." Panggil Lina mengetuk pintu.
Cekrek. Bram membuka pintu.
"Nyonya besar, nona muda, tuan Arga lagi mandi." Bram memundukkan kepala.
"Bram. Apa kamu masih mau tetap di sini." Lina memberi kode.
"Bram siapa !" terdengar suara Arga keluar dari kamar mandi.
"Nyonya dan nona muda tuan." Kata Bram.
"Kau boleh keluar." Perintah Arga.
"Arga mama turun ke bawah dulu ya. Putri kamu jangan sungkan sungkan, anggap saja ini rumah mu." Ucap Lina memegang bahu Putri.
"Iya Ma." Ucap Putri tersenyum.
Lina keluar dan menutup pintu.
Putri yang masih berdiri di depan sofa dan masih menggunakan gaun pengantinnya. Sedangkan Arga yang baru keluar dari ruang ganti segera mengunci pintu kamar nya.
Arga menepuk tangan. "Luar biasa. Kau gadis yang sangat berani !" Arga melangkah mendekati Putri.
__ADS_1