
Pagi itu, Sarah bangun lebih awal dari pada hari biasa biasanya. Putri pun yang sudah bangun dari subuh duduk balkon kamar nya.
"Sekarang hari minggu, seperti janji ku ke pada Sarah untuk mengajaknya berkunjung ke Panti." Gerutu Putri.
Sarah yang baru selesai olahraga di kamar nya, langsung keluar kamar dan berjalan ke kamar Putri.
Tok tok tok . Ketuk Sarah.
"Kak, kak Put." Panggil Sarah.
Putri yang mendengar ketukan pintu kamar nya, berlari kecil.
"Iya, sebentar." Ucap Putri membuka pintu. "Tumben sepagi ini sudah bangun ?" tanya Putri heran.
"Iya, kita kan mau jalan jalan." Kata Sarah masuk kamar.
"Habis dari mana, keringetan nya banyak." Tanya Putri.
"Olahraga dong kak, kakak langsung mandi aja, Sarah bangunin abang Rano dulu." Ucap Sarah.
"Kan baru jam setengah 6 Sar ?" ucap Putri.
"Ya gak apa apa, biar kita lebih lama jalan jalan nya." Kata Sarah meninggalkan Putri.
Putri tidak menjawab lagi, dia hanya tersenyum melihat tingkah Sarah.
Seperti biasa yang di lakukan Putri setiap pagi hanya membersihkan tubuhnya sendiri, untuk mencuci pakaian nya aja tidak diperbolehkan para pelayan di rumah ini.
Putri yang sudah selesai mandi, bersiap siap keluar kamar untuk sarapan pagi. Sarah dan Rano sudah berada di meja makan
Putri yang baru turun dari tangga memperhatikan meja makan yang hanya ada Sarah dan Rano.
"Kak, kita ke Panti dulu apa kemana dulu." Tanya Sarah.
"Ke panti dulu aja ya." Kata Putri menarik kursi makan.
"Habis ke Panti kita kemana lagi kak ?" tanya Rano.
"Ya jelas ke Mall lah." Ucap Sarah tertawa.
"Boleh juga nih ide kamu." Kata Rano melirik Sarah.
Mereka duduk di kursi masing masing dan mengambil makanan yang sudah di siapkan para pelayan.
"Mama Papa mana ?" tanya Putri.
"Gak tau." Jawab Sarah.
"Ayo makan." Ucap Rano.
"Kayak nya seru ni kalau kita pulang dari Panti langsung ke mall terus nonton." Ucap Sarah sambil mengunyah makanan.
"Gimana kalau mama sama papa marah, kalau mereka pulang kita gak di rumah ?" tanya Putri.
__ADS_1
"Gak bakalan marah kok, mereka aja gak pernah perduli sama kita, kita mau kemana aja mereka gak nanyain tuh." Ucap Rano sinis.
"Hemmm yasudah, kalau di marah kakak gak ikutan ya." Ucap Putri ketawa kecil.
Sarah dan Rano pun ikut tertawa
Mereka melanjutkan makan yang belum habis akibat terlalu banyak berbicara.
"Kakak sudah selesai makan,kakak ke kamar dulu, mau ngambil tas dulu ya." Kata Putri beranjak dari kursi nya.
"Iyak kak, Sarah juga sudah selesai makan nya, Sarah ke mobil dulu, kakak jangan lama." Ucap Sarah.
"Rano manasin mobil dulu ya." Kata Rano meninggalkan meja makan.
Sarah dan Rano sudah siap siap mereka sudah memanaskan mobil dan mereka sudah didalam mobil nungguin Putri, tidak lama kmudian Putri datang.
"Kak lama banget sih." Kata Sarah di dalam mobil.
"Wah kalian bersemangat sekali ya." Seru Putri.
"Iya dong kak, kapan lagi kita bisa kayak gini,, iya kan bang." Ucap Sarah melirik Rano.
"iya kak, pokok nya kita harus bersenang senang hari ini." Ujar Rano tertawa.
Mobil sudah berjalan meninggalkan rumah kelurga Hermawan. Di perjalanan Sarah sesekali melirik Putri yang tersenyum kecil.
"Kak, kita beli apa ya buat kuluarga kakak di Panti." Tanya Sarah.
"Terserah kalian aja Sar." Jawab Putri.
"Boleh." Jawab Putri tersenyum.
