MENIKAH DENGAN PILIHAN AYAH TIRIKU

MENIKAH DENGAN PILIHAN AYAH TIRIKU
Mama papa datang


__ADS_3

"Non. Nona. Nona muda." Panggil Ningsih mengelus minyak kayu putih di hidung Putri.


"Gimana mbak Ning ? Nona muda belum sadar juga. Gimana ini ? tuan muda belum datang lagi. Apa Diah telpon nyonya besar aja mbak ?".


"Iya, coba kamu telpon nyonya besar Diah. Mbak takut terjadi apa apa sama nona muda. Hampir 1 jam nona muda belum siuman." Balas Ningsih.


Rodiah keluar dari kamar Putri dan segera menelpon Lina.


Tidak lama kemudian, terdengar suara mobil Arga masuk ke pekarangan rumah. Arga yang sudah memparkirkan mobil di tempat parkir, segera turun dan masuk ke dalam rumah.


Lilis yang mengetahui kedatangan Arga, segera turun dan mendatangi Arga.


"Ada apa dengan nona muda ! kenapa lagi dia bisa pingsan ! nyusahin orang saja !" Arga melangkah menaiki anak tangga.


Lilis yang mendengar ocehan Arga diam, dan mengikuti Arga dari belakang.


"Tuan. Nona muda belum sadar juga. Sudah hampir satu jam nona belum siuman." Jelas Ningsih.


"Lis ! telpon Dokter Virli. Suruh dia datang segera !" Perintah Arga.


"Baik tuan." Lilis keluar dari kamar Putri dan segera menelpon Dokter Virli.


Tidak lama Arga datang. Lina dan Budi pun sampai di rumah kediaman Arga.


"Sayang. Putri kenapa ?" Lina masuk ke kamar Putri dan duduk di samping Putri.


"Arga juga nggak tau ma. Tadi Arga keluar ketemuan sama Klaen terus Lilis nelpon kalau Putri pingsang." Jelas Arga berbohong. Nyusahin orang saja !.


"Bi, udah telpon dokter Virli belum. Pa ? apa kita bawa Putri ke rumah sakit saja. Gimana kalau Putri kenapa napa, mama harus bilang apa sama Nia dan Arman." Lina terlihat cemas. "Put. Putri ?" panggil Lina mengusap rambut Putri. "Arga ! apa Putri tidur di kamar ini." Lina memperhatikan isi kamar Putri.


****** gue ! jangan sampai mama papa curiga kalau Putri tidak tidur sekamar dengan ku.


"Arga." Panggil Lina mengagetkan lamuna Arga.


"Iya ma ? Putri nggak mau tidur di kamar Arga jadi kita tidur di sini." Jawab Arga berbohong.


"Nggak ada yang kamu tutup tutupin kan dari mama." Lina melihat tajam Arga.


Tidak lama kemudian Virli datang dan di ikuti oleh Lilis.


"Om tante. Siapa yang sakit ?" tanya Virli yang tidak mengetahui kalau Arga sudah menikah.

__ADS_1


"Putri Vir." Jawab Lina menunjuk ke arah Putri.


"Putri ? siapa gadis ini tante ?" tanya Virli bingung.


"Istri nya Arga Vir. Maafin tante ya, nggak bilang kamu kalau Arga sudah menikah." Jelas Lina.


"Kak. Loh mah nggak asik. Nikah nggak bilang bilang gue." Virli berjalan mendekati Putri yang sedang pingsan dan mengecek kondisi nya.


Aku harus bersikap perhatian sama wanita ini, supaya mama papa nggak curiga. "Istri gue nggak apa apa kan !" tanya Arga.


"Nggak apa apa. Kakak ipar hanya sedikit kecapean dan kurang istirahat. Bi Ning. Kakak ipar telat makan ya ?" tanya Virli.


"Nona muda seharian ini nggak ada keluar kamar tuan Virli. Nona muda hanya sarapan pagi tadi, itu pun kalau nggak salah hanya makan roti." Jelas Ningsih.


"Gimana kakak ipar nggak pingsan. Seharian nggak makan ?" kata Virli mengemas peralatan nya. "Bentar lagi dia siuman kok. Ini vitamin nya. Jangan lupa suruh dia minum." Virli memberi vitamin ketangan Arga.


