
Zia yang sudah sampai di depan kantor pun menunggu Putri, Zia duduk di kursi yang berada tidak jauh dari kantor, Zia yang lagi fokus memainkan ponsel nya tidak sadar kalau di depan nya anak seorang laki laki yang dari tadi memperhatikan nya.
Nama nya Andrian, Andrian adalah salah satu karyawan Bahagia Group, sikap dan tutur lembut Andrian kepada semua wanita yang membuat nya banyak di sukai wanita wanita di perusahaan nya.
"Ehemm, gedam Andrian yang berada di samping Zia
Zia yang kaget mendengar gedaman seseoarang pun mengangkat kepala nya, dan melihat ke arah yang ia dengar tadi.
"Boleh saya duduk," kata Andrian.
"Silahkan,"ucap Zia mempersilahkan.
Tidak ada percakapan di antar mereka, Zia yang lagi asyik dengan ponsel nya sambil menunggu Putri.
"Karyawan baru ya," tanya Andrian membuka percakapan.
"Iya tuan," balas Zia singkat.
"Kenapa tidak langsung masuk saja," tanya Andrian.
"Lagi nungguin teman," jawab Zia.
Mendengar jawaban Zia yang lagi menunggu seseorang, Andrian yang duduk di samping Zia melihat kanan kiri.
"Teman nya belum datang," tanya Andrian.
"Belum," balas Zia singkat.
"Zia," terdengar suara dari sebrang jalan memanggil Zia , Zia yang melihat dari kejauhan pun beranjak dari duduk nya dan berjalan menghampiri Putri.
"Siapa itu," tanya Putri penasaran.
"Gak tau," jawab Zia menaikan bahu nya.
Andrian yang mendengar obrolan Putri dan Zia beranjak dari duduk nya, dan menghampiri mereka.
"Maaf, aku nguping tadi, kenalkan aku Andrian Pratama," kata Andrian mengulurkan tangan nya ke arah Putri.
Zia yang hampir 10 menit duduk di samping Andrian tidak ada perkenalan di antara mereka.
" Putri," balas Putri tersenyum.
Andrian yang menatap Putri dengan tatapan lembut, lupa melepaskan jabatan tangan Putri, Zia yang melihat kedua nya hanya tersenyum
" Ehemm," gedam Zia.
Putri yang mendengar kode Zia langsung melepas paksa jabatan tangan nya, Andrian hanya tersenyum melihat Putri.
Andrian mengulurkan tangan nya ke arah Zia, tapi dengan tatapan yang berbeda.
"Zia," ucap Zia salaman dengan Andrian
Putri melihat alroji di tangan nya.
__ADS_1
"Zia, sudah hampir jam 8, ayo kita masuk ke dalam," ajak Putri meninggal kan Andrian sendirian.
"Hampir saja kita telat," ucap Zia.
Andrian masih berdiri di tempat nya, dan tersenyum kecil melihat ke arah Putri dan Zia yang sudah jauh meninggal kan nya.
"Ada apa dengan ku, kenapa jantung ku jadi berdebar seperti ini," gerutu Andrian berjalan ke arah kantor.
Sebelum memulai pekerjaan, para staf OB breafing dulu, breafing yang di arahkan oleh Rudi, semua staf OB sudah menggunakan baju seragam yang sudah di siapkan oleh perusahaan.
...Di kediaman Arga...
Arga tidak tinggal serumah dengan keluarga nya semenjak Arga menggantikan posisi Budi sebagai CEO di perusahaan milik keluarga nya.
Di rumah Arga hanya tinggal dengan para pelayan dan pengawal pribadi nya, sementara keluarga Arga memilih tinggal di rumah peninggalan oma dan opa Arga, rumah nya tidak jauh dari rumah Arga , sehingga mama papa Arga bisa berkunjung satu minggu sekali.
Rodiah adalah salah satu pelayan terlama di rumah Arga, dan dia juga menjadi kepala pelayan rumah Arga.
"Tuan tuan tuan muda," panggil Rodiah mengetuk pintu.
Arga yang berada di kamar mandi tidak mendengarkan ketukkan pintu nya.