Mobil berhenti di Supermarket langganan Sarah dan Rano, Putri mengambil beberapa roti dan makanan lain nya, antrean kasir yang panjang menguras waktu lama, hampir 10 menit Putri menunggu antrean.
Braakkk. Plastik getengan yang di bawa oleh Putri jatuh berserakan, karena tabrakan dengan dua orang laki laki.
Dua orang laki laki tersebut adalah
Arga Atmaja CEO dari Perusahaan Bahagia Group dan Bram Pratama sekretaris sekaligus sopir pribadi Arga Atmaja.
"Aduhh." Ucap Putri kesakitan, dan langsung bangun dari duduk nya.
"Mamaaf tuan saya tidak sengaja." Ucap Putri lirih.
"Heyy nona sebaiknya anda kalau jalan harus pakai mata !" Ucap Bram tegas.
"Maaf tuuuuan." Kata Putri gemetar.
"Anda sudah mengotorkan jaz tuan muda, kalau jalan itu jangan menunduk, emang nya anda tidak punya mata.!" Ucap Bram semakin tegas.
"Maaf tuan saya kan sudah minta maaf tadi dengan anda, kenapa anda marah dan bilang saya harus jalan pakai mata." Saut Putri mulai kesal. "Jalan itu menggunakn kaki matanya untuk melihat." Sambung Putri nyolot.
"Ooh anda berani ya bicara lancang dengan tuan muda, apa harus saya patahkan kaki anda." Ucap Bram berjalan mendekati Putri.
__ADS_1
"Bram." Panggil Arga dengan memberi kode dari tangan nya.
Tanpa apa apa lagi, Bram pun menghentikan langkah kaki nya.
"Maafkn sasaya tutuan." Ucap Putri gugup.
"Hemm." Gemam Arga.
"Baik lah tutuaan saya permisi." Ucap Putri berlari meninggalkan Arga dan Bram.
Ganteng si ganteng tapi sombong, apa kebanyakan orang kaya sombong ya, apalagi laki laki di belakang nya itu kayak moster yang bertubuh manusia, ahhgg sudah lah jangan sampai aku bertemu lagi dengan moster moster itu.
Putri yang berjala tergesa gesa masuk mobil.
"Kak, kenapa." Tanya Sarah heran.
"Kakak bertemu dua moster bertubuh yang manusia mengerikan dan sombong." Ucap Putri kesal.
Sarah dan Rano tertawa mendengar ucap Putri.
"Mana ada kak Put di zaman sekarang ada moster yang bertubuh manusia." Kata Sarah mengambil botol air minum di samping nya. "Minum saja dulu kak biar tenang." Ucap Sarah memberi minuman ke Putri.
Jangan sampai saya bertemu mereka lagi!! dan anggap saja ini hanya mimpi saya bertemu moster kayak mereka !!!.
...DIMOBIL Arga...
"Apa tuan muda tidak apa apa, apa perlu saya mencari tahu tentang nonaitu tuan, apa nona itu tidak tahu siapa tuan muda." Ucap Bram.
"Bram cari tahu siapa gadis itu !" Ucap Arga perintah.
Nona nona anda mau bermain main dengan tuan Arga !! anda memang tidak tahu siapa tua Arga, menghilang lah dari kota ini nona, jika anda msih mau hidup. Bram tersenyum sinis. "Baik tuan muda . Jawab Bram.
Dreettt dreetttt. Ponsel Arga bergetar
Arga mengambil ponsel dari saku jaz nya, dan mengeser layar ponsel nya.
Niko nama yang tertulis di layar ponsel Arga, tetapi di abaikan Arga, dan Arga menaruh ponsel kembali di jas nya.
...Di mobil Putri...
Sarah yang melihat Putri yang masih kelihatan kesal mencoba menghibur nya.
"Kak, kita foto dulu yuk." Ucap Sarah mengambil ponsel di tas nya.
"Kakak gak mau Sar, lagi males." Kata Putri menolak.
"Kak coba liat." Ucap Sarah menunjukkan muka nya berubah karena aplikasi camera nya.
Putri tersenyum setelah melihat muka Sarah berubah menjadi beruang.
"Nah, gitu dong kan cakep kalau kakak ketawa." Ujar Sarah.
"Sarah Sarah, ada ada aja kamu ini." Saut Putri tersenyum.
__ADS_1
Sarah dan Putri pun asik berfoto, sementara
Rano yang memperhatikan dari cermin tengah pun tersenyum.