"Ya makasih !" balas Arga dingin.


"Apa lho yang nyiksa Putri." Bisik Virli di samping Arga.


Arga melirik Virli sinis.


Lina dan Budi pun keluar dari kamar Putri, di ikuti Virli dan Ningsih.


Dengan berat hati Arga terpaksa tidur satu kamar dengan Putri, walaupun terpakasa.


Kau sangat menyusah kan ku ! Arga duduk di sofa dan memijat kening nya yang nggak sakit.


Arga pun menggantikan pakaian nya dan tidur di samping Putri. Lina dan Budi tidur di kamar mereka yang memang sudah ada sejak dulu, sementara Virli tidur di kamar tamu.


****


Tidak lama kemudian Arga tertidur pulas di samping Putri. Putri yamg merasa tubuh nya di timpa beban bangun secara perlahan dan memijat kening nya yang sangat pusing.


"Kepala ku sangat sakit." Ucap Putri lirih. Putri mencoba membalikan tubuhnya dan melihat benda apa yang menimpa kaki nya.


"Tuan !" Teriak Putri membangunkan Arga.


Arga yang mendengar Putri berteriak segera bangun dan menutup mulut Putri.


"Jangan teriak ******. Mama papa tidur di sini." Kata Arga membungkam mulut Putri.

__ADS_1


Putri mencoba berbicara, namun tertahan oleh tangan Arga.


"Kecilkan suara mu, aku akan melepasnya."


Putri mengangguk. "Tuan, kenapa tuan Arga tidur di kamar ku, terus kenapa kita bisa satu ranjang." Putri yang merasa semakin pusing dan mencoba menjatuhkan tubuhnya ke kasur namun Arga menahan nya.


"Ni makan dulu bubur nya. Kenapa kau tidak makan hah ! nyusahin saja !" Arga memberi semangkok bubur di tangan Putri. Putri pun menerima dan memakan nya. Setelah habis makan bubur Arga memberi obat ke tangan Putri. "Ini minum obat nya. Kenapa kau sangat senang sekali menyusahkan orang !".


Putri pun hanya diam dan menuruti perkataan Arga. "Makasih tuan." Kata Putri menunduk.


"Aku baik pada mu karena mama papa tidur di sini ya. Jangan berharap aku akan menyukai mu !" Arga menjatuhkan tubuhnya di kasur. Sedangkan Putri masih duduk di posisi yang sama.


"Cepat tidur ! jangan sampai mama papa khawatir lagi, kalau tau kau tak tidur semalaman !"


Putri pun mengikuti apa yang di ucapkan Arga. Mereka tidur berlawan arah.


***


Keesokan pagi nya, Putri yang sudah baik kan bangun lebih awal. Sementara Arga masih tidur dengan nyenyak.


Putri tidak membangunkan Arga, karena Putri tau kalau Arga semalaman tidur nya nggak nyenyak.


Apa aku mandi dulu saja ya, mumpung tuan Arga masih tidur. Putri pun segera mandi.


Arga yang merasa gerah dan bangun dari tidur nya. Arga melihat Putri sudah tidak berada di kamar lagi.


Dari pada nungguin Putri, mendingan aku mandi saja. Lagian mama papa masih ada di sini, nggak mungkin kan kalau aku nyuruh Putri nyiapin semua nya. Bisa berantakan kalau mama papa tau. Gerutu Arga beranjak dari tempat tidur nya dan berjalan ke arah kamar mandi.


Ceklek. Arga membuka pintu kamar mandi.


"Stop tuaaaaaaaaan !"


**Hay teman² semua nya.


Maafin aku ya, up nya lama. Sebenar nya aku mau up tiap hari, biar kalian nggak pda nungguin. Tapi apa daya aku kerja nya dari pagi sampe malam. Aku nulis novel hanya iseng² doang, kalau ngga ada kerjaan aku baru up.


Makasih kalian selalu dukung aku.🙏🙏


jangan lupa juga like comen dan vote nya ya ..


biar aku bisa semangat nulis nya**.

__ADS_1


__ADS_2