
Putri dan Arga makan malam bersama dengan keluarga Atmaja. Arga yang bersikap manis di depan orang tua nya yang membuat Putri risih dan harus pura pura bahagia. Sehabis makan malam, Putri dan Arga kembali ke kamar nya.
"Kau mau apa !" ujar Arga melihat Putri yang akan tiduran di tempat tidur.
"A..aku mau istirahat tuan." Jawab Putri gemetaran.
"Enak aja ! kau pikir aku sudi tidur dengan mu eh !" Arga menarik tangan Putri sehingga Putri terduduk di sofa.
"Mamaaf tuuan !"
"Maaf ! kau bilang maaf ! berapa uang yang kau terima dari keluarga ku ! aku kira kau wanita pemberani, ternyata." Arga tertawa. "Aku lupa ? kau kan sudah menjadi istri ku." Arga semakin mendekati Putri. Muka Arga dan muka Putri hanya berjarak 10 cm.
Putri menutup mata nya karena ketakutan. Apa yang akan di lakukan tuan Arga. Putri menahan napas.
"Kenapa kau menutup mata ! kau kira aku akan mencium mu !" Arga menjauh dari Putri.
Dret. Dret. Ponsel Arga bergetar.
Arga mengambil ponsel nya di saku celana nya. Ada nama Clara muncul di layar ponsel Arga.
Telpon terhubung.
"Berapa lama."
"Dua minggu. Ya sudah, pergi lah.
"Bay." Arga menutup telpon nya.
Arga mengirim pesan ke Bram.
Awasi Clara yang akan pergi ke luar kota. Pesan terkirim
Arga menaruh ponsel nya di meja hias.
__ADS_1
"Ini bantal dan selimut mu." Arga melempar ke arah Putri.
"Makasih tuan." Kata Putri menerima lemparan bantal dan selimut.
"Matikan lampu nya !" Perintah Arga.
Putri mematikan semua lampu kamar, kecuali lampu tidur. Putri melihat Arga yang sudah terlelap tidur segera melakukan Sholat isya. Putri melakukan Sholat di ruang ganti.
Arga yang belum terlalu nyenyak tidur bangun, melihat Putri tidak ada di sofa, Arga mencari nya. Arga melihat Putri sedang Sholat di ruang ganti.
Ya Allah, kuat kan hamba. Hamba tau ini ujian yang bisa hamba lewati. Semoga hamba bisa se sabar para istri nabi. Hamba tau, engkau maha membolak balik hati manusia. Aamiin. Putri menangis di setiap doa nya.
Arga yang melihat Putri hampir selesai Sholat segera kembali ke tempat tidur nya.
Putri yang sudah rebahan di sofa. Ada rasa takut yang ia rasakan. Bagaimana kalau aku tertidur nyenyak, terus tuan Arga menyakiti ku, atau akan memukul ku. Putri gelisah dan masih terjaga dari tidurnya. Sedangkan Arga sudah tertidur nyenyak. Hampir jam 11 malam, Putri belum juga tidur. Putri mencoba memejamkan mata nya, hampir 2 jam Putri pun tertidur.
***
"Nona muda ? apa yang nona lakukan." Kata Mira berada di belakang Putri.
"Eh bi Mira ? bi, ada tomat gak ?" tanya Putri.
"Ada non, nona muda mau ngapain, biar bibi aja yang masak, kalau tuan muda tau nona yang masak, kita kita bakalan kena marah sama tuan muda non." Mira menjelaskan.
"Nggak apa apa kok bi ? bibi tenang saja." Putri terus menggoreng nasi. Selesai menyiapkan sarapan, Putri kembali ke kamar nya. Sudah jam 7 pagi, emang nya dia nggak kerja apa. Iya aku lupa, dia kan bos nya. Putri membuka gorden jendela.
Arga yang merasa cahaya matahari masuk ke kamar nya, langsung membuka mata secara perlahan.
"Apa kau tidak liat aku masih tidur !" ucapan Arga mengagetkan Putri.
"Mamaaf tuan."
"Maaf ! kau pikir dengan kata kata maaf aku memaafkan mu !"
__ADS_1
Putri kembali menutup gorden jendela.
Arga melihat di meja hias, tidak ada susu atau kopi. " Apa kau tidak tau tugas seorang istri itu apa !" Arga menaikan volume suara nya.
Putri diam dan menunduk, tidak men jawab ocehan Arga.
Dret Dret. Ponsel Arga bergetar.
Arga mengambil ponselnya di meja hias. Nama Jessinia yang muncul di layar ponsel Arga.
Arga mengangkat telpon nya.
Telpon terhubung.
"Baik, siap kan berkas nya. Sebentar lagi aku ke sana." Arga mematikan telpon nya
"Cepat buatkan aku kopi !" Arga beranjak dari tempat tidur dan melangkah kaki nya ke kamar mandi.
Sementara Putri segera turun ke bawah, membuatkan kopi untuk Arga.
Hampir 30 menit, Arga yang sudah rapi dengan jas biru dongker nya segera turun ke bawah.
"Ini tuan kopi nya !"
"Panggil aku sayang ! kalau ada yang mendengar nya, kau akan dapat hukuman !" Bisik Arga.
Putri tersenyum manis, walaupun terpaksa. Putri mengambil nasi goreng yang ia buat tadi, dan memberikan kepada Arga.
Sehabis sarapan nasi goreng buatan Putri, Arga meminum kopi yang di buat oleh Putri.
Kopi ini, rasa nya tidak asing lagi. Arga menghabiskan kopi dan segera pergi ke kantor. Putri mengantar Arga sampai di depan teras. Tidak lupa Putri mencium punggung tangan Arga.
"Nanti sore kita pulang ke rumah ku. Siapkan semua barang barang mu." Ucap Arga meninggalkan Putri dan masuk ke dalam mobil.
__ADS_1