MENIKAH DENGAN PILIHAN AYAH TIRIKU

MENIKAH DENGAN PILIHAN AYAH TIRIKU
Ruang Kerja


__ADS_3

Putri yang sudah berhenti melangkah menoleh Nia dan Arman yang masih duduk di ruang tamu. Putri berjalan ke arah Nia dan Arman dengan menunduk kan muka nya.


"Put, ikut Papa ke ruang kerja. Mama juga ikut." Ucap Arman yang bangun dari tempat duduk nya. Sementara Nia dan Putri mengikuti Arman dari belakang.


Kenapa Papa menyuruh Putri ke ruangan nya ya. Apa papa akan. Lamunan Nia terhenti karena Putri menggandeng tangan Nia.


"Pa, ada apa Pa ? kenapa Papa nyuruh Mama sama Putri ke ruang kerja Papa.?" Tanya Nia sedikit penasaran.


"Tidak ada apa apa. Papa hanya ingin ngobrol dengan Putri." Ucap Arman datar.


Sesampai di depan pintu ruang kerja, Arman membuka hendel pintu. "Put masuk lah." Ucap Arman mempersilahkan Putri masuk.


"Iya Pa." Putri masuk dan berjalan di belakang Nia.


" Duduk lah." Kata Arman.


Putri pun duduk di sudut sofa. Seketika ekspresi muka Putri berubah menjadi pucat. Sementara Nia duduk di tengah tengah sofa.


"Ada apa Pa. Papa mau bicara apa ?" tanya Putri lembut.


"Papa mau kamu menikah dengan Arga pewaris keluarga Atmaja." Ucap Arman To The Point'.


"Maksud Papa apa." Tanya Nia bingung.


"Papa mau Putri menikah dengab putra pertama dari keluarga Atmaja." Tegas Arman.


"Tapi Pa. Putri tidak mengenal dia Pa." Kata Putri membantah.


"Pa, apa sebaiknya kita tidak perlu ikut campur masalah jodoh nya Putri." Kata Nia membujuk. Karena Nia tau kalau Arman sudah memberi keputusan tidak bisa di bantah.

__ADS_1


"Pa, maaf Pa kalau Putri membantah Papa, Putri tidak mengenal laki laki itu, lagian setau Putri menikah harus dasar cinta." Kata Putri lirih.


"Iya Pa. Putri benar, menikah harus dasar dari cinta." Nia meyakinkan Arman.


"Kau akan terbiasa dengan tuan Arga dan keluarga Atmaja kelihatan nya sangat menyukai mu." Ujar Arman tersenyum.


"Tapi Pa." Ujar Putri memandang Nia penuh kesedihan.


"Pa, sudah lah, Putri tidak mengenal dia." Ucap Nia.


"Ma, Mama lihat kan Lina sangat menyukai Putri. Putri tetap akan menikah dengan tuan Arga. !!" Ujar Arman tegas.


"Pa, Putri mohon." Kata Putri Menundukkan kepala nya.


"Tidak ! Putri kamu harus menikah dengan pewaris Atmaja.!!" Tegas Arman lagi.


"Sudah lah, pergi lah tidur. Besok Papa akan memastikan bahwa kamu akan menyetujui nya." Kata Arman berjalan meninggalkan Puti dan Nia di ruang kerja.


Putri hanya menunduk, dan mata nya sudah berkaca kaca.


"Put." Panggil Nia Mendekati Putri dan memeluknya.


"Ma, Putri gak mau menikah dengan dia. Putri tidak mencintai nya Ma. Tolong Putri Ma, yakinkan Papa." Pelukan erat beriringan dengan air mata.


"Mama akan coba membujuk papa ya Nak. Mungkin papa ingin yang terbaik buat kamu Nak." Kata Nia mengusap kepala Putri.


Putri yang melepas pelukan nya. Sementara Nia menghapus air mata Putri.


"Putri, Putri percaya sama Mama kan. Ucap Nia.

__ADS_1


"Iya Ma." Ujar Putri menunduk sesekali air mata nya menetes.


"Kalau Putri menerima Arga sebagai suami kamu, percaya lah sayang, Tante Lina orang nya baik kok, dia akan menyayangi kamu seperti menyayangi anak nya." Menggenggam tangan Putri.


"Tapi Ma. Tuan Arga." Kata Putri memandang Nia.


"Jika kamu patuh dan menurut kepada Arga yang akan menjadi suami mu, In sya allah dia akan memperlakukan mu sebagai istri nya." Kata Nia meyakinkan Putri.


" Ma, menikah itu harus ada dasar cinta Ma." Kata Putri.


"Sudah lah, Ayo Mama antar kamu ke kamar. Besok mau kerja kan. Hari pertama kerja harus semangat." Kata Nia meraih tangan Putri.


"Iya Ma." Ujar Putri


Mereka pun keluar ruang kerja dan berjalan menuju kamar Putri. Sementara Arman sudah berada di kamar nya.


"Selamat malam Put, Mama ke kamar dulu ya." Kata Nia mengecup kening Putri.


"Iya Ma." Jawab Putri terharu,karena selama puluhan tahun baru hari ini Ibu kandungnya mengecup lembut keningnya.


Putri pun masuk ke kamar nya dan Nia masih berjalan menuju kamar nya.


Nia melihat Arman yang sudah tidur, Nia pun keruang salin untuk mengantikan baju nya.


Sementara Putri masih duduk di sofa kamar nya.


Aku mau nya menikah dengan laki laki yang ku cintai. Kenapa Papa memaksa ku menikah dengan moster itu. Aku tidak mau jika pernikahan ku hanya karena paksaan. Ya tuhan, aku harus gimana ?? Ini gak adil untuk ku.gerutu Putri sedih.


Tanpa sadar Putri pun tertidur di sofa.

__ADS_1


__ADS_2