Mungkin tuan muda masih mandi , gerutu Rodiah meninggalkan kamar Arga dan berjalan menuruni anak tangga.
Rodiah menyiapkan sarapan untuk Arga, tidak lama kemudian Arga turun ke lantai bawah, seperti biasanya raut wajah Arga yang dingin dan tidak pernah tersenyum dengan para pelayan nya.
"Pagi tuan muda," sapa Meri pelayan kebersihan.
Meri yang tahu kalau sapaan nya tidak akan pernah di jawab oleh Arga, jadi menurut mereka sudah hal biasa kalau Arga bersikap dingin dengan para pelayan nya.
"Diah !!" teriak Arga dari ruang makan.
"Iya tuan muda," jawab Rodiah dari dapur dan berlari kecil ke arah suara Arga.
"Buatkan aku kopi." Kata Arga perintah, Arga tau kalau Rodiah sudah membuatkan nya susu.
"Baik tuan muda," ucap Rodiah yang membawa segelas susu yang sudah di buatkan nya ke dapur.
Dreett drett drett , ponsel Arga bergetar karena di silent Arga.
Arga mengambil ponsel nya di saku jas, dan melihat layar ponsel nya, ada nama Jessinia di layar ponsel nya.
Telpon terhubung.
Jessinia ( di tempat lain ): Hallo tu." belum selesai bicara nya sudah di potong Arga.
Arga : Hemm."
Jessinia ( di tempat lain ): Tuan, ada berkas yang perlu di tanda tangan."
Arga : Letakkan di meja ku
Jessinia ( di tempat lain ) : Ba.
__ADS_1
Telpon terputus.
...Di perusahaan Bahagia Group...
"Tuan Arga selalu memutuskan telpon secara sepihak, padahal selesai juga belum bicara nya," gerutu Jessinia kesal.
Hari pertama kerja Putri sangat sibuk membuat kan kopi teh dan susu, karena tugas Putri yang di berikan Rudi hanya membuat minuman dan mengantarkan nya.
"Put tolong kamu bawakan susu keruangan sekretaris dan kopi keruangan manager," ucap Rudi perintah.
"Baik pak,"jawab Putri membawa baki yang sudah ada kopi dan susu.
Saat Putri berjalan ke ruangan sekretaris dan manager, Putri melalui ruang staf karyawan lain nya.
"Liat Mel," tunjuk Andini ke arah Putri.
"Lihat saja kamu cewek kampungan !! bakalan tidak betah kamu kerja di sini." Ucap Melisa sinis.
Putri yang dari kejauhan melihat mata sinis Melisa dan Andini mengabaikan nya dan tetap bersikap ramah dengan mereka.
"Pagi mbak," sapa Putri ramah.
Melisa dan Andini tidak menjawab sapaan Putri, Putri pun tetap tersenyum berjalan ke arah ruangan sekretaris walaupun ia tahu kalau Melisa dan Andini tidak menyukai nya.
...Di kediaman Arga...
"Ini tuan muda kopi nya," ucap Rodiah meletakkan kopi di atas meja.
"Hem," gemam Arga.
Rodiah pun meninggalkan Arga sendirian di meja makan, dan kembali ke dapur melanjutkan pekerjaan yang tertunda, akibat panggilan Arga.
Arga mengambil ponsel nya dan menelpon Bram.
Tutu tut tut, telpon terhubung.
Bram ( di tempat lain ) :. Hallo tuan.
Arga : Siapkan mobil.
Bram ( di tempat lain ) : Baik tuan.
Telpon terputus.
Arga segera menghabiskan kopinya dan segera berangkat ke kantor.
...Di Kampus Sarah...
Sarah yang tidak fokus presentasi , akibat khawatir dengan Putri.
Gimana dengan kerja kak Putri hari ini, apa dia bertemu dengan tuan Arga dan sekretaris nya, apa kak Putri ketakutan di sana, gak gak gak kak Putri tidak selemah yang ku bayangkan kok, dia pasti bisa melewati nya," batin Sarah cemas.
...Di Kediaman Arga...
__ADS_1
Bram sudah memanas kan mobil , sedangkan Arga sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, Arga yang selalu di ikuti para pengawal kemana pun di pergi.